Sabtu, 24 April 2021

Jurnal Percobaan 10 : Pembuatan Sikloheksanon

 JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 10

KIMIA ORGANIK I

 

 

                                                                                           

 

 

                                                                                                   

DISUSUN OLEH :

NURHAYATI

(A1C119077)

 

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M. Si.

  

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


I.              JUDUL                          : Pembuatan Sikloheksanon  

 

II.           HARI/TANGGAL        : Senin / 26 April 2021

 

III.        TUJUAN                       : Adapun tujuan pada praktikum kali ini yaitu :

1.      Mensintesis sikloheksanol daripengurangan sikloheksanon menggunakan natrium brohidrida

2.      Untuk mengkarakterisasi produk reduksi menggunakan spektroskopi IR

 

IV.        LANDASAN TEORI

Perlu diketahui bahwa pembuatan sikloheksanon ternyata adalah termasuk sebagai salah satu contoh dari adanya suatu reaksi yang biasa kita kenal dengan nama oksidasi alkohol sekunder alisklik, yang mana reaksi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengubahnya  menjadi keton alisklik. Dan yang perlu kita ketahui juga bahwa ternyata pada proses ini adanya penggunaan dari oksidator yaitu kalium dikromat yang mana senyawa yang digunakan dalam proses ini berada dalam keadaan asam (Setiawan, 2015).

Dalam dunia industri sangat dibutuhkan dari penggunaan suatu senyawa yaitu penggunaan dari siklheksanon eksim yang mana bahwa senyawa ini merupakan suatu yang terususun dari materl-material yang mana penggunannya penting dikarenakan digunakan untuk menghasilkan sesuatu yang disebut dengan kaprolaktam (Harsayanto, 2016).

 

V.           ALAT DAN BAHAN

5.1         Alat

a)      Tabung reaksi 5 ml

b)      Tabung reaksi 10 ml

c)      Silinder ukur 250 ml

d)     Spatula

e)      Rotary evaporator

f)       Spectrometer

g)      Rak tabung reaksi

h)      Pipet tetes

i)        Botol sampel

 

5.2         Bahan

a)      Methanol

b)      Sikloheksanon

c)      Es

d)     Natrium borohidrida (NaBH4)

e)      NaOH 3 M

f)       Larutan diklorometana (CH2Cl2)

g)      Air suling

h)      Natrium Sulfat Anhidrat (Na2SO4)

      

VI.        PROSEDUR KERJA

1.        Masukkan 5 ml methanol kedalam tabung reaksi

2.        Tambahkan 2 ml sikloheksanon

3.        Digoyangkan tabung reaksi

4.        Didinginkan tabung reaksi didalam batu es

5.        Setelah didinginkan lalu diangkat dan kemudian digoyangkan tabung reaksinya, terbentuk larutan kuning bening

6.        Tambahkan Natrium borohidrida 200 mg dengan hati-hati kedalam tabung reaksi

7.        Diaduk tabung reaksi, terbentuk larutan kuning keruh

8.        Didinginkan kembali pada tumpukan es

9.        Setelah rekasi terhenti angkat tabung reaksi, kemudian didiamkan pada suhu kamar selama 10 menit sampai reaksi selesai, terbentuk larutan kuning

10.    Diaduk lalu ditambahkan NaOH 3 M 5 ml gunauntuk menguraikan ester tubuh dalam larutan

11.    Tambahkan 4 ml air suling

12.    Digoyangkan tabung reaksi, terbentuk 2 lapisan, atas keruh bawah bening

13.    Diambil lapisan atas dan dimasukkan kedalam gelas ukur

14.    Dimasukkan larutan kedalam corong pemisah

15.    Ditambahkan 5 ml diklorometana

16.    Digoncang corong pemisah

17.    Dipisahkan lapisan bawahnya

18.    Ulangi langkah sebelumnya pada lapisan atas

19.    Ditambahkan diklorometana dalam corong pemisah

20.    Digoncang corong pemisah

21.    Pisahkan lapisan bawah kedalam gelas kimia

22.    Ditambahkan dengan natrium sulfat anhidrat

23.    Diaduk

24.    Disaring larutan yang ada didalam gelas kimia tadi

25.    Pindahkan larutan kedalam labu alas bulat yang kecil bersih dan kering

26.    Diuapkan menggunakan pelarut pada rotary evaporator, terbentuk larutan bening

 

Link video : https://youtu.be/T5uUACqovMI 

 

VII.     PERMASALAHAN

1.             Berdasarkan video percobaan, mengapa dilakukan proses pendingikan pada larutan dengan cara dimasukkan ke dalam gelas kimia yang berisi es batu?

2.             Mengapa proses pemisahan dilakukan dengan menggunakan alat rotary evaporator?

3.             Bagaimana karakteristik dari senyawa heksanon?

 


Laporan Praktikum Kimia Organik Percobaan 9 : Reaksi-reaksi Fenol

 LAPORAN AKHIR PERCOBAAN 9

KIMIA ORGANIK I

 

 

 

 

 

 

DISUSUN OLEH :

NURHAYATI

(A1C119077)

 

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

 


 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


VIII. DATA PENGAMATAN

No

     Perlakuan

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1

Uji lakmus

-    Diambil sedikit senyawa organik dengan menggunakan spatula

Alat

-    Spatula berfungsi untuk mengambil bahan kimia

 

-    Gelas arloji berfungsi sebagai tempat meletakkan bahan yang akan diuji

 

-    Gelas kimia pada percobaan ini digunakan wadah saat zat dipanaskan

 

-    Tabung reaksi sebagai tempat untuk untuk meletakkan zat yang akan direaksikan

 

-    Rak tabung reaksi sebagai tempat untuk meletakkan tabung reaksi

 

-    Pipet tetes berfungsi sebagai alat untuk mengambil zat yang akan dimasukkan ke dalam tabung reaksi

 

-    Lampu bunsen berfungsi untuk memanaskan atau untuk menguji sampel

 

Bahan

-    Senyawa organik sebagai bahan uji fenol

 

-    Kertas lakmus biru sebagai indikator uji, apakah bahan bersifat asam atau basa

 

-    Larutan besi klorida netral berfungsi sebagai bahan uji besi klorida

 

-    Natrium nitrit berfungsi sebagai bahan uji Liebermann

 

-    Asam sulfat pekat berfungsi sebagai bahan uji Liebermann

 

-    Air suling berfungsi sebagai bahan uji Liebermann

 

-    Larutan natrium hidroksida berfungsi sebagai bahan uji Liebermann

 

-    Ftalat anhidrida sebagai bahan uji pewarna phthalein

 

-    Larutan natrium hidroksida encer sebagai bahan uji pewarna phthalein

 

Menyiapkan bahan yang akan diuji

Kertas lakmus berubah warna yang mulanya berwarna biru menjadi warna merah

-    Letakkan di atas kertas lakmus biru yang terletak di atas gelas arloji

Untuk menguji apakah senyawa organik mengandung fenol

2

Uji besi klorida

-    Dimasukkan larutan besi klorida netral ke dalam tabung reaksi

Menyiapkan bahan yang akan diuji

Terjadi perubahan warna pada larutan yaitu mulanya berwarna kuning berubah menjadi warna ungu

-    Dimbil sedikit senyawa organik dengan menggunakan spatula

-    Campurkan kedalam larutan besi klorida netral

Untuk menguji reaksi yang terjadi pada besi klorida netral dengan senyawa organik

3

Uji Liebermann

-    Ambil sedikit kristal natrium nitrat dalam tabung reaksi dengan menggunakan pipet tetes

Menyiapkan bahan yang akan diuji

Terbentuk larutan berwarna merah

-    Tambahkan sedikit senyawa organik ke kristal natrium nitrit

-    Panaskan isi tabung reaksi dengan hati-hati di atas lampu bunsen dan biarkan dingin

Dilakukan pemanasan dengan tujuan untuk mempercepat reaksi

-    Dengan menggunakan pipet tetes lain, tambahkan beberapa tetes asam sulfat pekat ke dalam tabung reaksi dan kocok tabung reaksi.

Dikocok dengan tujuan untuk mempercepat reaksi

Larutan yang berwarna merah berubah menjadi biru atau hijau

-    Tambahkan air suling ke tabung reaksi.

Untuk mengetahui perubahan warna yang terjadi

Larutan yang berwarna biru atau hijau berubah menjadi merah atau warna coklat

-    Tambahkan larutan natrium hidroksida ke tabung reaksi.

Larutan berwarna merah kembali berubah menjadi biru atau hijau

4

Uji pewarna phthalein

-     Ambil sedikit senyawa organik dalam tabung reaksi

-     Tambahkan sedikit ftalat anhidrida menggunakan spatula

Menyiapkan bahan yang akan diuji

Larutan bewarna bening

-     Tambahkan sedikit asam sulfat pekat ke dalam tabung reaksi

Untuk mengetahui reaksi yang terjadi

Terbentuk endapan putih kemerahan

-     Panaskan tabung reaksi di penangas air dan dinginkan

Dilakukan pemanasan dengan tujuan untuk mempercepat reaksi

-     Tuangkan campuran reaksi dengan hati-hati ke dalam gelas kimia yang berisi natrium larutan hidroksida encer.

Untuk mengetahui reaksi yang terjadi

Larutan yang awalnya berwarna bening menjadi berwarna merah muda

 

IX.       PEMBAHASAN

Uji lakmus

Diambil sedikit senyawa organik dengan menggunakan spatula. Letakkan di atas kertas lakmus biru yang terletak di atas gelas arloji. Kertas lakmus berubah warna yang mulanya berwarna biru menjadi warna merah hal ini menandakan bahwa Fenol adalah asam lemak yang mengubah warna kertas lakmus biru menjadi merah.

Uji besi klorida

Dimasukkan larutan besi klorida netral ke dalam tabung reaksi. Dimbil sedikit senyawa organik dengan menggunakan spatula. Campurkan kedalam larutan besi klorida netral. Terjadi perubahan warna pada larutan yaitu mulanya berwarna kuning berubah menjadi warna ungu. Hal ini menandakan bahwa fenol pada reaksi dengan besi klorida netral, memberikan warna ungu karena pembentukannya dari sebuah kompleks 6C6H5OH + FeCl3 = Fe[(OC6H5)6]3- + 3HCl + 3H+ .

Uji Liebermann

Ambil sedikit kristal natrium nitrat dalam tabung reaksi dengan menggunakan pipet tetes. Tambahkan sedikit senyawa organik ke kristal natrium nitrit. Terbentuk larutan berwarna merah. Dengan menggunakan pipet tetes lain, tambahkan beberapa tetes asam sulfat pekat ke dalam tabung reaksi dan kocok tabung reaksi. Larutan yang berwarna merah berubah menjadi biru atau hijau. Tambahkan air suling ke tabung reaksi, larutan yang berwarna biru atau hijau berubah menjadi merah atau warna coklat. Tambahkan larutan natrium hidroksida ke tabung reaksi, Larutan berwarna merah kembali berubah menjadi biru atau hijau. Warna merah kembali menjadi biru atau hijau dengan penambahan basa kuat karena pembentukan anion indophenol.

Uji pewarna phthalein

Ambil sedikit senyawa organik dalam tabung reaksi, tambahkan sedikit ftalat anhidrida menggunakan spatula. Larutan bewarna bening. Tambahkan sedikit asam sulfat pekat ke dalam tabung reaksi, panaskan tabung reaksi di penangas air dan dinginkan. Terbentuk endapan putih kemerahan. Tuangkan campuran reaksi dengan hati-hati ke dalam gelas kimia yang berisi natrium larutan hidroksida encer, Larutan yang awalnya berwarna bening menjadi berwarna merah muda.

 

X.          PERTANYAAN

1.             Berdasarkan video percobaan, apa yang menandakan bahwa uji besi klorida telah berhasil dilakukan?

2.             Pada uji Liebermann apa yang terjadi ketika ditambahkan beberapa tetes asam sulfat pekat ke dalam tabung reaksi?

3.             Bagaimana fungsi dari fenolptalein pada uji pewarna phthalein?

 

XI.       KESIMPULAN

1.             Fenol adalah asam lemak yang mengubah warna kertas lakmus biru menjadi merah.

2.             Fenol pada reaksi dengan besi klorida netral, memberikan warna ungu karena pembentukannya dari sebuah kompleks 6C6H5OH + FeCl3 = Fe[(OC6H5)6]3- + 3HCl + 3H+

3.             Warna merah kembali menjadi biru atau hijau dengan penambahan basa kuat karena pembentukan anion indophenol

4.             Pada pemanasan, fenol bereaksi dengan ftalat anhidrida di hadapan asam sulfat pekat untuk menghasilkan fenolftalein yaitu tanpa warna. Fenolftalein memberi warna merah dengan larutan natrium hidroksida.

 

XII.    DAFTAR PUSTAKA

Pambayun, G. S., dkk. 2013. Pembuatan Karbon Aktif dari Arang Tempurung Kelapa dengan Aktivator ZnCl2 dan NaCO3 sebagai Adsorben untuk Mengurangi Kadar Fenol dalam Air Limbah. Jurnal Teknik Pomits. 2 (1), 116.

Sumardjo, D. 2008. Pengantar Kimia : Buku Panduan Kuliah Mahasiswa Kedokteran dan Program Strata I Fakultas Bioeksakta. Jakarta : EGC.

Wistiana, D., dan Zubaidah, E. 2015. Karakteristik Kimiawi dan Mikrobiologis Kombucha dari Berbagai Tinggi Fenol Selama Fermentasi.  Jurnal Pangan dan Agroindustri. 3 (4), 1446.

Laporan Praktikum Kimia Organik Percobaan 13 : Metode Ekstraksi Senyawa-senyawa Organik

  LAPORAN AKHIR PERCOBAAN 13 KIMIA O RGANIK I           DISUSUN OLEH : NURHAYATI (A1C119077)     DOSEN PENGAMPU : ...