Sabtu, 06 Maret 2021

Jurnal Percobaan 4 : Pemurnian Zat Padat

JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 4

KIMIA ORGANIK I


 

 

 


 

 

 

DISUSUN OLEH :

NURHAYATI

(A1C119077)

 

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

 



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021 


I.              JUDUL                          : Pemurnian Zat Padat

 

II.           HARI/TANGGAL        : Senin/8 Maret 2021

 

III.        TUJUAN                       : Adapun tujuan pada praktikum kali ini yaitu :

Untuk mengetahui cara pemurnian zat padat dengan menggunakan metode rekristalisasi dan sublimasi

 

IV.        LANDASAN TEORI

Satu dari sekian metode-metode yang ampuh digunakan dalam pemurnian zat padat, dimana  berdasarkan perbedaan yang terdapat dalam kelarutan zat dari hasil yang ingin didapatkan dan juga dari kotorannya merupakan maksud dari rekristalisai. Pada dasarnya di proses rekristalisai larutan akan mengalami sebuah proses yaitu pengendapana jika suatu senyawa larutan yang digunakan telah mencapai titik kejenuhnya (Oxtoby, 2001).

https://books.google.co.id/books?id=sfHquVdOGSAC&printsec=frontcover&dq=Prinsip-2+Kim ia+Modern/1+Ed.4+-+Google+Buku&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwis2tOMs57vAhVTeX0Khak sD1cQ6AEwAHoECAAQAg#v=onepage&q=Prinsip-2%20Kimia%20Modern%2F1%20Ed.4% 20-%20Google%20Buku&f=false

Di dalam proses rekristalisasi digunakan pelarut yang mana disesuaikan terlebih dahulu sifat fisikokimia dari pelarut dan zat yang akan diuji cobakan. Suatu pelarut yang digunakan hendaknya tidak mengalami reaksi kimia ketika direaksikan dengan padatan pada saat dilakukan proses rekristalisasi. Dan juga dari kelarutan padatan yang digunakan harus bisa menyesuaikan dimana ketika dalam keadaan yang panas maka kelarutan padatannya harus tinggi, begitu juga sebaliknya begitu dalam keadaan yang dingin maka kelarutan padatannya harus rendah. (Kristanti, 2008).

https://books.google.co.id/books?id=3BnIDwAAQBAJ&printsec=frontcover&dq=Fitokimia+-+ Google+Buku&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwj28Lf2sp7vAhXST30KHe7bDa8Q6AEwAHoECAMQAg#v=onepage&q=Fitokimia%20-%20Google%20Buku&f=false                                                   

Suatu cara yang biasa dilakukan dimana dalam proses pemurnian zat padat yang digunakan dari pengotornya yaitu dilakukan dengan cara mengkritalkan kembali zat yang digunakan setelah dilarutkan. Satu hal yang harus diingat dalam proses rekristalisasi adalah perbedaan dari kelarutan antara zat yang hendak dilakukan pemurnian dengan pengotornya (Pinalla, 2011).

jurnal.lapan.go.id/index.php/majalah_sains_tekgan/article/viewFile/1635/1473

Suatu proses perubahan dimana es yang pada dasarnya terdiri dari bahan beku mengalami proses perubahan langsung menjadi uap tanpa ada melewati poses pencairan sebelumnya yaitu disebut juga sublimasi (Syafurjaya, 2009).

https://jurnalbaca.pdii.lipi.go.id/index.php/baca/article/viewFile/116/49

Suatu metode yang digunakan dalam proses pemisahan campuran yang mana dilakukan dengan cara menguapkan suatu zat padat dengan tidak adanya melewati fasa cair sehingga diperoleh kotoran tak menyunlim tidak akan terikut serta (Faputri, 2016).

jurnal.pap.ac.id/index.php/JTPA/article/download/15/11 


V.           ALAT DAN BAHAN

5.1         Alat

1.      Gelas kimia

2.      Sudip

3.      Cawan porselen

4.      Kompor kecil

5.      Corong buncher

6.      Pipa kapiler

7.      Alat MPA

8.      Gelas wool

9.      Bunsen kaki tiga

 

5.2         Bahan

1.      Asam benzoat

2.      Glukosa

3.      Air suling

4.      Karobon aktif

5.      Naftalen

6.      Kertas saring whatman

7.      Pasir

8.      Air dingin

 

VI.        PROSEDUR KERJA

6.1         Rekristalisasi

1.      Dipanaskan 50 ml air suling sampai adanya gelembung

2.      Ditempat lain, dibuat campuran asam benzoate, glukosa dan karbon aktif dengan asam benzoate  2 sudip, glukosa 1 sudip dan karbon 1 sudip

3.      Setelah air suling tersebut mendidih, dimasukkan air panas kedalam campuran yang telah kita buat sebelumnya ( asam benzoate, glukosa dan karbon) dengan sedikit-sedikit dan diaduk

4.      Disaring larutan yang telah dipanaskan tersebut dengan menggunakan corong buncher selagi dalam keadaan panas

5.      Disiapkan lagi air panas kedua kali dan Didinginkan larutan tersebut

6.      Setelah  didinginan, disaring kembali larutan tersebut menggunakan kertas saring whatman

7.      Ditempat lain, sambil menuggu larutan tersaring disiapkan air dingin atau air es

8.      Didinginkan air yang ditampung dari penyaringan tadi dengan menggunakan es yang telah  disiapkan dan Didapatkan Kristal, dan kita pindahkan ke wadah

9.      Dimasukkan Kristal yang telah terbentuk kedalam pipa kapiler

10.  Dan Dimasukkan pipa kapiler tersebut kedalam alat MPA agar dapat diukur titik lelehnya

 

6.2         Sublimasi

1.      Disiapkan campuran naftalen dan juga pasir

2.      Dilubangi kertas saring whatman

3.      Ditutup cawan porselen tersebut menggunkan kertas saring yang telah dilubangi sebelumnya

4.      Disumbat corong menggunakan gelas wool

5.      Disiapkan penangasnya yaitu Bunsen dan juga kaki tiga

6.      Dipanaskan cawan yang telah ditutup dengan kertas saring selama 5 menit. Adanya uap air pada kertas saring berarti terjadinya sulimasi pada proses tersebut

7.      Didapatkan kristal pada corong tersebut dimasukkan Kristal yang telah didapatkan tersebut kedalam pipa kapiler

8.      Disumbat pipa kapiler tersebut menggunakan gelas wool

9.      Diukur titik lelehnya menggunakan minyak. Dikarenakan minyak mempunyai titik didih yag tinggi

 

Link video : https://youtu.be/SP6a50OKJLU

 

VII.     PERMASALAHAN

1.             Bagaimana tujuan dari pemanasan air yang dilakukan hingga timbul gelembung?

2.             Mengapa diperlukan tahapan pendiginan larutan sebelum di saring kembali?

3.             Mengapa dilakukan proses penyumbatan pada corong dengan menggunakan gelas wool?

3 komentar:

  1. Perkenalkan saya Desri Indah Rahmadona Nim A1C119041 saya akan menjawab pertanyaan no 2 yakni Fungsi dari pendinginan ini adalah untuk memperoleh kristal asam benzoat yang lebih murni yang sebelumnya telah tercemar Agar proses rekristalisasi ini dapat berjalan dengan baik, kotoran setidak-tidaknya harus dapat larut dalam pelarut untuk rekristalisasi atau mempunyai kelarutan lebih besar dari senyawa yang akan diperoleh

    BalasHapus
  2. perkenalkan saya yiyin novela (A1C119062) ingin menjawab pertanyaan no 1, pemanasan air hingga timbul gelembung bertujuan agar asam benzoat dapat dilarutkan lebih cepat, dimana assam benzoat sulit larut dalam air dingin.

    BalasHapus
  3. Saya Ahmad Rivaldi (047) akan menjawab pertanyaan no 3. Hal tersebut dilakukan supaya kristal yang ada di pipa kapiler tidak keluar jadi perlu dilakukan penyumbatan pada pipa kapiler

    BalasHapus

Laporan Praktikum Kimia Organik Percobaan 13 : Metode Ekstraksi Senyawa-senyawa Organik

  LAPORAN AKHIR PERCOBAAN 13 KIMIA O RGANIK I           DISUSUN OLEH : NURHAYATI (A1C119077)     DOSEN PENGAMPU : ...