Sabtu, 03 April 2021

Jurnal Percobaan 7 : Reaksi-reaksi Keton

 JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 7

KIMIA ORGANIK I

 

    

 


  

 

DISUSUN OLEH :

NURHAYATI

(A1C119077)

 

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M. Si.

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


I.              JUDUL                          : Reaksi-reaksi Keton

 

II.           HARI/TANGGAL        : Senin / 05 April 2021

 

III.        TUJUAN                       : Adapun tujuan pada praktikum kali ini yaitu :

Untuk melihat terjadinya reaksi keton dengan uji

 

IV.        LANDASAN TEORI

Suatu keton terdapat di dalamnya yaitu gugus asli dan juga gugus alkil yang lain atau yang biasa kita kenal suatu gugus aril dimana gugus ini terikat dengan karbon karbonil.Pada suatu keton ternyata di dalamnya terdapat yang paling simpel yaitu yang biasa kita kenal dan diberi nama dengan aseton (CH3COCH3), pada keton jenis ini gugus yang diikuti oleh atom karbonil yaitu dua gugus metil (Antonius, 2018).

Suatu keton merupakan suatu senyawa yang di awal banyak dijumpai dan mempunyai aroma atau cita rasa yang sangat menyenangkan jika dihirup, yang mana pada akhirnya dari keton ini banyak dimanfaatkan oleh manusia dalam membuat parfum, sabun dan juga digunakan dalam pengharum ruangan (Sulakhudin, 2019).

Keton merupakan termasuk senyawa karbonil dimana ketika ingin memahami reaksinya maka dapat di pahami bahwa senyawa keton merupakan suatu molekul polar yang mana dikatakan polar karena didalamnya terdapat suatu ikatan karbonil, dengan adanya ikatan karbonil ini maka dimungkinkan terdapatnya suatu momen dipol yang mana terdapat diantara ikatan rangkap karbin dan oksigen (Syamsurizal, 2019).

Suatu keton dapat dibuat dengan cara yaitu melalui  oksidasi alkohol sekunder, yang mana pada proses pembuatan keton ini dilakukan dalam suasana asam dikarenakan suasana asama yang ada pada keton ini sangat bagus karena dapat beroksidasi lebih lanjut. Pada dasarnya suatu keton itu tidak dapat bereaksi dengan oksidator lemah, yaitu misalnya pada pereaksi fehling dan tollens. Jika pada prosesnya reaksi keton tetap dipaksakan untuk mengalami reaksi maka keton ini akibatnya akan pecah menjadi 2 asama karboksilat dimana di dalamnya terdapat atom C yang lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah keton semula (http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/putri-anjarsari-ssi-mpd/4aldehid-dan-keton.pdf

 

V.           ALAT DAN BAHAN

5.1         Alat

1.        Tabung reaksi

2.        Pipet tetes

 

5.2         Bahan

1.        Amonium sulfa

2.        Sampel urine

3.        Crystal natrium nitroprosida

4.        Amonia

 

VI.        PROSEDUR KERJA

1.             Pertama dimasukkan ammonium sulfat kedalam tabung reaksi

2.             Dimasukkan sampel urin kedalam tabung reaksi yang berisi ammonium sulfat sebanyak 5 ml

3.             Diguncancang larutan dengan satu arah

4.             Ditunggu selama 5 menit

5.             Dimasukkan beberapa cystal natrium nitroprosida

6.             Dikocok selama 10 detik

7.             Dimasukkan amonia 8-10 tetes

8.             Ditunggu sampai 30 detik

 

Link video : https://youtu.be/DVAmUrL7JWU

 

VII.     PERMASALAHAN

1.             Apa yang terjadi jika ketika pengocokan dilakukan lebih dari 30 detik, apakah akan berbeda hasilnya dengan jika pengocokan tepat 30 detik?

2.             Berdasarkan dari video apa tujuan dari dimasukkannya sampel urin kedalam tabung reaksi yang berisi ammonium sulfat?

3.             Pada video, apa yang menandakan bahwa pada larutan tersebut merupakan reaksi keton?

3 komentar:

  1. Assalamualaikum saya gadis septyo wulandari dengan nim a1c119026 akan menjawab permasalahan nomor 2. Urin bertindak sebagai sampel yang diuji coba kandungannya apakah didalamnya terdapat keton atau tidak

    BalasHapus
  2. baiklah saya dio al kautsar dengan nim a1c119039 akan menjawab pertanyaan nomor 3 yang menandakan bahwa pada larutan tersebut merupakan reaksi keton terbentuk lapisan ungu berbentuk seperti cincin berwarna ungu dan menandakan positif yaitu terdapat aseton didalam urine tersebut.

    BalasHapus
  3. baiklah saya Desi Anis Satriani dengan NIM A1C119014 akan mencoba menjawab soal no 1. pengocokan disini berfungsi untuk menghomogenkan sampel dengan pereaksi atau pelarutnya, jadi jika pengocokan ini dilakukan hingga 30 detik tidak akan berpengaruh terhadap hasil reaksinya, namun berpengaruh pada penghomogenannya saja

    BalasHapus

Laporan Praktikum Kimia Organik Percobaan 13 : Metode Ekstraksi Senyawa-senyawa Organik

  LAPORAN AKHIR PERCOBAAN 13 KIMIA O RGANIK I           DISUSUN OLEH : NURHAYATI (A1C119077)     DOSEN PENGAMPU : ...