JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 2
KIMIA ORGANIK I
DISUSUN
OLEH :
NURHAYATI
(A1C119077)
DOSEN
PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
I.
JUDUL
: Penentuan Kelas Kelarutan Zat-zat Organik
II.
HARI/TANGGAL
: Senin / 22 Februari 2021
III.
TUJUAN
: Adapun tujuan pada praktikum kali ini yaitu :
Dapat membedakan
larutan belum jenuh, larutan tepat jenuh, dan larutan lewat jenuh.
IV.
LANDASAN
TEORI
Larutan dapat
dibedakan dari kemampuannya dalam melarutakan suatu zat tertentu. Dimana ketika
suatu larutan terdapat zat lerlarut di dalam pelarutnya dengan jumlah yang
maksimum maka disebut larutan jenuh. Suatu larutan dikatakan larutan tak jenuh
adalah ketika suatu titik standar jenuh itu tidak tercapai. Dikatakan juga
larutan tak jenuh dikarenakan lebih banyaknya kemampuan dalam melarutkan
dibandingkan dengan zat terlarutnya. Sedangkan larutan lewat jenuh adalah
sebaliknya yaitu ketika zat terlarutnya lebih banyak dari kemampuan dalam
melarutkannya (Chang, 2013).
Terbentuknya larutan
yang terdiri dari satu fasa atau terbentuknya larutan halogen yang terdiri dari
zat-zat kimia berbentuk padat, cair dan gas yang menyatu di dalam pelarut
disebut larutan. Definisi kelarutan juga terbagi menjadi kelarutan secara
kuantitatif dan kualitatif. Jika pengertian kelarutan secara kuantitatif maka
dapat diartikan bahwa partikel solute dengan
berat beberapa miligram (mg) sangat dibutuhkan agar didapatkan hasil yaitu
berupa suatu larutan yang jenuh. Lalu secara kualitatif, tercampurnya zat yang
terdiri dari dua fase atau bahkan bisa lebih akan menghasilkan larutan yang
homogen merupakan perngertian lain dari kelarutan (Imtihani, 2020).
Zat terlarut yang telah dilarutkan dengan tujuan agar terjadi kesetimbangan
yang diinginkan yaitu pelarutan-pengendapan yang terdiri dari zat padat dan
bentuk terlarutnya merupakan pengertian dari larutan jenuh. Satu cara menekan
kesetimbangan kelarutan adalah dengan mengubah jumlah pelarut. Akibat dari
menambahkan pelarut dapat menyebabkan menurunnya konsentrasi spesies terlarut
dimana ketika zat padat ditambahkan dengan tujuan agar konsentrasi dari spesies
telarut ke kesetimbangannya itu kembali (Oxtoby, 2001).
Bentuk atau keadaan dari senyawa yang berbentuk baik padat, berbentuk cair
ataupun yang berbentuk gas tapi terlarut dalam padatan, dalam cairan ataupun
dalam gas yang akan menghasilkan larutan homogen. Suatu kelarutan sangat
ditentukan ataupun sangat berpengaruh dengan suhu dan tekanan (Yoga, 2019).
V.
ALAT
DAN BAHAN
5.1
Alat
1.
Gelas
bening
2.
Gelas
takar
3.
Sendok
teh
5.2
Bahan
1.
Air
2.
Garam
dapur
VI.
PROSEDUR
KERJA
1.
Dimasukkan
air sebanyak 100 mL kedalam gelas
2.
Dimasukkan
1 sendok teh garam kedalam gelas lalu aduk hingga garam terlarut
3.
Diulangi
langkah 2 hingga garam tidak larut lagi
VII.
PERMASALAHAN
1.
Bagaimana
kondisi garam dalam keadaan belum jenuh?
2.
Bagaimana
larutan yang dikatakan larutan lewat jenuh?
3.
Apa
yang terjadi jika dilakukan penambahan garam dapur lebih banyak lagi?

Asalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, perknalkan saya yiyin novela (A1C119062)ingin menjawab permasalahan no 2, larutan dikatakan larutan lewat jenuh apabila jumlah zat terlarut dalam suatu larutan memiliki kosentrasi lebih banyak dari pada yang seharusnya pada temperatur tertentu
BalasHapusBaiklah, saya Teguh Arizki (A1C119008) akan menjawab permasalah no 1.
BalasHapusKondisi garam dalam keadaan belum jenuh terjadi ketika penambahan sendok ke-1,2,3. Kondisi air menjadi keruh dan belum ada endapan garam.
baiklah saya dio al kautsar dengan nim a1c119039 akan menjawab pertanyaan nomor 3 yang terjadi jika dilakukan penambahan garam dapur lebih banyak lagi adalah garam tidak larut lagi karena air sebagai pelarut sudah tidak mampu melarutkan garam lagi yang yang mana sudah tepat larut yang mana garam tidak bisa larut lagi dalam air yang menyebabkan larutan makin keruh dan meiliki garam di dasar yang tidak larut tersebut.
BalasHapus