Sabtu, 22 Mei 2021

Laporan Praktikum Kimia Organik Percobaan 13 : Metode Ekstraksi Senyawa-senyawa Organik

 LAPORAN AKHIR PERCOBAAN 13

KIMIA ORGANIK I

 

 

 



 

 DISUSUN OLEH :

NURHAYATI

(A1C119077)

 

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

 

 

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


VIII. DATA PENGAMATAN

No

Perlakuan

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1

Nyalakan heating mantle

Heating Mantle yang digunakan untuk memanaskan

Mempersiapkan serangkaian alat sokletasi

 

Rangkaian alat sokletasi siap digunakan

 

2

Alirkan air ke kondensor

Kondensor berfungsi sebagai pendingin serta mempercepat proses pengembunan

 

Labu Alas Bulat atau Labu RBF  digunakan tempat menampung pelarut dan ekstrak hasil ekstraksi

 

Statif dan klem untuk menyangga alat soxhlet agar tidak goyang atau jatuh

 

3

Pelarut yang berada dialas bulat diuapkan mengalir ke bie pas side ams

4

Uap yang sudah mengalir dari bie pas side ams akan mengalir mengenai kondensor atau pendingin

Agar terjadi perubahan bentuk dari uap menjadi cair

 

5

Kemudian akan menetes kembali membasahi timbal

Dapat melarutkan zat yang diekstraksi

6

Pelarut dibiarkan setetes demi setetes samapi setinggi xifone

 

Setelah setinggi xifone pelarut yang sudah menetes di chamber akan turun Kembali ke labu alas bulat

Menghasilkan satu siklus

 

 

7

Ditimbang labu alas bulat beserta batu didihnya dengan menggunakan neraca analitik

Neraca analitik untuk menimbang alat dan sampel

 

Pipa keran digunakan sebagai tempat air yang dikeluarkan

 

Xifone berfungsi sebagai tempat lewatnya siklus

 

Gelas ukur untuk mengukur banyaknya etanol yang digunakan

 

Biker glass sebagai wadah pelarut etanol

Ditimbang untuk mengetahui massa labu alas bulat beserta batu didihnya

Pelarut yang menetes kedalam ekstraktion chamber akan mengenai sampel yang ada didalam timbal dan akan mengekstrak senyawa yang ada didalam sampel tersebut dan pelarut akan melewati xifone dan jika xifone telah mencapai permukann xifone maka seluruh cairan pelarut akan turun kembali ke labu alas bulat .

8

Kemudian timbang kertas saring yang sudah bersih dengan menggunakan neraca analitik

Ditimbang untuk mengetahui massa kertas saring

9

Dicatat berapa hasil timbangan yang didapatkan

 

10

Timbang sampel sebanyak kurang lebih 10 g

 

Ditimbang untuk mengetahui massa sampel yang digunakan

11

Dicatat berapa jumlah yang ditimbang

12

Dimasukkan sampel ke dalam chamber ekstraktor dan kondensor dipasang kembali serta jangan lupa untuk memakaikan vaselin terlebih dahulu

Corong gelas berfungsi untuk membantu proses memasukkan etanol  ke dalam chamber esktraktor

 

Batang Pengaduk berfungsi untuk memindahkan sampel

 

Batu didih berfungsi untuk meratakan panas dan tidak terjadi percikan

 

Kertas saring berfungsi untuk membungkus sampel yang akan dianalisis

 

Menggunakan vaselin agar kondensor terpasang kuat dan tidak ada kebocoran pada alat

 

Jumlah siklus sokhletasi pada percobaan ini adalah 8 siklus sokhletasi.

 

13

Pastikan kondesor dalam keadaan sudah lurus

 

14

Pastikan serangkaian alat ekstraksi soklet ini dalam kondisi lurus

 

15

Ukur volume pelarut etanol yang akan digunakan yaitu sebanyak 200 ml

Untuk mengukur banyaknya pelarut yang digunakan

16

Kemudian dituangkan kedalam RBF

Proses ekstraksi siap untuk dimulai

17

Setelah pelarut dimasukkan masukkan juga batu didih

Termometer untuk mengukur suhu

 

Kulit manggis digunakan sebagai sampel ekstraksi

 

Etanol sebagai pelarut

 

Penambahan batu didih dengan tujuan agar ketika dipanaskan tidak terjadi percikan

 

18

Kemudian tutup dengan termometer dan jangan lupa sebelum menutup harus diberikan vaselin terlebih dahulu

Menggunakan vaselin agar termometer terpasang dengan kuat dan tidak ada kebocoran pada alat

 

19

Ketika alat sudah set semuanya, kita sudah bisa menyalakan pompa dari kondensor kemudian nyalakan heating mantlenya juga

Dinyalakan alat dan proses ekstraksi dimulai

 

Massa kertas saring = 1,6389 gram

Massa kertas aring + bahan = 12, 3160 gram

Massa RBF kosong + batu didih = 165, 0478 gram 

 

IX.       PEMBAHASAN

Pada percobaan ini dilakukan dengan menggunakan metode ekstraksi sokletasi. Dimana sebelum dilakukan pemisahan terlebih dahulu dipersiapkan serangkaian alat sokletasi yang akan digunakan yaitu dengan nyalakan heating mantle kemudian alirkan air ke kondensor, pelarut yang berada dialas bulat diuapkan mengalir ke bie pas side ams, uap yang sudah mengalir dari bie pas side ams akan mengalir mengenai kondensor atau pendingin, kemudian akan menetes kembali membasahi timbal, pelarut dibiarkan setetes demi setetes samapi setinggi xifone. Serangkaian alat sokletasi siap digunakan.

Langkah pertama yaitu dengan menimbang labu alas bulat beserta batu didihnya dengan menggunakan neraca analitik, kemudian timbang kertas saring dan ditimbang jugasampel yang digunakan sebanyak kurang lebih 10 gr. Kemudian dimasukkan sampel ke dalam chamber ekstraktor dan kondensor dipasang kembali serta jangan lupa untuk memakaikan vaselin terlebih dahulu, menggunakan vaselin agar kondensor terpasang kuat dan tidak ada kebocoran pada alat. Dan pastikan serangkaian alat ekstraksi soklet ini dalam kondisi lurus.

Langkah selanjutnya yaitu ukur volume pelarut etanol yang akan digunakan yaitu sebanyak 200 ml, kemudian dituangkan kedalam RBF. Setelah pelarut dimasukkan masukkan juga batu didih, penambahan batu didih dengan tujuan agar ketika dipanaskan tidak terjadi percikan. Kemudian tutup dengan termometer dan jangan lupa sebelum menutup harus diberikan vaselin terlebih dahulu, Ketika alat sudah set semuanya, kita sudah bisa menyalakan pompa dari kondensor kemudian nyalakan heating mantlenya juga.

Jumlah siklus sokhletasi pada percobaan ini adalah 8 siklus sokhletasi. Massa kertas saring = 1,6389 gram  Massa kertas aring + bahan = 12, 3160 gram. Massa RBF kosong + batu didih = 165, 0478 gram.


X.          PERTANYAAN

1.             Pada metode ekstraksi yaitu pada metode maserasi, kapan proses ekstraksi dihentikan?

2.             Apa tujuan dari penggunaan vaseline pada alat sokletasi?

3.             Mengapa pada percobaan sokletasi sampel yang digunakan dibungkus dengan kertas saring?

 

XI.       KESIMPULAN

Adapun kesimpulan dari percobaan ini yaitu :

Metode ekstraksi padat cair yang digunakan pada percobaan ini adalah metode sokhletasi yang merupakan suatu metode bahan yang berupa padatan dengan pelarut (solven) berupa cairan secara kontinu. Peralatan yang digunakan, dinamakan dengan ekstraktor sokhlet. Prinsip ekstraksi dengan sokletasi adalah metode pemisahan suatu komponen yang terdapat dalam zat padat dengan cara penyarian secara berulang dengan menggunakan pelarut tertentu sehingga semua komponen yang diinginkan akan terisolasi.

 

XII.    DAFTAR PUSTAKA

Darusman, L. K., dkk. 2016. Domestikasi Buah Merah. Bogor : IPB Press.

Nasyanka, A. L., Na’imah, J., dan Aulia, R. 2020. Pengantar Fitokimia. Jawa timur : Qiara Media.

Nurhasnawati, H., Sukarmi, S., & Handayani, F. (2017). Perbandingan Metode Ekstraksi Maserasi dan Sokletasi terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Jambu Bol (Syzygium malaccense L.). Jurnal Ilmiah Manuntung3(1), 91-95.

Tetti, M. 2014. Ekstraksi, pemisahan senyawa, dan identifikasi senyawa aktif. Jurnal Kesehatan7(2).

 

Minggu, 16 Mei 2021

Jurnal Percobaan 13 : Metode Ekstraksi pada Senyawa-senyawa Organik

 JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 13

KIMIA ORGANIK I

 

 

 

 



DISUSUN OLEH :

NURHAYATI

(A1C119077)

 

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M. Si.


 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


I.              JUDUL                          : Metode Ekstraksi pada Senyawa-senyawa Organik

 

II.           HARI/TANGGAL        : Senin / 17 Mei 2021

 

III.        TUJUAN                       : Adapun tujuan pada praktikum kali ini yaitu :

1.             Memisahkan komponen penyusun campuran senyawa dalam fase cair

2.             Mengidentifikasi senyawa aktif yang terdapat pada daun jambu air dengan ekstraksi solven

 

IV.        LANDASAN TEORI

Sebelum melakukan percobaan kita harus terlebih dahulu mengetahui apa yang dimaksud dengan ekstraksi, dimana pengertian dari ekstraksi adalah salah satu metode pemisahan satu atau bahkan lebih senyawa kimia yang terdapat dalam suatu sampel dengan pelarutnya dan ekstraksi ini dapat dilakukan dengan berbagai metode. Pada proses ekstraksi dibutuhkan bahan dan biasanya untuk mempermudah proses ekstraksi maka dibutuhkan penggunaan bahan yang kering yang mana bahan tersebut dihancurkan dan dapat berupa serbuk ataupun dalam bentuk potongan-potongan kecil (Nasyanka, 2020).

Pada proses ekstraksi dibutuhkan pelarut dan pelarut terdapat berbagai jenis sesuai dengan sifatnya, diamana yang harus kita ketahui bahwa pelarut ada yang bersifat polar dan juga ada yang bersifat semipolar dan yang terakhir jenis pelarut yang biasa digunakan adalah pelarut yang bersifat nonpolar. Pelarut polar biasa digunakan dalam mengesktraksi suatu senyawa yang bersifat polar juga begitupun pada jenis pelarut yang lain yaitu mengekstraksi sesuai dengan sifat kepolarannya (Darusman, 2016).

Pada ekstraksi dapat dilakukan salah satunya dengan maserasi dimana metode ini adalah metode yang banyak digunakan dalam percobaan dikarenakan merupakan metode yang sederhnana dan bisa digunakan pada pemisahan di skala industri maupun juga pada skala kecil. Pada metode maserasi ternyata terdapat kerugian dan kerugian yang utama pada metode ini yaitu pada pengerjaannya tidak sebentar atau memakan waktu yang lama dan selain itu juga pada perngerjannya dibutuhkan pelarut yang banyak (Tetti, 2014).

Proses ekstraksi dengan metode maserasi selain memiliki kerugian pada prosesnya juga memiliki keuntungan oada prosesnya dimana keuntungan utamanya yaitu pada pengerjaannya tidak terlalu direpotkan karena menggunakan peralatan-peralatan yang sederhana dan juga pada pengerjannya tidak dilakukan tahap pemanasan yang mempengaruhi bahan alam tidak menjadi terurai (Nurhasnawati, 2017).

 

V.           ALAT DAN BAHAN

5.1         Alat

a.       Heating mantle 

b.      Labu alas bulat 

c.       Chamber

d.      Kondensor 

e.       Statig dan klem 

f.       Gelas ukur

g.      Gelas beker

h.      Corong pemisah

i.        Batang pengaduk

j.        Batu didih

k.      Neraca analitik

l.        Kertas saring

 

5.2         Bahan

a.       Kulit manggis

b.      Etanol 

      

VI.        PROSEDUR KERJA

1.      Timbang labu alas bulat beserta batu didihnya dengan neraca analitik

2.      Timbang kertas saring dengan neraca analitik

3.      Timbang sampel sebanyak ±10 gr

4.      Dimasukkan sampel ke dalam chamber ekstraktor dan kondensor dipasang kembali (jangan lupa diolesi vaselin)

5.      Pastikan serangkaian alat soxhlet dalam kondisi lurus

6.      Ukur volume pelarut yang akan digunakan (200 mL)

7.      Tuang ke dalam labu alas bulat

8.      Masukkan batu didih ke dalam labu alas bulat (agar ketika pemanasan tidak terjadi percikan)

9.      Tutup dengan termometer (termometer diolesi vaselin terlebih dahulu)

10.  Nyalakan pompa kondensor

11.  Nyalakan heating mantle

 

Link video : https://www.youtube.com/watch?v=iXNgjkl9gRs

 

VII.     PERMASALAHAN

1.             Apa tujuan dari dilakukannya proses ekstraksi?

2.             Bahan yang memiliki karakteristik yang bagaimana yang biasa digunakan pada ekstraksi?

3.             Bagaimana prinsip kerja dari metode ekstraksi?

Laporan Praktikum Kimia Organik Percobaan 13 : Metode Ekstraksi Senyawa-senyawa Organik

  LAPORAN AKHIR PERCOBAAN 13 KIMIA O RGANIK I           DISUSUN OLEH : NURHAYATI (A1C119077)     DOSEN PENGAMPU : ...