Minggu, 16 Mei 2021

Jurnal Percobaan 13 : Metode Ekstraksi pada Senyawa-senyawa Organik

 JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 13

KIMIA ORGANIK I

 

 

 

 



DISUSUN OLEH :

NURHAYATI

(A1C119077)

 

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M. Si.


 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


I.              JUDUL                          : Metode Ekstraksi pada Senyawa-senyawa Organik

 

II.           HARI/TANGGAL        : Senin / 17 Mei 2021

 

III.        TUJUAN                       : Adapun tujuan pada praktikum kali ini yaitu :

1.             Memisahkan komponen penyusun campuran senyawa dalam fase cair

2.             Mengidentifikasi senyawa aktif yang terdapat pada daun jambu air dengan ekstraksi solven

 

IV.        LANDASAN TEORI

Sebelum melakukan percobaan kita harus terlebih dahulu mengetahui apa yang dimaksud dengan ekstraksi, dimana pengertian dari ekstraksi adalah salah satu metode pemisahan satu atau bahkan lebih senyawa kimia yang terdapat dalam suatu sampel dengan pelarutnya dan ekstraksi ini dapat dilakukan dengan berbagai metode. Pada proses ekstraksi dibutuhkan bahan dan biasanya untuk mempermudah proses ekstraksi maka dibutuhkan penggunaan bahan yang kering yang mana bahan tersebut dihancurkan dan dapat berupa serbuk ataupun dalam bentuk potongan-potongan kecil (Nasyanka, 2020).

Pada proses ekstraksi dibutuhkan pelarut dan pelarut terdapat berbagai jenis sesuai dengan sifatnya, diamana yang harus kita ketahui bahwa pelarut ada yang bersifat polar dan juga ada yang bersifat semipolar dan yang terakhir jenis pelarut yang biasa digunakan adalah pelarut yang bersifat nonpolar. Pelarut polar biasa digunakan dalam mengesktraksi suatu senyawa yang bersifat polar juga begitupun pada jenis pelarut yang lain yaitu mengekstraksi sesuai dengan sifat kepolarannya (Darusman, 2016).

Pada ekstraksi dapat dilakukan salah satunya dengan maserasi dimana metode ini adalah metode yang banyak digunakan dalam percobaan dikarenakan merupakan metode yang sederhnana dan bisa digunakan pada pemisahan di skala industri maupun juga pada skala kecil. Pada metode maserasi ternyata terdapat kerugian dan kerugian yang utama pada metode ini yaitu pada pengerjaannya tidak sebentar atau memakan waktu yang lama dan selain itu juga pada perngerjannya dibutuhkan pelarut yang banyak (Tetti, 2014).

Proses ekstraksi dengan metode maserasi selain memiliki kerugian pada prosesnya juga memiliki keuntungan oada prosesnya dimana keuntungan utamanya yaitu pada pengerjaannya tidak terlalu direpotkan karena menggunakan peralatan-peralatan yang sederhana dan juga pada pengerjannya tidak dilakukan tahap pemanasan yang mempengaruhi bahan alam tidak menjadi terurai (Nurhasnawati, 2017).

 

V.           ALAT DAN BAHAN

5.1         Alat

a.       Heating mantle 

b.      Labu alas bulat 

c.       Chamber

d.      Kondensor 

e.       Statig dan klem 

f.       Gelas ukur

g.      Gelas beker

h.      Corong pemisah

i.        Batang pengaduk

j.        Batu didih

k.      Neraca analitik

l.        Kertas saring

 

5.2         Bahan

a.       Kulit manggis

b.      Etanol 

      

VI.        PROSEDUR KERJA

1.      Timbang labu alas bulat beserta batu didihnya dengan neraca analitik

2.      Timbang kertas saring dengan neraca analitik

3.      Timbang sampel sebanyak ±10 gr

4.      Dimasukkan sampel ke dalam chamber ekstraktor dan kondensor dipasang kembali (jangan lupa diolesi vaselin)

5.      Pastikan serangkaian alat soxhlet dalam kondisi lurus

6.      Ukur volume pelarut yang akan digunakan (200 mL)

7.      Tuang ke dalam labu alas bulat

8.      Masukkan batu didih ke dalam labu alas bulat (agar ketika pemanasan tidak terjadi percikan)

9.      Tutup dengan termometer (termometer diolesi vaselin terlebih dahulu)

10.  Nyalakan pompa kondensor

11.  Nyalakan heating mantle

 

Link video : https://www.youtube.com/watch?v=iXNgjkl9gRs

 

VII.     PERMASALAHAN

1.             Apa tujuan dari dilakukannya proses ekstraksi?

2.             Bahan yang memiliki karakteristik yang bagaimana yang biasa digunakan pada ekstraksi?

3.             Bagaimana prinsip kerja dari metode ekstraksi?

3 komentar:

  1. baiklah saya Desi Anis Satriani dengan NIM A1C119014 akan mencoba menjawab pertanyaan no 1. tujuan dilakukan ekstraksi adalah untuk Memisahkan komponen penyusun campuran senyawa dalam fase cair dan Mengidentifikasi senyawa aktif yang terdapat pada daun jambu air dengan ekstraksi solven

    BalasHapus
  2. Assalammualaikum wr wb, Baiklah saya Cyntia Widi Udya dengan NIM A1C119011 akan menjawab pertanyaan no 3. Prinsip kerja dari ekstraksi adalah dapat melarutkan suatu senyawa polar dalam pelarut yang bersifat polar serta dapat melarutkan senyawa non polar dalam pelarut yang bersifat non polar pula.

    BalasHapus
  3. Baiklah saya Marwina Apriyanti (A1C119017) Izin menjawab pertanyaan nomor 2. Bahan yang biasa dijadikan pelarut dalam proses ekstraksi adalah bahan yang mempunyai karakteristik mudah menguap contohnya yaitu n-heksana,kloroform dan juga Asam asetat karena memiliki aroma yang khas.

    BalasHapus

Laporan Praktikum Kimia Organik Percobaan 13 : Metode Ekstraksi Senyawa-senyawa Organik

  LAPORAN AKHIR PERCOBAAN 13 KIMIA O RGANIK I           DISUSUN OLEH : NURHAYATI (A1C119077)     DOSEN PENGAMPU : ...