JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 4
KIMIA ORGANIK I
DISUSUN OLEH :
NURHAYATI
(A1C119077)
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
I.
JUDUL
: Pemurnian Zat
Padat
II.
HARI/TANGGAL
: Senin/8 Maret 2021
III.
TUJUAN
: Adapun tujuan pada
praktikum kali ini yaitu :
Untuk
mengetahui cara pemurnian zat padat dengan menggunakan metode rekristalisasi
dan sublimasi
IV. LANDASAN TEORI
Satu dari sekian metode-metode yang ampuh digunakan dalam
pemurnian zat padat, dimana berdasarkan
perbedaan yang terdapat dalam kelarutan zat dari hasil yang ingin didapatkan
dan juga dari kotorannya merupakan maksud dari rekristalisai. Pada dasarnya di proses
rekristalisai larutan akan mengalami sebuah proses yaitu pengendapana jika suatu
senyawa larutan yang digunakan telah mencapai titik kejenuhnya (Oxtoby, 2001).
Di
dalam proses rekristalisasi digunakan pelarut yang mana disesuaikan terlebih
dahulu sifat fisikokimia dari pelarut dan zat yang akan diuji cobakan. Suatu
pelarut yang digunakan hendaknya tidak mengalami reaksi kimia ketika
direaksikan dengan padatan pada saat dilakukan proses rekristalisasi. Dan juga
dari kelarutan padatan yang digunakan harus bisa menyesuaikan dimana ketika
dalam keadaan yang panas maka kelarutan padatannya harus tinggi, begitu juga
sebaliknya begitu dalam keadaan yang dingin maka kelarutan padatannya harus
rendah. (Kristanti, 2008).
Suatu cara yang biasa dilakukan dimana dalam proses
pemurnian zat padat yang digunakan dari pengotornya yaitu dilakukan dengan cara
mengkritalkan kembali zat yang digunakan setelah dilarutkan. Satu hal yang
harus diingat dalam proses rekristalisasi adalah perbedaan dari kelarutan
antara zat yang hendak dilakukan pemurnian dengan pengotornya (Pinalla, 2011).
jurnal.lapan.go.id/index.php/majalah_sains_tekgan/article/viewFile/1635/1473
Suatu
proses perubahan dimana es yang pada dasarnya terdiri dari bahan beku mengalami
proses perubahan langsung menjadi uap tanpa ada melewati poses pencairan sebelumnya
yaitu disebut juga sublimasi (Syafurjaya, 2009).
https://jurnalbaca.pdii.lipi.go.id/index.php/baca/article/viewFile/116/49
Suatu
metode yang digunakan dalam proses pemisahan campuran yang mana dilakukan
dengan cara menguapkan suatu zat padat dengan tidak adanya melewati fasa cair
sehingga diperoleh kotoran tak menyunlim tidak akan terikut serta (Faputri,
2016).
jurnal.pap.ac.id/index.php/JTPA/article/download/15/11
V.
ALAT
DAN BAHAN
5.1
Alat
1.
Gelas
kimia
2.
Sudip
3.
Cawan
porselen
4.
Kompor
kecil
5.
Corong
buncher
6.
Pipa
kapiler
7.
Alat
MPA
8.
Gelas
wool
9.
Bunsen
kaki tiga
5.2
Bahan
1.
Asam
benzoat
2.
Glukosa
3.
Air
suling
4.
Karobon
aktif
5.
Naftalen
6.
Kertas
saring whatman
7.
Pasir
8.
Air
dingin
VI.
PROSEDUR
KERJA
6.1
Rekristalisasi
1.
Dipanaskan 50 ml air suling sampai
adanya gelembung
2.
Ditempat lain, dibuat campuran asam
benzoate, glukosa dan karbon aktif dengan asam benzoate 2 sudip, glukosa 1 sudip dan karbon 1 sudip
3.
Setelah air suling tersebut mendidih,
dimasukkan air panas kedalam campuran yang telah kita buat sebelumnya ( asam
benzoate, glukosa dan karbon) dengan sedikit-sedikit dan diaduk
4.
Disaring larutan yang telah dipanaskan
tersebut dengan menggunakan corong buncher selagi dalam keadaan panas
5.
Disiapkan lagi air panas kedua kali dan
Didinginkan larutan tersebut
6.
Setelah
didinginan, disaring kembali larutan tersebut menggunakan kertas saring
whatman
7.
Ditempat lain, sambil menuggu larutan
tersaring disiapkan air dingin atau air es
8.
Didinginkan air yang ditampung dari
penyaringan tadi dengan menggunakan es yang telah disiapkan dan Didapatkan Kristal, dan kita
pindahkan ke wadah
9.
Dimasukkan Kristal yang telah terbentuk
kedalam pipa kapiler
10. Dan
Dimasukkan pipa kapiler tersebut kedalam alat MPA agar dapat diukur titik
lelehnya
6.2
Sublimasi
1.
Disiapkan
campuran naftalen dan juga pasir
2.
Dilubangi kertas saring whatman
3.
Ditutup cawan porselen tersebut
menggunkan kertas saring yang telah dilubangi sebelumnya
4.
Disumbat
corong menggunakan gelas wool
5.
Disiapkan penangasnya yaitu Bunsen dan
juga kaki tiga
6.
Dipanaskan cawan yang telah ditutup
dengan kertas saring selama 5 menit. Adanya uap air pada kertas saring berarti
terjadinya sulimasi pada proses tersebut
7.
Didapatkan kristal pada corong tersebut
dimasukkan Kristal yang telah didapatkan tersebut kedalam pipa kapiler
8.
Disumbat pipa kapiler tersebut
menggunakan gelas wool
9.
Diukur titik lelehnya menggunakan
minyak. Dikarenakan minyak mempunyai titik didih yag tinggi
Link video : https://youtu.be/SP6a50OKJLU
VII.
PERMASALAHAN
1.
Bagaimana
tujuan dari pemanasan air yang dilakukan hingga timbul gelembung?
2.
Mengapa
diperlukan tahapan pendiginan larutan sebelum di saring kembali?
3.
Mengapa
dilakukan proses penyumbatan pada corong dengan menggunakan gelas wool?

Perkenalkan saya Desri Indah Rahmadona Nim A1C119041 saya akan menjawab pertanyaan no 2 yakni Fungsi dari pendinginan ini adalah untuk memperoleh kristal asam benzoat yang lebih murni yang sebelumnya telah tercemar Agar proses rekristalisasi ini dapat berjalan dengan baik, kotoran setidak-tidaknya harus dapat larut dalam pelarut untuk rekristalisasi atau mempunyai kelarutan lebih besar dari senyawa yang akan diperoleh
BalasHapusperkenalkan saya yiyin novela (A1C119062) ingin menjawab pertanyaan no 1, pemanasan air hingga timbul gelembung bertujuan agar asam benzoat dapat dilarutkan lebih cepat, dimana assam benzoat sulit larut dalam air dingin.
BalasHapusSaya Ahmad Rivaldi (047) akan menjawab pertanyaan no 3. Hal tersebut dilakukan supaya kristal yang ada di pipa kapiler tidak keluar jadi perlu dilakukan penyumbatan pada pipa kapiler
BalasHapus