Minggu, 09 Mei 2021

Jurnal Percobaan 12 : Teknik Pemisahan dengan Kromatografi Kolom

 JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 12

KIMIA ORGANIK I

 

 

 


 

 

 

 DISUSUN OLEH :

NURHAYATI

(A1C119077)

 

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M. Si.


 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


I.              JUDUL                          : Teknik Pemisahan dengan Kromatografi Kolom

 

II.           HARI/TANGGAL        : Senin / 10 Mei 2021

 

III.        TUJUAN                       : Adapun tujuan pada praktikum kali ini yaitu :

1.             Untuk mengetahui teknik pemisahan dengan kromatografi lapis tipis

2.             Untuk mengetahui fase diam dan fase gerak pada pemisahan kromatografi lapis tipis

 

IV.        LANDASAN TEORI

 Dalam sebuah kromatografi kolom terdapat sebuah kolom dimana kolom tersebut diisi dengan suatu campuran yang terdiri dari zat terlarut yang dilakukan dengan bertujuan untuk dipisahkan, dimana pada praktiknya dilakukan penambahan pelarut, pada dasarnya penggunaan dari zat terlarut yang berbeda maka akan bergerak dengan kecepatan yang berbeda pula yang nantinya akan mengakibatkan adanya pita-pita. Pada permisahan dengan kromatografi kolom pada akhirnya akan dihasilkan fraksi yang terpisah dan akan dikumpulkan dalam sebuah alat berupa labu yang lain yang tidak digunakan atau dianalisis (Oxtoby, 2001).

Pada percobaan pemisahan dengan kromatografi kolom menggunakan silika gel, dimana silika gel adalah suatu bentuk dari silika yang mana silika ini diperolah dari suatu proses yaitu proses penggumpalan sol menjadi suatu materi padat. Dipilihnya penggunaan silika gel karena silika gel ini memiliki sifat yaitu bersifat amort dengan kapasistas penyerapan yang tinggi yang mana mengakibatkan silika gel sangat dibutuhkan penggunaannya sebagai adsorben dari logam berat, desikan dan juga peyanngga katalis (Fabiani, 2018).


V.           ALAT DAN BAHAN

5.1         Alat

a.       Bejana KLT

b.      Plat KLT

c.       Labu Erlenmeyer

d.      Batang pengaduk

e.       aluminium foil

f.       corong gelas

g.      stopper

h.      karet gelang

i.        spatula

j.        pipet Pasteur

k.      jarum

 

5.2         Bahan

a.       Larutan baku EPMS

b.      Larutan sampel ekstrak rimpang kencur

c.       Silica gel

d.      Eluen

      

VI.        PROSEDUR KERJA

Kromotografi Kolom Bagian 1

1.             Siapkan 4 bejana KLT yang diisi dengan 4 fase gerak yang berbeda, lalu di jenuhkan

2.             Siapkan 4 plat KLT dengan ukuran 3 x 10 cm, beri tanda batas bawah 1,5 cm dan batas atas 0,5 cm

3.             Siapkan larutan baku EPMS dan larutan sampel ekstrak rimpang kencur

4.             Totolkan larutan baku EPMS sebanyak 2 miu L dan ekstrak rimpang kencur sebnayak 4 miu L pada masing-masing plat KLT

5.             Buat jarak antar noda 1,5 cm. usahakan diameter noda yang terbentuk tidak lebih dari 0,3 cm

6.             Masukkan plat KLT pada bejana  yang sudah dijenuhkan

7.             Eluasi hingga batas atas plat KLT

8.             Visualisasi plat KLT dibawah UV 254 nm

9.             Beri tanda noda yang terlihat dan hitung derajat keterpisahan alpha dari EPMS terhadap noda terdekat.

 

Kromotografi Kolom Bagian 2

1.             Timbang silica gel sebanyak 50 gram

2.             Masukkan silica gel kedalm labu Erlenmeyer

3.             Tambahkan fase gerak terpilih hingga semua silica gel terbasahi

4.             Aduk dengan batang pengaduk

5.             Tutup dengan aluminium foil

6.             Goyangkan labu Erlenmeyer untuk membantu supaya silica gel terbasahi secara merata dengan eluen

7.             Tuangkan campuran silica gel dan eluen kedalam kolom dengan bantuan corong gelas

8.             Buka stopper dibagian bawah kolom untuk mengeluarkan eluen

9.             Jika masih ada sisa silica gel didalam labu Erlenmeyer, ditambahkan lagi eluen dan masukkan kedalam kolom

10.         Tutup stopper dibagian bawah kolom

11.         Pastikan eluen dalam kolom terisi penuh, kemudian tutup dengan aluminium foil dan rekatkan dengan karet gelang

12.         Hal ini untuk memastikan agar kolom tidak kering selama penyimpanan

13.         Diamkan selama 1-2 jam sebelum digunakan (pada praktikum kali ini kolom dibiarkan selama 7 hari sebelum digunakan)

14.         Siapkan 0,5 gram ekstrak rimpang kencur dan 0,5 gram silica gel

15.         Tambahkan silica gel sedikit demi sedikit kedalam ekstrak

16.         Aduk dengan spatula hingga homogen dan ekstrak menjadi kering (menjadi serbuk)

17.         Buka penutup aluminium foil dari kolom

18.         Keluarkan eluen dari kolom dengan cara membuka stopper dari bagian bawah kolom

19.         Keluarkan eluen hingga batas 0,5 cm dari permukaan atas fase diam

20.         Tutup stopper

21.         Masukkan sampel kering kedalam kolom dan pastikan sampel terdistribusi merata diatas kolom

22.         Siapkan silica gel sebanyak 0,5 gram dan masukkan kedalam kolom

23.         Hal ini untuk melindungi ekstrak supaya tetap rata pada saat ditambahkan eluen

24.         Tambahkan eluen melalui dinding kolom dengan bantuan pipet Pasteur

25.         Alirkan eluan dan tampung dalam baker

26.         Beberapa ml eluan yang keluar pertama kali dari kolom belum mengandung senyawa kimia dari ekstrak, oleh karena itu tampungan ini bisa dibuang

27.         Umumnya sekitar 50% dari volume kolom

28.         Selanjutnya tamping fraksi dalam fial yang sudah ditara sebanyak 10 ml dan sudah ditandai dengan nomor

29.         Atur kecepat alir 1 tetes per detik

30.         Jika sudah penuh 10 ml ganti dengan vial berikutnya

31.         Tutup vial dengan aluminium foil dan lubangi atasnya dengan bantuan jarum

32.         Biarkan hingga Sebagian besar eluen menguap

 

Link video : https://youtu.be/U0r4cCoOhmY

https://youtu.be/x2vyBTezcy0

 

VII.     PERMASALAHAN

1.             Mengapa pada percobaan dilakukan penutupan dengan menggunakan aluminium foil?

2.             Mengapa pada percobaan dipilih penggunaan dari larutan sampel ekstrak rimpang kencur?

3.             Mengapa pada eluen yang digunakan didiamkan selama 1-2 jam sebelum digunakan (pada praktikum kali ini kolom dibiarkan selama 7 hari sebelum digunakan)?

3 komentar:

  1. Baiklah perkenalkan saya Ike Sonia (A1C119032) akan menjawab permasalahan nomor 1. Pada percobaan dilakukan penutupan dengan menggunakan aluminium foi dikarenakan agar larutan tidak terkontaminasi dengan zat-zat yang lainnya yang nantinya akan mempengaruhi hasil percobaan

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum. Saya Teguh Arizki (A1C119008) akan menjawab permasalah no 3. Hal ini bertujuan untuk menjenuhkan eluen.

    BalasHapus
  3. Baiklah saya gadis septyo wulandari dengan nim a1c119026 akan menjawab permasalahan nomor 2. Dipilihnya sampel ekstrak rimpang kencur dikarenakan praktikan ingin memisahkan komponen komponen yang ada pada ekstrak tersebut

    BalasHapus

Laporan Praktikum Kimia Organik Percobaan 13 : Metode Ekstraksi Senyawa-senyawa Organik

  LAPORAN AKHIR PERCOBAAN 13 KIMIA O RGANIK I           DISUSUN OLEH : NURHAYATI (A1C119077)     DOSEN PENGAMPU : ...