JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 7
KIMIA
ORGANIK I
DISUSUN
OLEH :
NURHAYATI
(A1C119077)
DOSEN
PENGAMPU :
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M. Si.
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2021
I.
JUDUL
: Reaksi-reaksi Keton
II.
HARI/TANGGAL
: Senin / 05 April 2021
III.
TUJUAN
: Adapun tujuan pada
praktikum kali ini yaitu :
Untuk melihat
terjadinya reaksi keton dengan uji
IV.
LANDASAN
TEORI
Suatu keton terdapat di dalamnya yaitu gugus asli dan
juga gugus alkil yang lain atau yang biasa kita kenal suatu gugus aril dimana
gugus ini terikat dengan karbon karbonil.Pada suatu keton ternyata di dalamnya terdapat
yang paling simpel yaitu yang biasa kita kenal dan diberi nama dengan aseton (CH3COCH3),
pada keton jenis ini gugus yang diikuti oleh atom karbonil yaitu dua gugus
metil (Antonius, 2018).
Suatu keton merupakan suatu senyawa yang di awal banyak
dijumpai dan mempunyai aroma atau cita rasa yang sangat menyenangkan jika
dihirup, yang mana pada akhirnya dari keton ini banyak dimanfaatkan oleh
manusia dalam membuat parfum, sabun dan juga digunakan dalam pengharum ruangan
(Sulakhudin, 2019).
Keton merupakan termasuk senyawa karbonil dimana ketika
ingin memahami reaksinya maka dapat di pahami bahwa senyawa keton merupakan
suatu molekul polar yang mana dikatakan polar karena didalamnya terdapat suatu
ikatan karbonil, dengan adanya ikatan karbonil ini maka dimungkinkan
terdapatnya suatu momen dipol yang mana terdapat diantara ikatan rangkap karbin
dan oksigen (Syamsurizal, 2019).
Suatu
keton dapat dibuat dengan cara yaitu melalui oksidasi alkohol sekunder, yang mana pada
proses pembuatan keton ini dilakukan dalam suasana asam dikarenakan suasana
asama yang ada pada keton ini sangat bagus karena dapat beroksidasi lebih
lanjut. Pada dasarnya suatu keton itu tidak dapat bereaksi dengan oksidator
lemah, yaitu misalnya pada pereaksi fehling dan tollens. Jika pada prosesnya
reaksi keton tetap dipaksakan untuk mengalami reaksi maka keton ini akibatnya
akan pecah menjadi 2 asama karboksilat dimana di dalamnya terdapat atom C yang
lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah keton semula (http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/putri-anjarsari-ssi-mpd/4aldehid-dan-keton.pdf)
V.
ALAT
DAN BAHAN
5.1
Alat
1.
Tabung
reaksi
2.
Pipet
tetes
5.2
Bahan
1.
Amonium
sulfa
2.
Sampel
urine
3.
Crystal
natrium nitroprosida
4.
Amonia
VI.
PROSEDUR
KERJA
1.
Pertama dimasukkan ammonium sulfat
kedalam tabung reaksi
2.
Dimasukkan sampel urin kedalam tabung
reaksi yang berisi ammonium sulfat sebanyak 5 ml
3.
Diguncancang larutan dengan satu arah
4.
Ditunggu selama 5 menit
5.
Dimasukkan beberapa cystal natrium nitroprosida
6.
Dikocok selama 10 detik
7.
Dimasukkan amonia 8-10 tetes
8.
Ditunggu sampai 30 detik
Link video : https://youtu.be/DVAmUrL7JWU
VII.
PERMASALAHAN
1.
Apa
yang terjadi jika ketika pengocokan dilakukan lebih dari 30 detik, apakah akan
berbeda hasilnya dengan jika pengocokan tepat 30 detik?
2.
Berdasarkan
dari video apa tujuan dari dimasukkannya sampel urin kedalam tabung reaksi yang
berisi ammonium sulfat?
3.
Pada
video, apa yang menandakan bahwa pada larutan tersebut merupakan reaksi keton?

Assalamualaikum saya gadis septyo wulandari dengan nim a1c119026 akan menjawab permasalahan nomor 2. Urin bertindak sebagai sampel yang diuji coba kandungannya apakah didalamnya terdapat keton atau tidak
BalasHapusbaiklah saya dio al kautsar dengan nim a1c119039 akan menjawab pertanyaan nomor 3 yang menandakan bahwa pada larutan tersebut merupakan reaksi keton terbentuk lapisan ungu berbentuk seperti cincin berwarna ungu dan menandakan positif yaitu terdapat aseton didalam urine tersebut.
BalasHapusbaiklah saya Desi Anis Satriani dengan NIM A1C119014 akan mencoba menjawab soal no 1. pengocokan disini berfungsi untuk menghomogenkan sampel dengan pereaksi atau pelarutnya, jadi jika pengocokan ini dilakukan hingga 30 detik tidak akan berpengaruh terhadap hasil reaksinya, namun berpengaruh pada penghomogenannya saja
BalasHapus