JURNAL
PRAKTIKUM PERCOBAAN 5
KIMIA
ORGANIK I
DISUSUN
OLEH :
NURHAYATI
(A1C119077)
DOSEN
PENGAMPU :
Dr.
Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2021
I.
JUDUL
: Reaksi-reaksi
Hidrokarbon
II.
HARI/TANGGAL
: Senin / 15 Maret 2021
III.
TUJUAN
: Adapun tujuan pada
praktikum kali ini yaitu :
IV.
LANDASAN
TEORI
Hidrokarbon seperti yang kita ketahui yaitu jenuh dan ada
juga hidrokarbon tak jenuh, yang mana hidrokarbon bisa dikatakan jenuh disebabkan
karena adanya ikatan tidak rangkap begitupun sebaliknya hidrokarbon tak jenuh
disebabkan karena adanya ikatan rangkap. Satu dari sekian banyak yang termasuk
di dalam golongan hidrokarbon yang terdapat dalam minyak bumi yang mana yaitu
hidrokarbon aromatik dan yang paling banyak diketahui oleh orang-orang yaitu
benzena (Oxtoby, 2003).
Di dalam reaksi hidrokarbon terdapat yang namanya reaksi
adisi, yang mana yang dimaksud dari reaksi ini yaitu pada senyawa tersebut
adalah ikatan rangkap yang kemudian dilakukan dengan menambahkan molekul
sederhana. Yang dimaksud dari kata sederhana disini yaitu misalnya dengan
menambahkan gas hidrogen yang digunakan ke dalam senyawa dari etena dimana
dalam penambahannya menggunakan bantuan dari katalis nikel (Ni). Terjadinya proses
adisi sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya pengaruh dari struktur senyawa
yang akan direaksikan, selain dari faktor itu ada faktor lain juga yaitu pengaruh
dari katalis dan juga pengaruh dari kondisi reaksi yang digunakan (Warsito,
2018).
Suatu reaksi yang terjadi dikarenakan tergantinya suatu
atom atau gugus yang digantikan dengan
atom atau gugus lain, atau dapat disimpulkan terjadinya sebuah proses
penggantian atau penukaran ini merupakan pengertian dari reaksi subsititusi. Terjadinya
reaksi ini dibedakan lagi menjadi beberapa reaksi berdasarkan dari pereaksi
yang digunakan, nah yang dimaksud yaitu ada reaksi substitusi radikal bebas
yang mana reaksi ini disebut bebas dikarenakan ketika terjadi proses
penggantian yang menggantikannya adalah gugus radikal bebas. Begitupun dengan
jenis reaksi yang lain misal reaksi substiusi nuklefilik, dimana reaksi juga
dapat terjadi dikarenakan pada saat proses penggantian yang menggantikan itu
adalah pereaksi nuklofil (Sumrdjo, 2009).
Membahas tentang karbon tentu juga berhubungan dengan
senyawa karbon, dimana senyawa dari karbon dapat dibedakan menjadi beberapa golongan
yang bedakan misalnya berdasarkan jenis rantainya. Nah jenis-jenisnya ada yang
bersifat terbuka atau yang biasa disebut sebagai alifatik, selain itu ada juga
yang tertutup atau yang biasa disebut sebagai alisiklik, dan yang terakhir
yaitu ada yang bersifat aromatis atau yang biasa disebut sebagai benzena dan
turunannya. Secara pandangan umumnya suatu senyawa yang terdapat pada karbon
yang ada di dalam golongan hidrokarbon itu memiliki ciri khas yaitu terdapat struktur
rantai panjang atau juga siklik, jadi ketika dibutuhkan suatu produk maka harus
melalui suatu proses yang disebut proses perengkuhan (Asmara, 2016).
V.
ALAT
DAN BAHAN
5.1
Alat
1.
Tabung
reaksi
2.
Gelas
kimia
3.
Pipet
tetes
4.
Lampu
spiritus
5.
Kaki
tiga
6.
Batu
didih
5.2
Bahan
1.
Minyak
2.
Air
(aquades)
3.
Asam
nitrat
4.
Benzen
5.
H2SO4
VI.
PROSEDUR
KERJA
6.1
Campuran
asam nitrat dengan benzen
a.
Campuran
asam nitrat dengan benzena dipanaskan
1.
Dimasukkan asam nitrat kedalam tabung reaksi
2.
Ditambahkan larutan benzen
3.
Dimasukkan batu didih kedalam campuran larutan asam
nitrat dan benzen
4.
Dipanaskan asam nitrat dengan benzen dan juga batu didih
5.
Diamati perubahan warna yang terjadi
b.
Campuran
asam nitrat dengan benzena didinginkan
1.
Dimasukkan asam nitrat kedalam tabung reaksi
2.
Ditambahkan larutan benzen
3.
Dimasukkan batu didih kedalam campuran larutan asam
nitrat dan benzen
4.
Dimasukkan larutan campuran asam nitrat, benzen dan batu
didih ke dalam es batu
5.
Diamati reaksi yang terjadi
6.2
Campuran
minyak dengan H2SO4
1.
Dimasukkan minyak ke dalam tabung reaksi
2.
Ditambahkan dengan H2SO4
3.
Diamati reaksi yang terjadi
6.3
Campuran minyak dengan air
1.
Dimasukkan minyak ke dalam tabung reaksi
2.
Ditambahkan dengan air
3.
Dikocok
Link video : https://www.youtube.com/watch?v=t0lewta-a-g
VII.
PERMASALAHAN
1.
Mengapa
perlu dimasukkan batu didih kedalam campuran asam nitrat dengan benzen?
2.
Jika
dalam proses pemanasan asam nitrat dan benzen tidak dimasukkan batu didih, bagaimana
hasil dari pemanasan tersebut?
3.
Mengapa
dalam memasukkan campuran larutan asam nitrat dan benzen ke dalam es batu juga disertakan
batu didih di dalam campuran larutan tersebut?

Saya Sinta Marliya dengan NIM A1C119002 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1, digunakaannya batu didih pada proses pemanasan untuk menghindari
BalasHapuspemanasan mendadak
baiklah, saya Desi Anis Satriani dengan NIM A1C119014 akan mencoba menjawab no.2
BalasHapusdigunakaannya batu didih pada proses pemanasan untuk menghindari
pemanasan mendadak, jadi dari fugsi tersebut jika tidak mengunakan batu didih maka tiba-tiba larutan akan mengeluarkan uap panas yang bisa menimbulkan letupan/ledakan
Perkenalkan saya Ike Sonia dengan NIM (A1C119032) akan menjawab permasalahan nomor 3. Dalam memasukkan campuran larutan asam nitrat dan benzen ke dalam es batu juga disertakan batu didih di dalam campuran larutan tersebut dikarenakan agar pada saat memasukkan larutannya mencegah terjadinya pemanasan mendadak serta mencegah terjadinya ledakan-ledakan
BalasHapus