JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 13
KIMIA
ORGANIK I
DISUSUN
OLEH :
NURHAYATI
(A1C119077)
DOSEN
PENGAMPU :
Dr.
Drs. SYAMSURIZAL, M. Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2021
I.
JUDUL
: Metode
Ekstraksi pada Senyawa-senyawa Organik
II.
HARI/TANGGAL
: Senin / 17 Mei 2021
III.
TUJUAN
: Adapun tujuan pada
praktikum kali ini yaitu :
1.
Memisahkan
komponen penyusun campuran senyawa dalam fase cair
2.
Mengidentifikasi
senyawa aktif yang terdapat pada daun jambu air dengan ekstraksi solven
IV.
LANDASAN
TEORI
Sebelum melakukan
percobaan kita harus terlebih dahulu mengetahui apa yang dimaksud dengan
ekstraksi, dimana pengertian dari ekstraksi adalah salah satu metode pemisahan
satu atau bahkan lebih senyawa kimia yang terdapat dalam suatu sampel dengan
pelarutnya dan ekstraksi ini dapat dilakukan dengan berbagai metode. Pada proses
ekstraksi dibutuhkan bahan dan biasanya untuk mempermudah proses ekstraksi maka
dibutuhkan penggunaan bahan yang kering yang mana bahan tersebut dihancurkan
dan dapat berupa serbuk ataupun dalam bentuk potongan-potongan kecil (Nasyanka,
2020).
Pada proses ekstraksi
dibutuhkan pelarut dan pelarut terdapat berbagai jenis sesuai dengan sifatnya,
diamana yang harus kita ketahui bahwa pelarut ada yang bersifat polar dan juga
ada yang bersifat semipolar dan yang terakhir jenis pelarut yang biasa
digunakan adalah pelarut yang bersifat nonpolar. Pelarut polar biasa digunakan
dalam mengesktraksi suatu senyawa yang bersifat polar juga begitupun pada jenis
pelarut yang lain yaitu mengekstraksi sesuai dengan sifat kepolarannya
(Darusman, 2016).
Pada ekstraksi dapat
dilakukan salah satunya dengan maserasi dimana metode ini adalah metode yang
banyak digunakan dalam percobaan dikarenakan merupakan metode yang sederhnana
dan bisa digunakan pada pemisahan di skala industri maupun juga pada skala kecil.
Pada metode maserasi ternyata terdapat kerugian dan kerugian yang utama pada metode
ini yaitu pada pengerjaannya tidak sebentar atau memakan waktu yang lama dan
selain itu juga pada perngerjannya dibutuhkan pelarut yang banyak (Tetti, 2014).
Proses ekstraksi dengan
metode maserasi selain memiliki kerugian pada prosesnya juga memiliki
keuntungan oada prosesnya dimana keuntungan utamanya yaitu pada pengerjaannya
tidak terlalu direpotkan karena menggunakan peralatan-peralatan yang sederhana
dan juga pada pengerjannya tidak dilakukan tahap pemanasan yang mempengaruhi bahan
alam tidak menjadi terurai (Nurhasnawati, 2017).
V.
ALAT
DAN BAHAN
5.1
Alat
a.
Heating
mantle
b.
Labu
alas bulat
c.
Chamber
d.
Kondensor
e.
Statig
dan klem
f.
Gelas
ukur
g.
Gelas
beker
h.
Corong
pemisah
i.
Batang
pengaduk
j.
Batu
didih
k.
Neraca
analitik
l.
Kertas
saring
5.2
Bahan
a.
Kulit
manggis
b.
Etanol
VI.
PROSEDUR
KERJA
1.
Timbang
labu alas bulat beserta batu didihnya dengan neraca analitik
2.
Timbang
kertas saring dengan neraca analitik
3.
Timbang
sampel sebanyak ±10 gr
4.
Dimasukkan
sampel ke dalam chamber ekstraktor dan kondensor dipasang kembali (jangan lupa
diolesi vaselin)
5.
Pastikan
serangkaian alat soxhlet dalam kondisi lurus
6.
Ukur
volume pelarut yang akan digunakan (200 mL)
7.
Tuang
ke dalam labu alas bulat
8.
Masukkan
batu didih ke dalam labu alas bulat (agar ketika pemanasan tidak terjadi
percikan)
9.
Tutup
dengan termometer (termometer diolesi vaselin terlebih dahulu)
10. Nyalakan pompa kondensor
11. Nyalakan heating mantle
Link video :
VII.
PERMASALAHAN
1.
Apa
tujuan dari dilakukannya proses ekstraksi?
2.
Bahan
yang memiliki karakteristik yang bagaimana yang biasa digunakan pada ekstraksi?
3.
Bagaimana
prinsip kerja dari metode ekstraksi?

baiklah saya Desi Anis Satriani dengan NIM A1C119014 akan mencoba menjawab pertanyaan no 1. tujuan dilakukan ekstraksi adalah untuk Memisahkan komponen penyusun campuran senyawa dalam fase cair dan Mengidentifikasi senyawa aktif yang terdapat pada daun jambu air dengan ekstraksi solven
BalasHapusAssalammualaikum wr wb, Baiklah saya Cyntia Widi Udya dengan NIM A1C119011 akan menjawab pertanyaan no 3. Prinsip kerja dari ekstraksi adalah dapat melarutkan suatu senyawa polar dalam pelarut yang bersifat polar serta dapat melarutkan senyawa non polar dalam pelarut yang bersifat non polar pula.
BalasHapusBaiklah saya Marwina Apriyanti (A1C119017) Izin menjawab pertanyaan nomor 2. Bahan yang biasa dijadikan pelarut dalam proses ekstraksi adalah bahan yang mempunyai karakteristik mudah menguap contohnya yaitu n-heksana,kloroform dan juga Asam asetat karena memiliki aroma yang khas.
BalasHapus