LAPORAN AKHIR
PERCOBAAN 6
KIMIA
ORGANIK
I
NURHAYATI
(A1C119077)
DOSEN
PENGAMPU :
Dr.
Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2021
VIII. DATA PENGAMATAN
8.1
Uji
Tollens
|
Prosedur |
Fungsi Alat dan Bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
-
Dimasukkan 1 ml larutan AgNO3 ke dalam tabung reaksi - Ditambahkan NaOH sebanyak 2 tetes -
Diamati perubahan warna yang terjadi |
-
Tabung reaksi
: tempat untuk mereaksikan bahan -
Pipet tetes : digunakan untuk memindahkan larutan
dari suatu wadah ke wadah lain dengan jumlah yang sangat sedikit. -
AgNO3 , NaOH , dan Amonium Hidroksida
: Bahan pereaksi Tollens |
Menyiapkan
bahan yang berisi pereaksi
Tollens |
Endapan
yang dihasilkan hilang dan larutan berubah warna menjadi bening |
|
- Ditambahkan larutan sampel organik |
-
Larutan sampel organik : digunakan
sebagai sampel pada Uji Tollens |
Untuk mengamati perubahan sampel pada uji coba Tollens |
Terbentuk endapan Ag Larutan berwarna bening |
|
- Dipanaskan - Diamati perubahan warna |
-
Lampu spiritus : Sebagai Pemanas -
Kaki tiga : Sebagai Penyangga dalam Proses
Pemanasan -
Gelas Kimia : Sebagai wadah untuk
pemanasan pada larutan Uji Tollens |
Pemanasan
dalam reaksi ini bertujuan agar gugus aldehida pada sampel terbongkar
ikatannya dan dapat bereaksi dengan ion OH- membentuk asam karboksilat. |
Terbentuk
endapan Ag, terjadi perubahan warna menjadi perak Endapan
perak ini menempel pada tabung reaksi yang dan menjadi cermin perak |
8.2
Uji
Fehlings
|
Prosedur |
Fungsi Alat dan Bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
- Dimasukkan larutan fehling ke dalam tabung reaksi sebanyak 1 ml
|
-
Larutan fehling sebagai larutan
penguji -
Tabung reaksi sebagai tempat
untuk menampung reaksi -
Larutan sampel sebagai larutan sampel -
Kaki tiga dan busen untuk
memanaskan sampel -
Gelas kimia sebagai tempat
meletakkan air |
Untuk
menyiapakan larutan penguji yang akan dilakukan |
Didapatkan
larutan fehling dalam tabung reaksi dengan larutan fehling yang berwarna biru
langit. |
|
- Ditambahkan larutan sampel organik sebanyak 1 ml secara perlahan |
Agar
dapat melihat perubahan warna yang terjadi |
Untuk
melihat reaksi yang terjadi
|
|
|
-
Diamati perubahan warna yang terjadi |
Untuk
dapat melihat perubahan warna yang terjadi pada tabung reaksi tersebut
|
Larutan
berubah menjadi biru tua |
|
|
-
Ditambahkan sejumlah sampel organik |
Untuk
dapat melihat ada atau tidaknya
perubahan warna yang terjadi |
Warna
tetap berwarna biru tua |
|
|
-
Dipanaskan dengan gelas kimia yang dibawahnya terdapat
kaki tiga dan bunsen |
Agar
larutan tidak terbakar |
Didapatkan
larutan yang telah dipanaskan |
|
|
- Diamati perubahan
warna |
Untuk
melihat perubahan warna yang terjadi |
Larutan
menjadi coklatt kemerahan |
IX. PEMBAHASAN
Dalam reaksi-reaksi aldehida terdapat dua uji yang
dilakukan, yaitu:
8.1
Uji
Tollens
Pada uji tollens,
sebelum dilakukannya uji maka perlu disiapkan terlebih dahulu bahan yang berisi
pereaksi tollens. Langkah yang dilakukan yaitu dengan menggunakan larutan AgNO3
yang dimasukkan ke dalam tabung reaksi, yang kemudian dilakukan penambahan
NaOH sebanyak 2 tetes. Dimana penggunan dari AgNO3 dan NaOH
merupakan bahan pereaksi tollens. Dari proses ini ternyata endapan yang
dihasilkan hilang dan terjadi perubahan warna pada larutan yaitu warna larutan
berubah menjadi bening.
Selanjutnya ditambahkan
larutan sampel organik yang bertujuan untuk mengamati terjadinya suatu
perubahan pada sampel, dimana terbentuk endapan Ag yang berwarna bening. Selanjutnya
sampel dipanaskan dan tujuan dari pemanasan ini adalah agar
gugus aldehida pada sampel terbongkar ikatannya dan dapat bereaksi dengan ion
OH-
membentuk asam karboksilat.
Hasil akhir dari
uji tollens adalah terbentuknya endapan Ag dan terjadi perubahan warna dari
bening menjadi perak. Endapan perak yang terbentuk menempel pada dinding tabung
reaksi dan menjadi cermin perak. Percobaan pada uji tollens ini berhasil
dilakukan.
8.2
Uji
Fehlings
Pada uji fehlings
disiapkan larutan penguji yang akan dilakukan dengan memasukkan larutan fehling
ke dalam tabung reaksi. Didapatkan larutan fehling dalam tabung
reaksi dengan larutan fehling yang berwarna biru langit. Selanjutnya ditambahkan larutan sampel organik secara
perlahan dengan tujuan agar dapat dilihat perubahan warna yang terjadi pada
larutan. Perubahan warna yang terjadi yaitu larutan berubah menjadi biru tua.
Dilanjutkan dengan
menambahkan sampel organik tetapi tidak ada terjadi perubahan warna. Selanjutnya
sampel yang digunakan ini dipanaskan dengan gelas kimia agar larutan tidak
terbakar. Dari proses pemanasan ini diamati perubahan warna dan terjadi
perubahan dimana larutan sampel yang digunakan berubah warna menjadi coklat
kemerahan.
X. PERTANYAAN
1.
Hal
apa yang menandakan bahwa suatu senyawa tersebut merupakan senyawa aldehid
berdasarkan uji Tollens?
2.
Mengapa
penambahan larutan sampel organik pada uji Fehlings dilakukan secara perlahan?
3.
Apa
tujuan dari ditambahkan sejumlah sampel organik pada uji Fehlings?
XI.
KESIMPULAN
Prinsip dari uji
Tollens ini adalah digunakan untuk membedakan senyawa aldehid dalam suatu
sampel dengan menambahkan reagen Tollens yaitu AgNO3dimana akan terjadi reaksi
reduksi oksidasi. Uji positf ditandai dengan terbentuknya cermin perak pada
dinding dalam tabung reaksi, Hal ini menandakan bahwa sampel merupakan senyawa
Aldehid.
Prinsip dari uji
fehling ini adalah membedakan gugus aldehid dan keton dalam suatu sampel dengan
menambahkan reagen Fehling A dan Fehling B.
Hasil uji positif apabila dalam suatu sampel terbentuk endapan merah
bata. Hal ini
menandakan bahwa sampel merupakan Senyawa Aldehid.
XII.
DAFTAR
PUSTAKA
Marzuki, I.,
Amirullah., dan Fitriana. 2010. Kimia Dalam
Keperawatan. Sulawesi Selatan : Pustaka As Salam.
Pratama, G. R. 2013. Reaksi
Pada Alkohol, Eter, Aldehid, Keton, Asam Karboksilat, dan Ester. Jawa : Universitas Brawijaya
Sumargjo, D. 2008. Pengantar
Kuliah : Buku Paduan Kuliah Mahasiswa Kedokteran dan Program Strata 1 Fakultas
Bioeksakta. Jakarta : EGC.

