Sabtu, 27 Maret 2021

Laporan Praktikum Kimia Organik Percobaan 6 : Reaksi-reaksi Aldehida

 

LAPORAN AKHIR PERCOBAAN 6

KIMIA ORGANIK I

 

   


 

 

 DISUSUN OLEH :

NURHAYATI

(A1C119077)

 

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


VIII. DATA PENGAMATAN

8.1        Uji Tollens

Prosedur

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

-     Dimasukkan 1 ml larutan AgNO3 ke dalam tabung reaksi

-     Ditambahkan NaOH sebanyak 2 tetes

-     Diamati perubahan warna yang terjadi

-    Tabung  reaksi :  tempat untuk mereaksikan bahan

-    Pipet tetes : digunakan untuk memindahkan larutan dari suatu wadah ke wadah lain dengan jumlah yang sangat sedikit.

-    AgNO3 , NaOH , dan Amonium Hidroksida  : Bahan pereaksi Tollens

Menyiapkan bahan yang berisi pereaksi Tollens

Endapan yang dihasilkan hilang dan larutan berubah warna menjadi bening

-     Ditambahkan larutan sampel organik

 

-    Larutan sampel organik :  digunakan sebagai sampel pada Uji Tollens

 

Untuk mengamati perubahan sampel pada uji coba Tollens

Terbentuk endapan Ag

Larutan berwarna bening

-     Dipanaskan

-     Diamati perubahan warna

-    Lampu spiritus : Sebagai Pemanas

-    Kaki tiga : Sebagai Penyangga dalam Proses Pemanasan

-    Gelas Kimia : Sebagai wadah untuk pemanasan pada larutan Uji Tollens

Pemanasan dalam reaksi ini bertujuan agar gugus aldehida pada sampel terbongkar ikatannya dan dapat bereaksi dengan ion OH- membentuk asam karboksilat.

Terbentuk endapan Ag, terjadi perubahan warna menjadi perak  Endapan  perak ini menempel pada tabung reaksi yang dan  menjadi cermin perak

 

8.2        Uji Fehlings

Prosedur

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

-     Dimasukkan larutan fehling ke dalam  tabung reaksi sebanyak 1 ml

 

-    Larutan fehling sebagai larutan penguji

-    Tabung reaksi sebagai tempat untuk menampung reaksi

-    Larutan sampel sebagai larutan sampel

-    Kaki tiga dan busen untuk memanaskan sampel

-    Gelas kimia sebagai tempat meletakkan air

Untuk menyiapakan larutan penguji yang akan dilakukan

Didapatkan larutan fehling dalam tabung reaksi dengan larutan fehling yang berwarna biru langit.

-     Ditambahkan larutan sampel organik sebanyak 1 ml secara perlahan

Agar dapat melihat perubahan warna yang terjadi

Untuk melihat reaksi yang  terjadi

 

 

-     Diamati perubahan warna yang terjadi

Untuk dapat melihat perubahan warna yang terjadi pada tabung reaksi tersebut

 

Larutan berubah menjadi biru tua

-     Ditambahkan sejumlah sampel organik

Untuk dapat melihat  ada atau tidaknya perubahan warna yang terjadi

Warna tetap berwarna biru tua

-     Dipanaskan dengan gelas kimia yang dibawahnya terdapat kaki tiga dan bunsen

Agar larutan tidak terbakar

Didapatkan larutan yang telah dipanaskan

-     Diamati perubahan  warna

Untuk melihat perubahan warna yang terjadi

Larutan menjadi coklatt kemerahan

 

IX.       PEMBAHASAN

Dalam reaksi-reaksi aldehida terdapat dua uji yang dilakukan, yaitu:

8.1         Uji Tollens

Pada uji tollens, sebelum dilakukannya uji maka perlu disiapkan terlebih dahulu bahan yang berisi pereaksi tollens. Langkah yang dilakukan yaitu dengan menggunakan larutan AgNO3 yang dimasukkan ke dalam tabung reaksi, yang kemudian dilakukan penambahan NaOH sebanyak 2 tetes. Dimana penggunan dari AgNO3 dan NaOH merupakan bahan pereaksi tollens. Dari proses ini ternyata endapan yang dihasilkan hilang dan terjadi perubahan warna pada larutan yaitu warna larutan berubah menjadi bening.

Selanjutnya ditambahkan larutan sampel organik yang bertujuan untuk mengamati terjadinya suatu perubahan pada sampel, dimana terbentuk endapan Ag yang berwarna bening. Selanjutnya sampel dipanaskan dan tujuan dari pemanasan ini adalah agar gugus aldehida pada sampel terbongkar ikatannya dan dapat bereaksi dengan ion OH- membentuk asam karboksilat.

Hasil akhir dari uji tollens adalah terbentuknya endapan Ag dan terjadi perubahan warna dari bening menjadi perak. Endapan perak yang terbentuk menempel pada dinding tabung reaksi dan menjadi cermin perak. Percobaan pada uji tollens ini berhasil dilakukan.

8.2         Uji Fehlings

Pada uji fehlings disiapkan larutan penguji yang akan dilakukan dengan memasukkan larutan fehling ke dalam tabung reaksi. Didapatkan larutan fehling dalam tabung reaksi dengan larutan fehling yang berwarna biru langit. Selanjutnya ditambahkan larutan sampel organik secara perlahan dengan tujuan agar dapat dilihat perubahan warna yang terjadi pada larutan. Perubahan warna yang terjadi yaitu larutan berubah menjadi biru tua.

Dilanjutkan dengan menambahkan sampel organik tetapi tidak ada terjadi perubahan warna. Selanjutnya sampel yang digunakan ini dipanaskan dengan gelas kimia agar larutan tidak terbakar. Dari proses pemanasan ini diamati perubahan warna dan terjadi perubahan dimana larutan sampel yang digunakan berubah warna menjadi coklat kemerahan.


X.          PERTANYAAN

1.             Hal apa yang menandakan bahwa suatu senyawa tersebut merupakan senyawa aldehid berdasarkan uji Tollens?

2.             Mengapa penambahan larutan sampel organik pada uji Fehlings dilakukan secara perlahan?

3.             Apa tujuan dari ditambahkan sejumlah sampel organik pada uji Fehlings?


XI.       KESIMPULAN

Prinsip dari uji Tollens ini adalah digunakan untuk membedakan senyawa aldehid dalam suatu sampel dengan menambahkan reagen Tollens yaitu AgNO3dimana akan terjadi reaksi reduksi oksidasi. Uji positf ditandai dengan terbentuknya cermin perak pada dinding dalam tabung reaksi, Hal ini menandakan bahwa sampel merupakan senyawa Aldehid.

Prinsip dari uji fehling ini adalah membedakan gugus aldehid dan keton dalam suatu sampel dengan menambahkan reagen Fehling A dan Fehling B.  Hasil uji positif apabila dalam suatu sampel terbentuk endapan merah bata. Hal ini menandakan bahwa sampel merupakan Senyawa Aldehid.

 

XII.    DAFTAR PUSTAKA

 Antonius., dkk. 2021. Aldehid dan Keton. Pontianak : Universitas Tanjungpura.

Marzuki, I., Amirullah., dan Fitriana. 2010. Kimia Dalam Keperawatan. Sulawesi Selatan : Pustaka As Salam.

Pratama, G. R. 2013. Reaksi Pada Alkohol, Eter, Aldehid, Keton, Asam Karboksilat, dan Ester. Jawa : Universitas Brawijaya

Sumargjo, D. 2008. Pengantar Kuliah : Buku Paduan Kuliah Mahasiswa Kedokteran dan Program Strata 1 Fakultas Bioeksakta. Jakarta : EGC.

Sabtu, 20 Maret 2021

Jurnal Percobaan 6 : Reaksi-reaksi Aldehida

 JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 6

KIMIA ORGANIK I

 


 


 



DISUSUN OLEH :

NURHAYATI

(A1C119077)

 

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M. Si.


 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


I.              JUDUL                          : Reaksi-reaksi Aldehid

 

II.           HARI/TANGGAL        : Senin / 22 Maret 2021

 

III.        TUJUAN                       : Adapun tujuan pada praktikum kali ini yaitu :

1.             Dapat mengetahui hasil dari reaksi dengan menggunakan uji Tollens

2.             Dapat mengetahui hasil dari reaksi dengan menggunakan uji Fehling

 

IV.        LANDASAN TEORI

Suatu senyawa karbon dimana pada senyawa ini terdapat suatu gugus dan tidak asing bagi kita untuk mendengar nama gugus ini yaitu yang biasa dinamakan dengan gugus karbonil (C=O) dan letak dari gugus ini biasanya terdapat di ujung dari suatu rantai karbon dan tentu juga ciri dari senyawan ini yaitu dimana rantai ini diakhiri dengan atom hidrogen. Adanya nama aldehid dikarenakan dari suatu yang diturunkan dari suatu nama yang biasa kita dengar dengan nama asam karboksilat, dimana yang semestinya pada akhir nama ada kata at maka digantikan dengan penggunaan kata yang lain yaitu aldehid dan juga kata asam yang terdapat sebelumnya dihilangkan (Antonius, 2021).

Pada uji yang biasa dilakukan di reaksi aldehid yaitu uji Fehlings, dimana pada perlakuannya digunakan suatu pereaksi dari fehling dan kemudian ditambahkan suatu karbohidrat pereduksi yang kemudian dipanaskan yang mana pada akhirnya nanti akan terjadi suatu perubahan yaitu pada warnanya. Selain itu pada reaksi ini juga dilakukan uji yang lain yitu uji tollens dengan cara mereaksikan suatu larutan yaitu larutan perak nitrat dan juga suatu larutan amonium hidroksida dan dilakukan dengan pelan-pelan, yang nantinya suatu endapan yang terbentuk tersebut akan ikut larut (Sumargjo, 2008).

Suatu senyawa organik didalamnya terdapat suatu gugus karbonil terminal yang mana ciri dari senyawa ini merupakan ciri dari suatu aldehida dan yang perlu diketahui adalah kandungan yang dimiliki dari gugus fungsi ini yaitu terbentuk karena ada atom karbon di dalamnya dan atom ini berikatan dengan suatu atom hidrogen dan juga merupakan suatu ikatan rangkap dengan atom oksigen. Yang perlu diketahui bahwa kata dari aldehida merupakan suatu kependekan dari kata alkohol hidrogenasi yang mana kata ini bermaksud memilik arti bahwa lakohol yang terhidrigenasi (Pratama, 2013).

Membahas mengenai aldehid maka perlu juga diketahui bahwa aldehid ini mengalami dua reaksi yang seperti pada umumnya, dan reaksi yang pertama itu reaksi oksidasi dimana dikarenakan sifat dari aldehid yang merupakan sebuah reduktor kuat yang mana efeknya bisa mereduksi suatu oksidator-oksidator yang bersifat lemah  dan juga akan dihasilkan dari reaksi ini yaitu berupa asam karboksilat. Dan reaksi yang kedua yaitu reaksi adisi yang merupakan suatu reaksi yang memutuskan suatu ikatan rangkap, dimana jika pada proses adisi ini pereaksinya bersifat polar maka akan mempengaruhi hasilnya yaitu akan bersifat positif dan terikat pada atom oksigen begitupun sebaliknya jika hasilnya bersifat negatif maka nantinya akan terikat pada atom karbon (Marzuki, 2010).


V.           ALAT DAN BAHAN

5.1         Alat

1.        Tabung reaksi

2.        Gelas kimia

3.        Lampu spiritus

4.        Kaki tiga

5.        Pipet tetes

 

5.2         Bahan

1.        Larutan sampel organik

2.        Larutan fehling

3.        Air

4.        AgNO3

5.        NaOH

6.        Amonium Hidroksida

 

VI.        PROSEDUR KERJA

6.1         Uji Fehlings

1.        Dimasukkan larutan fehling ke dalam  tabung reaksi sebanyak 1 ml

2.        Ditambahkan larutan sampel oragnik sebanyak 1 ml secara perlahan

3.        Diamati perubahan warna yang terjadi

4.        Ditambahkan sejumlah sampel organik

5.        Dipanaskan

6.        Diamati perubahan  warna

6.2         Uji Tollens

1.        Dimasukkan 1 ml larutan AgNO3 ke dalam tabung reaksi

2.        Ditambahkan NaOH sebanyak 2 tetes

3.        Diamati perubahan warna yang terjadi

4.        Ditambahkan amonium hidroksida secara perlahan

5.        Diguncang tabung reaksi

6.        Diamati perubahan warna yang terjadi

7.        Ditambahkan larutan sampel organik

8.        Dipanaskan

9.        Diamati perubahan warna

 

Link video : https://youtu.be/47Ux-0-9zRc

 

VII.     PERMASALAHAN

1.             Mengapa perlu dilakukan pemanasan pada uji Tollens?

2.             Apa fungsi dari larutan fehling pada percobaan uji fehling?

3.             Bagaimana prinsip dari uji Tollens dan Fehling?

Laporan Praktikum Kimia Organik Percobaan 13 : Metode Ekstraksi Senyawa-senyawa Organik

  LAPORAN AKHIR PERCOBAAN 13 KIMIA O RGANIK I           DISUSUN OLEH : NURHAYATI (A1C119077)     DOSEN PENGAMPU : ...