JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 6
KIMIA
ORGANIK I
DISUSUN
OLEH :
NURHAYATI
(A1C119077)
DOSEN
PENGAMPU :
Dr.
Drs. SYAMSURIZAL, M. Si.
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2021
I.
JUDUL
: Reaksi-reaksi Aldehid
II.
HARI/TANGGAL
: Senin / 22 Maret 2021
III. TUJUAN : Adapun tujuan pada praktikum kali ini yaitu :
1.
Dapat
mengetahui hasil dari reaksi dengan menggunakan uji Tollens
2.
Dapat
mengetahui hasil dari reaksi dengan menggunakan uji Fehling
IV. LANDASAN TEORI
Suatu senyawa karbon dimana pada senyawa ini terdapat
suatu gugus dan tidak asing bagi kita untuk mendengar nama gugus ini yaitu yang
biasa dinamakan dengan gugus karbonil (C=O) dan letak dari gugus ini biasanya
terdapat di ujung dari suatu rantai karbon dan tentu juga ciri dari senyawan
ini yaitu dimana rantai ini diakhiri dengan atom hidrogen. Adanya nama aldehid
dikarenakan dari suatu yang diturunkan dari suatu nama yang biasa kita dengar dengan
nama asam karboksilat, dimana yang semestinya pada akhir nama ada kata at maka
digantikan dengan penggunaan kata yang lain yaitu aldehid dan juga kata asam
yang terdapat sebelumnya dihilangkan (Antonius, 2021).
Pada uji yang biasa dilakukan di reaksi aldehid yaitu uji
Fehlings, dimana pada perlakuannya digunakan suatu pereaksi dari fehling dan kemudian
ditambahkan suatu karbohidrat pereduksi yang kemudian dipanaskan yang mana pada
akhirnya nanti akan terjadi suatu perubahan yaitu pada warnanya. Selain itu
pada reaksi ini juga dilakukan uji yang lain yitu uji tollens dengan cara
mereaksikan suatu larutan yaitu larutan perak nitrat dan juga suatu larutan
amonium hidroksida dan dilakukan dengan pelan-pelan, yang nantinya suatu
endapan yang terbentuk tersebut akan ikut larut (Sumargjo, 2008).
Suatu senyawa organik didalamnya terdapat suatu gugus
karbonil terminal yang mana ciri dari senyawa ini merupakan ciri dari suatu
aldehida dan yang perlu diketahui adalah kandungan yang dimiliki dari gugus
fungsi ini yaitu terbentuk karena ada atom karbon di dalamnya dan atom ini
berikatan dengan suatu atom hidrogen dan juga merupakan suatu ikatan rangkap
dengan atom oksigen. Yang perlu diketahui bahwa kata dari aldehida merupakan
suatu kependekan dari kata alkohol hidrogenasi yang mana kata ini bermaksud
memilik arti bahwa lakohol yang terhidrigenasi
(Pratama, 2013).
Membahas mengenai
aldehid maka perlu juga diketahui bahwa aldehid ini mengalami dua reaksi yang
seperti pada umumnya, dan reaksi yang pertama itu reaksi oksidasi dimana
dikarenakan sifat dari aldehid yang merupakan sebuah reduktor kuat yang mana
efeknya bisa mereduksi suatu oksidator-oksidator yang bersifat lemah dan juga akan dihasilkan dari reaksi ini yaitu
berupa asam karboksilat. Dan reaksi yang kedua yaitu reaksi adisi yang
merupakan suatu reaksi yang memutuskan suatu ikatan rangkap, dimana jika pada
proses adisi ini pereaksinya bersifat polar maka akan mempengaruhi hasilnya
yaitu akan bersifat positif dan terikat pada atom oksigen begitupun sebaliknya
jika hasilnya bersifat negatif maka nantinya akan terikat pada atom karbon
(Marzuki, 2010).
V.
ALAT
DAN BAHAN
5.1
Alat
1.
Tabung reaksi
2.
Gelas kimia
3.
Lampu spiritus
4.
Kaki tiga
5.
Pipet tetes
5.2
Bahan
1.
Larutan sampel organik
2.
Larutan fehling
3.
Air
4.
AgNO3
5.
NaOH
6.
Amonium Hidroksida
VI.
PROSEDUR
KERJA
6.1
Uji
Fehlings
1.
Dimasukkan larutan fehling ke dalam tabung reaksi sebanyak 1 ml
2.
Ditambahkan larutan sampel oragnik sebanyak 1 ml secara
perlahan
3.
Diamati perubahan warna yang terjadi
4.
Ditambahkan sejumlah sampel organik
5.
Dipanaskan
6.
Diamati perubahan warna
6.2
Uji
Tollens
1.
Dimasukkan 1 ml larutan AgNO3 ke dalam tabung reaksi
2.
Ditambahkan NaOH sebanyak 2 tetes
3.
Diamati perubahan warna yang terjadi
4.
Ditambahkan amonium hidroksida secara perlahan
5.
Diguncang tabung reaksi
6.
Diamati perubahan warna yang terjadi
7.
Ditambahkan larutan sampel organik
8.
Dipanaskan
9.
Diamati perubahan warna
Link video : https://youtu.be/47Ux-0-9zRc
VII. PERMASALAHAN
1.
Mengapa
perlu dilakukan pemanasan pada uji Tollens?
2.
Apa
fungsi dari larutan fehling pada percobaan uji fehling?
3.
Bagaimana
prinsip dari uji Tollens dan Fehling?

Assalamualaikum perkenalkan saya Desri Indah Rahmadona A1C119041 saya akan menjawab pertanyaan no 1 yaitu tujuan dari pemanasan dilakukan untuk mengetahui reaksi yang terjadi pada larutan tersebut apakah bereaksi dengan baik , serta untuk mengetahui suatu perubahan yang terjadi pada larutan harus dilakukan pemanasan untuk mencapai titik didih larutan tersebut dengan itu kita bisa melihat apa yang terjadi pada larutan apakah mengalami perubahan warna atau terdapat 2 fasa atau mengalami penguapan dan lain-lain
BalasHapusSaya Ahmad Rivaldi (047) akan menjawab pertanyaan no 3, Prinsip dari uji Tollens ini adalah digunakan untuk membedakan senyawa aldehid dan keton dalam suatu sampel dengan menambahkan reagen Tollens yaitu AgNO3 dimana akan terjadi reaksi reduksi oksidasi. Aldehid dioksidasi menjadi anion karboksilat, ion Ag+ dalam reagensia Tollens direduksi menjadi logam Ag.
BalasHapusSementara Prinsip dari uji fehling ini adalah membedakan gugus aldehid dan keton dalam suatu sampel dengan menambahkan reagen Fehling A dan Fehling B, dimana Fehling A adalah CuSO4 dan Fehling B adalah campuran dari NaOH dan Na-K-tatrat.
baiklah saya Marwina Apriyanti (A1C119017) Izin menjawab pertanyaan nomor 2. fungsi larutan fehling pada uji fehling adalah untuk menguji kandungan gula pereduksi (monosakarida atau disakarida) dalam suatu sampel
BalasHapus