LAPORAN AKHIR PERCOBAAN 13
KIMIA
ORGANIK
I
NURHAYATI
(A1C119077)
DOSEN
PENGAMPU :
Dr.
Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2021
VIII. DATA PENGAMATAN
|
No |
Perlakuan |
Fungsi Alat dan Bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
1 |
Nyalakan
heating
mantle
|
Heating Mantle yang digunakan untuk memanaskan |
Mempersiapkan serangkaian
alat sokletasi
|
Rangkaian alat sokletasi siap
digunakan
|
|
2 |
Alirkan
air ke kondensor |
Kondensor
berfungsi sebagai pendingin serta mempercepat proses pengembunan
Labu
Alas Bulat atau Labu RBF digunakan tempat menampung pelarut
dan ekstrak hasil ekstraksi
Statif dan klem untuk
menyangga alat soxhlet agar tidak goyang atau jatuh
|
||
|
3 |
Pelarut
yang berada dialas bulat diuapkan mengalir ke bie pas side ams |
|||
|
4 |
Uap
yang sudah mengalir dari bie pas side ams akan mengalir mengenai kondensor
atau pendingin |
Agar
terjadi perubahan bentuk dari uap menjadi cair
|
||
|
5 |
Kemudian
akan menetes kembali membasahi timbal |
Dapat
melarutkan zat yang diekstraksi |
||
|
6 |
Pelarut
dibiarkan setetes demi setetes samapi setinggi xifone |
|
Setelah
setinggi xifone pelarut yang sudah menetes di chamber akan turun Kembali ke
labu alas bulat |
Menghasilkan
satu siklus
|
|
7 |
Ditimbang
labu alas bulat beserta batu didihnya dengan menggunakan neraca analitik |
Neraca analitik untuk
menimbang alat dan sampel
Pipa
keran digunakan sebagai tempat air yang dikeluarkan
Xifone
berfungsi sebagai tempat lewatnya
siklus
Gelas
ukur untuk mengukur
banyaknya etanol yang digunakan
Biker
glass sebagai wadah
pelarut etanol |
Ditimbang untuk mengetahui
massa labu alas bulat beserta batu didihnya |
Pelarut
yang menetes kedalam ekstraktion chamber akan mengenai sampel yang ada
didalam timbal dan akan mengekstrak senyawa yang ada didalam sampel tersebut
dan pelarut akan melewati xifone dan jika xifone telah mencapai permukann
xifone maka seluruh cairan pelarut akan turun kembali ke labu alas bulat . |
|
8 |
Kemudian
timbang kertas saring yang sudah bersih dengan menggunakan neraca analitik |
Ditimbang untuk mengetahui
massa kertas saring |
||
|
9 |
Dicatat
berapa hasil timbangan yang didapatkan
|
|||
|
10 |
Timbang
sampel sebanyak kurang lebih 10 g
|
Ditimbang untuk mengetahui
massa sampel yang digunakan |
||
|
11 |
Dicatat
berapa jumlah yang ditimbang |
|||
|
12 |
Dimasukkan
sampel ke dalam chamber ekstraktor dan kondensor dipasang kembali serta
jangan lupa untuk memakaikan vaselin terlebih dahulu |
Corong
gelas berfungsi untuk
membantu proses memasukkan etanol ke
dalam chamber esktraktor
Batang
Pengaduk berfungsi untuk
memindahkan sampel Batu
didih berfungsi untuk
meratakan panas dan tidak terjadi percikan
Kertas saring berfungsi untuk membungkus sampel
yang akan dianalisis
|
Menggunakan vaselin agar
kondensor terpasang kuat dan tidak ada kebocoran pada alat
|
Jumlah
siklus sokhletasi pada percobaan ini adalah 8 siklus sokhletasi.
|
|
13 |
Pastikan
kondesor dalam keadaan sudah lurus |
|
||
|
14 |
Pastikan
serangkaian alat ekstraksi soklet ini dalam kondisi lurus |
|
||
|
15 |
Ukur
volume pelarut etanol yang akan digunakan yaitu sebanyak 200 ml |
Untuk mengukur banyaknya
pelarut yang digunakan |
||
|
16 |
Kemudian
dituangkan kedalam RBF |
Proses ekstraksi siap untuk
dimulai |
||
|
17 |
Setelah
pelarut dimasukkan masukkan juga batu didih |
Termometer untuk mengukur
suhu
Kulit
manggis digunakan sebagai
sampel ekstraksi
Etanol sebagai pelarut
|
Penambahan batu didih dengan
tujuan agar ketika dipanaskan tidak terjadi percikan |
|
|
18 |
Kemudian
tutup dengan termometer dan jangan lupa sebelum menutup harus diberikan
vaselin terlebih dahulu |
Menggunakan vaselin agar
termometer terpasang dengan kuat dan tidak ada kebocoran pada alat |
|
|
|
19 |
Ketika
alat sudah set semuanya, kita sudah bisa menyalakan pompa dari kondensor
kemudian nyalakan heating
mantlenya
juga |
Dinyalakan alat dan proses
ekstraksi dimulai
|
Massa
kertas saring = 1,6389 gram Massa
kertas aring + bahan = 12, 3160 gram Massa
RBF kosong + batu didih = 165, 0478 gram
|
IX. PEMBAHASAN
Pada
percobaan ini dilakukan dengan menggunakan metode ekstraksi sokletasi. Dimana sebelum
dilakukan pemisahan terlebih dahulu dipersiapkan serangkaian alat sokletasi
yang akan digunakan yaitu dengan nyalakan heating mantle kemudian alirkan air ke kondensor, pelarut yang berada dialas bulat diuapkan
mengalir ke bie pas side ams, uap
yang sudah mengalir dari bie pas side ams akan mengalir mengenai kondensor atau
pendingin, kemudian
akan menetes kembali membasahi timbal, pelarut
dibiarkan setetes demi setetes samapi setinggi xifone. Serangkaian alat sokletasi siap digunakan.
Langkah
pertama yaitu dengan menimbang labu alas bulat beserta batu didihnya dengan
menggunakan neraca analitik, kemudian timbang kertas saring dan ditimbang jugasampel
yang digunakan sebanyak kurang lebih 10 gr. Kemudian dimasukkan
sampel ke dalam chamber ekstraktor dan kondensor dipasang kembali serta jangan
lupa untuk memakaikan vaselin terlebih dahulu, menggunakan vaselin agar kondensor terpasang kuat dan
tidak ada kebocoran pada alat. Dan pastikan serangkaian
alat ekstraksi soklet ini dalam kondisi lurus.
Langkah
selanjutnya yaitu ukur volume pelarut etanol yang akan
digunakan yaitu sebanyak 200 ml, kemudian
dituangkan kedalam RBF. Setelah
pelarut dimasukkan masukkan juga batu didih, penambahan batu didih dengan tujuan agar
ketika dipanaskan tidak terjadi percikan. Kemudian
tutup dengan termometer dan jangan lupa sebelum menutup harus diberikan vaselin
terlebih dahulu, Ketika
alat sudah set semuanya, kita sudah bisa menyalakan pompa dari kondensor
kemudian nyalakan heating
mantlenya juga.
Jumlah
siklus sokhletasi pada percobaan ini adalah 8 siklus sokhletasi. Massa kertas saring = 1,6389 gram Massa
kertas aring + bahan = 12, 3160 gram. Massa
RBF kosong + batu didih = 165, 0478 gram.
X.
PERTANYAAN
1.
Pada
metode ekstraksi yaitu pada metode maserasi, kapan proses ekstraksi dihentikan?
2.
Apa
tujuan dari penggunaan vaseline pada alat sokletasi?
3.
Mengapa
pada percobaan sokletasi sampel yang digunakan dibungkus dengan kertas saring?
XI.
KESIMPULAN
Adapun
kesimpulan dari percobaan ini yaitu :
Metode ekstraksi padat
cair yang digunakan pada percobaan ini adalah metode sokhletasi yang merupakan
suatu metode bahan yang berupa padatan dengan pelarut (solven) berupa cairan
secara kontinu. Peralatan yang digunakan, dinamakan dengan ekstraktor sokhlet.
Prinsip ekstraksi dengan sokletasi adalah metode pemisahan suatu komponen yang
terdapat dalam zat padat dengan cara penyarian secara berulang dengan menggunakan
pelarut tertentu sehingga semua komponen yang diinginkan akan terisolasi.
XII.
DAFTAR
PUSTAKA
Darusman, L. K., dkk.
2016. Domestikasi Buah Merah.
Bogor : IPB Press.
Nasyanka, A. L., Na’imah,
J., dan Aulia, R. 2020. Pengantar
Fitokimia. Jawa timur : Qiara Media.
Nurhasnawati, H., Sukarmi, S., & Handayani,
F. (2017). Perbandingan Metode Ekstraksi Maserasi dan Sokletasi terhadap
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Jambu Bol (Syzygium malaccense
L.). Jurnal Ilmiah Manuntung, 3(1), 91-95.
Tetti, M. 2014. Ekstraksi, pemisahan senyawa,
dan identifikasi senyawa aktif. Jurnal Kesehatan, 7(2).

