JURNAL
PRAKTIKUM PERCOBAAN 1
KIMIA ORGANIK I
DISUSUN
OLEH :
NURHAYATI
(A1C119077)
NAMA
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
I.
JUDUL
: Analisis Kualitatif Unsur-unsur Zat Organik
II.
HARI/TANGGAL
: Senin/15 Februari 2021
III.
TUJUAN
: Adapun tujuan pada praktikum kali ini yaitu :
Dapat mengidentifikasi halogen berupa klorin, iodin, bromin dalam unsur-unsur zat organik
IV.
LANDASAN
TEORI
Dalam bidang identifikasi senyawa organik pengajaran yang
tidak diketahui usnurnya merupakan pengertian dari analisa organik kualitatif. Dalam
analisis yang dilakukan banyak ditentukan oleh beberapa faktor dimana faktor
tersebut berhubungan sangat erat dengan ciri dari masing-masing senyawanya.
(Tim Kimia Organik, 2016)
Dalam kelangsungan makhluk hidup, zat-zat organik dan
unsur-unsur penyusunnya merupakan yang memegang peranan penting. Keragaman dari
unsur penyusunnya menentukan kereaktifan dan fungsi zat-zat organik. Dari
identifikasi unsur penyusun senyawa organik dapat diketahui peran dari unsur
dan senyawa yang menyusunnya dan setelahnya diketahui unsur-unsur penyusun
senyawa tersebut maka dapat diestimasi rumus empiris dan rumus molekulnya. (https://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/02/22/analisis-kualitatif-senyawa-organik/)
Analisis data dapat di artikan sebagai proses penelitian
yang dilakukan setelah memecahkan masalah dan sudah didapatkan hasil yang lengkap sehingga penelitian dapat
di lakukan dengan teliti. Dalam menggunakan alat, diperlukan kemahiran dalam
menggunakan alat tersebut karena memperngaruhi dalam menarik kesimpulan. Apabila
terjadi kesalahan dalam menggunakan alat maka analisis yang di dapat pun akan
berdapampak buruk terhadap penerpannya. (Muhson, 2019)
Pada analisis yang dilakukan yaitu analisis kualitatif
perlu memahami langkah-langkah ataupun proses, pola, tema, maupun rancangan
pelaku sosial dalam bermacam-macam peraturan yang disepakati di sebuah
komunitas. Selain itu juga disesuaikan dengan ciri khas atau keunikan dari
latar belakang dilakukannya suatu penelitian. (Helaluddin, 2019)
Perbedaan dan persamaan antara penelitian kuantitatif dan
kualitatif, dimulai dari penjelasan mengenai tabel. Tabel merupakan gambaran
tentang respondes setelah melewati penelitian dengan menggunakan salah satu
teknik penggalian data atau biasa yang disebut angket. Ketika semua data yang kita dapat yaitu
berupa angket maka dapat dilakukan langkah selanjutnya yaitu proses mengedit
data yang kita dapatkan tadi dan dilanjutkan denga proses koding, dan terakhir
proses tabulasi. Dan hasil akhir yang kita dapatkan berupa tabel. (Rijali,
2018)
V.
ALAT
DAN BAHAN
5.1
Alat
1.
Cawan porselin
2.
Tabung reaksi
3.
Labu
erlenmayer
4.
Kertas saring
5.
Bunsen
6.
Kaki
tiga
7.
Pinset
klem
8.
Pipet tetes
5.2
Bahan
1.
HNO3 encer
2.
AgNO3
3.
Logam Na
4.
Aquadest
VI.
PROSEDUR
KERJA
6.1
Mengekstrak
Lassaignes
Kertas
saring
-
Logam
natrium di keringkan di kertas saring
Bunsen
-
Dipanaskan
logam natrium sampai membentuk gumpalan mengkilap
-
Ditambahkan
bubuk senyawa organik dalam lelehan natrium
-
Dipanaskan
campuran sampai merah panas
Cawan porselen
-
Diletakkan
campuran ke dalam cawa poselen yang sudah terdapat 10 ml air dan di hancurkan
Bunsen
-
Dipanaskan
larutan selama sekitar 10 menit
Kertas saring
-
Di
saring larutan, dan sekarang disebut sebagai ekstrak lassaigne
Tabung reaksi
-
Di
pisahkan ekstrak lassaigne ke dalam beberapa tabung reaksi untuk dilakukan tes
yang berbeda
6.2 Halogen
Tabung
reaksi
-
Dimasukkan
ekstrak natrium
-
Ditambahkan
beberapa tetes larutan HNO3
Bunsen
-
Dipanaskan
campuran larutan tersebut
Tabung reaksi
-
Setelahnya
didinginkan
-
Setelah
dingin ditambahkan beberapa tetes larutan AgNO3
-
Diamati
perubahan warna yang terjadi
Hasil
VII. PERMASALAHAN
1.
Mengapa
pengeringan logam natrium di lakukan dengan menggunakan kertas saring
2.
Mengapa
pemanasan larutan dilakukan selama 10 menit?
3. Mengapa
larutan yang sudah di panaskan sebelum ditambakan larutan lain didinginkan
terlebih dahulu?

assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, perkenalkan saya yiyin novela (A1C119062), ingin menjawab permasalahan no 1. pengeringan logam natrium di lakukan dengan menggunakan kertas saring bertujuan agar logam natrium terbebas dari pengotor, dimana kertas saring dapat melakukan filtrasi volume dan permukaan. Dengan filtrasi volume, partikel terperangkap di sebagian besar kertas saring. Dengan filtrasi permukaan, partikel terperangkap pada permukaan kertas.
BalasHapusperkenalkan saya Lenny Friskha Tamba (A1C119035), mencoba menjawab permasalahan no 2. Supaya mendapatkan hasil yg valid pada percobaan mengekstrak lassaignes, jika tidak melakukan pemanasan larutan selama 10 menit kemungkinan hasil dari percobaan tersebut tidak berhasil/tidak valid.
BalasHapusBaiklah perkenalkan saya Ike Sonia (A1C119032) akan menjawab permasalahan nomor 3. Larutan yang sudah di panaskan sebelum ditambakan larutan lain didinginkan terlebih dahulu karena pada saat kondisi panas, zat yang ada pada larutan masih memecah. Tujuan dari didinginkan dahulu adalah supaya zat yang ada bisa benar-benar larut dalam larutan itu. Pada saat kondisi panas biasanya larutan akan menyerap banyak hal, contohnya jika larutan itu panas dan dituangkan ke saringan berbentuk kertas tisu, maka zat di kertas tisu akan tercampur ke larutan sehingga mengubah zat yang ada dalam larutan itu dan juga untuk menjaga agar saringan tetap awet. Oleh karena itu zat harus didinginkan terlebih dahulu sebelum dicampurkan
BalasHapus