JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 8
KIMIA
ORGANIK I
DISUSUN
OLEH :
NURHAYATI
(A1C119077)
DOSEN
PENGAMPU :
Dr.
Drs. SYAMSURIZAL, M. Si.
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2021
I.
JUDUL
: Reaksi-reaksi Alkohol
II.
HARI/TANGGAL
: Senin / 12 April 2021
III.
TUJUAN
: Adapun tujuan pada
praktikum kali ini yaitu :
1.
Untuk
mengetahui reaksi-reaksi pada alkohol
2.
Untuk
mengetahui macam-macam alkohol
IV.
LANDASAN
TEORI
Suatu senyawa dapat dikatakan senyawa alkohol bilamana
pada senyawa-senyawa yang terdapat didalamnya ada salah satu atau juga bisa
lebih atom hidrogen yang mana atom ini terletak dalam sebuah alkana dan
tergantikan oleh sebuah gugus yang dinamakan gugus –OH yang mana jika dalam
rumus kimia dikenal dengan CnH2n+1OH. Alkohol dapat
dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yang mana kelompok-kelompok ini
dibedakan dari posisi gugus –OH yang mana gugus ini terletak pada rantai yang
terdapat pada atom-atom karbonnya, jenis-jenis alkohol yang dimaksud disini
yaitu ada yang namanya alkohol primer selain itu ada juga alkohol sekunder dan
yang terakhir yaitu alkohol tersier (Pratama, 2013).
Pada dasarnya semua alkohol itu mengandung gugus fungsi
yaitu gugus fungsi hidroksil, -OH. Beberapa alkohol yang biasa dikenal dari sekian
jenisnya yaitu ada etil alkohol, atau etanol yang mana etanol ini secara
biologinya bisa terbentuk dikarenakan melalui sebuah proses yang kita kenal
sebagai proses fementasi dari gula dan pati (Chang, 2003).
Perlu kita ketahui bahwa alkohol dapat kita golongkan
manjeadi beberapa jenis yang mana dapat dibedakan berdasarkan dari letak gugus
OH yang terletak pada atom karbon, selain itu juga alkohol dapat dibedakan
berdasarkan dari banyaknya gugus OH yang mana gugus ini terdapat pada gugus
hidroksilnya dan perbedaan yang terakhir yang bisa dijadikan landasan yaitu
dari bentuk rantai karbonnya (Rizwan, www.susantokun.com
(d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net)
V.
ALAT
DAN BAHAN
5.1
Alat
1.
Pipet
tetes
2.
Tabung
reaksi
3.
Gelas
ukur
5.2
Bahan
1.
K2CO3
2.
Etanol
3.
Larutan
iodin
4.
NaOH
5.
Asam
asetat
6.
Etanol
70%
7.
2
propanol
8.
H2SO4
pekat
9.
t-butanol
10.
CuSO4
11.
K2CrO7
VI.
PROSEDUR
KERJA
6.1
Uji
Air dalam Alkohol
1.
Dua
tabung reaksi diisi masing-masing 1 ml alkohol
2.
Salah
satu tabung yang sudah berisi 1 ml alkohol ditambahkan CuSO4 secukupnya.
3.
Dikocok
dan didiamkan, amati perubahannya.
4.
Tabung
yang berisi 1 ml alkohol yang lain diisi dengan K2CO3 padat
secukupnya.
5.
Dikocok
dan didiamkan, amati perubahannya
6.
Ulangi
percobaan alkohol yang lain
6.2
Uji
Iodoform
1.
Disiapkan
4 tabung reaksi, diisi tiap masing-msing tabung reaksi dengan 2 ml
larutan uji
2.
Ditambahkan
masing-masing 2 ml larutan iodin
3.
Ditambahkan
NaOH 6 M hingga warna iodin berubah
4.
Lakukan
hal yang sama pada larutan uji yang lain
5.
Dipanaskan
pada suhu 60°C
6.
Amati
perubahan yang terjadi
6.3
Uji
Oksidasi dengan Asam Kromat
1.
Dimasukkan
1 ml K2CrO7 ke tabung reaksi
2.
Ditambahkan
4 tetes H2SO4 pekat
3.
Ditambahkan
1 ml larutan uji
4.
Dikocok
5.
Dipanaskan
pada suhu 80°C selama beberapa saat dan amati perubahannya
6.
Ulangi
percobaan dengan larutan uji lainnya
Link video : https://youtu.be/7c_bhWgfLkY
VII.
PERMASALAHAN
1.
Mengapa
pada uji iodoform perlu dilakukan pemanasan pada suhu 60°C?
2.
Bagaimana
pengaruh NaOH terhadap larutan iodin?
3.
Bagaimana
hasil dari pencampuran alkohol dengan K2CO3 padat?

perkenalkan saya yiyin novela dengan NIM A1C119062, ingin menjawab pertanyaan no 3. hasil dari pencampuran alkohol dengan K2CO3 padat yaitu K2CO3 padat dapat larut dalam alcohol.
BalasHapusSaya Ahmad Rivaldi (047) akan menjawab prtanyaan no 1. Jadi pengaruh penambahan NaOH adalah uji iodin dalam suasana basa. Karena tujuan dari penambahan tersebut adalah untuk memberikan suasana basa pada uji iodin.
BalasHapusbaiklah saya Lenny Friskha Tamba (A1C119035) akan menjawab pertanyaan no.2, terjadi perubahan warna padasaat dilakukan uji iodin pada larutan NaOH
BalasHapus