Minggu, 28 Februari 2021

Jurnal Percobaan 3 : Manipulasi Alat Percobaan Kimia Organik

 JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 2

KIMIA ORGANIK I




DISUSUN OLEH :

NURHAYATI

(A1C119077)


DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


I.              JUDUL : Manipulasi Alat Percobaan Organik (Vacuum Filter)

 

II.           HARI / TANGGAL : Senin / 01 Maret 2021

 

III.        TUJUAN : Adapun tujuan pada praktikum kali ini yaitu :

1.      Dapat mengetahui bagaimana alat vacuum filter bekerja

2.    Dapat melihat perbandingan vacuum filter yang dimanipulasi degna vacuum filter standar.

 

IV.        LANDASAN TEORI

Metode pemisahan yang dilakukan berdasarkan dari perbedaan ukuran partikelnya yang mana dengan menggunakan suatu alat penyaring atau filter. Dan juga metode pemisahan yang digunakan dengan menggunakan bahan secara mekanis yang selain dari filtrasi misalnya dengan metode sentrifugasi, bisa juga metode sublimasi dan juga metode pengendapan. Dilakukannya filtrasi pada umumnya bertujuan untuk memisahkan bahan yang berbentuk padat dari suatu cairan atau dari gas dan bisa juga sebaliknya. Selanjutnya dilakukan isolasi suatu komponen dari suatu campurannya yang terdiri dari fase yang sama tetapi berbeda ukuran partikelnya (Ethica, 2018).

Ketika pada proses filtrasi maka terjadinya perpindahan suatu cairan dan solut yang melewati suatu membaran secara serentak yang mana perpindahan tersebut dari kompartemen yang memiliki konsentrasi tinggi menuju kompartemen yang memiliki atau juga bertekanan rendah. Ketika proses terdapat tekanan yang mana tekanan tersebut dapat disebut juga dengan tekanan filtrasi (Tamsuri, 2008)

Beberapa macam filtrasi yaitu ada batch filtration, rotary drum filtration dan juga ada ultrafiltration methods. Pada filtrasi batch terdapat tekanan konstan dari pompa yang mengakibatkan terdorongnya cairan dan melewati filter. Setelah itu maka akan terbentuk sebuah filter cake yang dikarenakan dari proses filtrasi tersebut menahan akibat dari laju filtrasi (Wignyanto, 2017).

Pada proses filtrasi maka digunakan rotary vacuum filter yang mana alat ini merupakan sistem filtrasi yang berkelanjutan dan biasa digunakan ketika memanen jamur yang biasanya digunakan pada proses pembuatan antibiotik.  Pada alat ini terdapat drum yang berlubang dan juga terdapat media filter yang kemudian alat ini berputar terus-menerus tetapi dengan kecepatan yang lambat (Nurhadianty, 2018)

 

V.           ALAT DAN BAHAN

5.1    Alat

1.      Pompa vacuum eletrik

2.      Gunting

3.      Curter

4.      Jarum

5.      Gelas beker

6.      Pengaduk

7.      Pompa angin

8.      Labu termos vacuum

9.      Klem

10.  Selang booster

11.  Segel vacuum karet

 

5.2    Bahan

1.      Wadah toples kaca bekas selai

2.      Botol sprite yagn besar

3.      Selang plastik diameter 0.5 mm

4.      Lem batang

5.      Kopi filter

6.      Aquades

7.      Padatan Zn

8.      Kertas filter

9.      Larutan sampel

 

VI.        PROSEDUR KERJA

6.1  vacuum filter Manipulasi

1.      dirangkai alat vacuum sederhana dengan menggunakan bahan-bahan yang telahdisipakan sebelum digunalam

2.      dihubungkan vacuuum filter dengan pompa

3.      dilarutkan padatan zink ke dalam gelas beker yang berisi aquades.

4.      Ditunggu beberapa saat larutan zink tersebut

5.      Dicampurkan beberapa tetes fenol merah ke dalam vacuum filter dan di tunggu beberapa saat

6.      Kemudian melatakan hanya aquades pada vacuum filter dengan menggunakan pompa manual

 

6.2  vacuum filter standar

1.      dijepitkan labu pada statif dengan klem

2.      kemudian disambungkan logam vacuum dengan selang karet dan pada keran sumber vacuum

3.      dimasukkan corong buster ke dalam dan kertas filter

4.      kemudian dinyalakan selang penyedot dan dibasahi kertas dengan air

5.      dituangkan larutan sampeng ke dala corong buster dan di tunggu beberapa saat

6.      kemudian dilepaskan selang karet dari labu dan ditambahkan cairan pencuci pada corong buster.

 

Link video percobaan yang digunakan :

-                 Alat sederhana : https://youtu.be/AksmEa8h2jM

-                 Alat standar : https://youtu.be/U3a8mzJIKq8

 

VII.     PERMASALAHAN

1.             Bagaimana bisa terjadinya proses filtrasi?

2.             Bagaimana fungsi dari pompa pada alat vacuum filter?

3.             Bagaimana tujuan dari penggunaan kertas saring pada alat vacuum filter?

Laporan Praktikum Kimia Organik Percobaan 2 : Penentuan Kelas Kelarutan Zat-zat Organik

LAPORAN AKHIR PERCOBAAN 2 

KIMIA ORGANIK I




DISUSUN OLEH :

NURHAYATI

(A1C119077)



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021



VII.     DATA PENGAMATAN

NO

PROSEDUR KERJA

FUNGSI ALAT DAN BAHAN

TUJUAN

HASIL

1.       

Dimasukkan air sebanyak 100 ml ke dalam gelas

1.Gelas bening digunakan untuk sebagai penampung sample / bahan sementara, atau bisa digunakan sebagai penyimpan zat sementara.

Memasukkan air kedalam gelas bertujuan agar air bisa terukur dengan benar  dan sesuai dengan ukuran yang diharapkan.

Belum terjadi perubahan .

2.       

Dimasukkan 1 sendok teh garam kedalam gelas lalu aduk hingga garam larut

1.  Sendok teh digunakan untuk  Mengambil bahan   kimia padat.

2.  Garam digunakan sebagai zat terlarut yang bisa larut dalam sejumlah pelarut .

Agar sesuai dengan takaran yang sudah ditentukan

- pada sendok ke-1 garam terlarut dan belum terjadi perubahan warna pada air.

- pada sendok ke-2 mulai terjadi perubahan warna pada air,tetapi belum terjadi endapan

- pada sendok ke-3 warna agak keruh dan beberapa butir garam mulai mengendap.

- pada sendok ke-4 warna air bertambah keruh dan garam mengendap didasar larutan.

3.       

Diulangi langkah 2 hingga garam tidak larut lagi

Sendok teh digunakan untuk  Mengambil bahan   kimia padat.

Garam digunakan sebagai zat terlarut yang bisa larut dalam sejumlah pelarut.

Agar sesuai dengan takaran yang akan digunakan

Garam mengendap dan tidak dapat terlarut lagi

           

VIII.  PEMBAHASAN

Seperti yang dijelaskan pada data pengamatan, dimana data pengamatan dari percobaan ini kami dapatkan dari video percobaan yang ada di youtube. Video yang kami gunakan sesuai dengan judul percobaan ini yaitu uji kelarutan garam dalam air.

Langkah pertama dalam percobaan ini yaitu memasukkan air 100 ml ke dalam gelas bening dengan bertujuan agar air bisa terukur dengan benar  dan sesuai dengan ukuran yang diharapkan. Kemudian dimasukkan 1 sendok teh garam kedalam gelas lalu aduk hingga garam larut. pada sendok ke-1 garam terlarut dan belum terjadi perubahan warna pada air. Pada sendok ke-2 mulai terjadi perubahan warna pada air, tetapi belum terjadi endapan. Pada sendok ke-3 warna agak keruh dan beberapa butir garam mulai mengendap. Pada sendok ke-4 warna air bertambah keruh dan garam mengendap didasar larutan.

Selanjutnya diulangi langkah 2 hingga garam tidak larut lagi. pada penambahan garam menggunakan sendok teh untuk  Mengambil bahan kimia padat. Garam digunakan sebagai zat terlarut yang bisa larut dalam sejumlah pelarut. Hasil yang didapatkan garam mengendap dan tidak dapat terlarut lagi

 

IX.        PERTANYAAN

1.          Bagaimana hubungan konsentrasi garam dengan kelarutannya pada kondisi tidak jenih?

2.        Ketika dalam kondisi tepat jenuh garam akan membentuk kesetimbangan, apa yang mempengaruhi terjadinya kesetimbangan tersebut?

3.             Bagaimana bisa terbentuk endapan pada larutan garam tersebut?

 

X.           KESIMPULAN

Kesimpulan pada praktikum kali ini adalah :

larutan belum jenuh artinya kondisi saat konsentrasi nyata suatu garam belum melampaui kelarutannya, sehingga masih bisa larut yang ditandai dengan terlarutnya semua zat dalam larutan. Larutan tepat jenuh artinya kondisi saaat konsentrasi nyata suatu garam sama dengan kelarutannya. Larutan lewat jenuh artinya kondisi saat konsentrasi nyata garam melampaui kelarutannya .

 

XI.        DAFTAR PUSTAKA

Chang, Raymond. 2013. Kimia Dasar : Konsep-konsep Inti. Jakarta : Erlangga.

Imtihani, Hilya N., Wahyudono, Ruri A., dan Permatasari, Silfiana N. 2020. Biopolimer Kitosan dan Penggunaannya Dalam Formulasi Obat. Gresik : Graniti.

Oxtoby, David., Gillis, H. P., Nachtrieb, Norman H. 2001. Prinsip-prinsip Kimia Moderan. Jakarta : Erlangga.

Yoga, Willybrordus., dan Hendriani, Rini. 2019. Review : Teknik Peningkatan Kelarutan Obat. Farmaka. 14 (2), 288.

Minggu, 21 Februari 2021

Jurnal Percobaan 2 : Penentu Kelas Kelarutan Zat-zat Organik

JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 2

KIMIA ORGANIK I






DISUSUN OLEH :

NURHAYATI

(A1C119077)



DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021



I.              JUDUL : Penentuan Kelas Kelarutan Zat-zat Organik

 

II.           HARI/TANGGAL : Senin / 22 Februari 2021

 

III.        TUJUAN : Adapun tujuan pada praktikum kali ini yaitu :

Dapat membedakan larutan belum jenuh, larutan tepat jenuh, dan larutan lewat jenuh.

 

IV.        LANDASAN TEORI

Larutan dapat dibedakan dari kemampuannya dalam melarutakan suatu zat tertentu. Dimana ketika suatu larutan terdapat zat lerlarut di dalam pelarutnya dengan jumlah yang maksimum maka disebut larutan jenuh. Suatu larutan dikatakan larutan tak jenuh adalah ketika suatu titik standar jenuh itu tidak tercapai. Dikatakan juga larutan tak jenuh dikarenakan lebih banyaknya kemampuan dalam melarutkan dibandingkan dengan zat terlarutnya. Sedangkan larutan lewat jenuh adalah sebaliknya yaitu ketika zat terlarutnya lebih banyak dari kemampuan dalam melarutkannya (Chang, 2013).

Terbentuknya larutan yang terdiri dari satu fasa atau terbentuknya larutan halogen yang terdiri dari zat-zat kimia berbentuk padat, cair dan gas yang menyatu di dalam pelarut disebut larutan. Definisi kelarutan juga terbagi menjadi kelarutan secara kuantitatif dan kualitatif. Jika pengertian kelarutan secara kuantitatif maka dapat diartikan bahwa partikel solute dengan berat beberapa miligram (mg) sangat dibutuhkan agar didapatkan hasil yaitu berupa suatu larutan yang jenuh. Lalu secara kualitatif, tercampurnya zat yang terdiri dari dua fase atau bahkan bisa lebih akan menghasilkan larutan yang homogen merupakan perngertian lain dari kelarutan (Imtihani, 2020).

Zat terlarut yang telah dilarutkan dengan tujuan agar terjadi kesetimbangan yang diinginkan yaitu pelarutan-pengendapan yang terdiri dari zat padat dan bentuk terlarutnya merupakan pengertian dari larutan jenuh. Satu cara menekan kesetimbangan kelarutan adalah dengan mengubah jumlah pelarut. Akibat dari menambahkan pelarut dapat menyebabkan menurunnya konsentrasi spesies terlarut dimana ketika zat padat ditambahkan dengan tujuan agar konsentrasi dari spesies telarut ke kesetimbangannya itu kembali (Oxtoby, 2001).

Bentuk atau keadaan dari senyawa yang berbentuk baik padat, berbentuk cair ataupun yang berbentuk gas tapi terlarut dalam padatan, dalam cairan ataupun dalam gas yang akan menghasilkan larutan homogen. Suatu kelarutan sangat ditentukan ataupun sangat berpengaruh dengan suhu dan tekanan (Yoga, 2019).


V.           ALAT DAN BAHAN

5.1    Alat

1.         Gelas bening

2.         Gelas takar

3.         Sendok teh

5.2    Bahan

1.         Air

2.         Garam dapur

 

VI.        PROSEDUR KERJA

1.      Dimasukkan air sebanyak 100 mL kedalam gelas

2.      Dimasukkan 1 sendok teh garam kedalam gelas lalu aduk hingga garam terlarut

3.      Diulangi langkah 2 hingga garam tidak larut lagi

 Link video percobaan yang digunakan : https://youtu.be/aCOFLcWSRC4

VII.     PERMASALAHAN

1.      Bagaimana kondisi garam dalam keadaan belum jenuh?

2.      Bagaimana larutan yang dikatakan larutan lewat jenuh?

3.      Apa yang terjadi jika dilakukan penambahan garam dapur lebih banyak lagi?


Laporan Praktikum Kimia Organik Percobaan 13 : Metode Ekstraksi Senyawa-senyawa Organik

  LAPORAN AKHIR PERCOBAAN 13 KIMIA O RGANIK I           DISUSUN OLEH : NURHAYATI (A1C119077)     DOSEN PENGAMPU : ...