LAPORAN AKHIR PERCOBAAN 10
KIMIA
ORGANIK
I
NURHAYATI
(A1C119077)
DOSEN
PENGAMPU :
Dr.
Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2021
VIII. DATA PENGAMATAN
|
No |
Perlakuan |
Fungsi Alat dan Bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
1 |
Masukkan
5 ml methanol kedalam tabung reaksi |
-
Tabung reaksi
berfungsi sebagai tempat untuk mereaksikan larutan
-
Methanol
berfungsi sebagai sampel
-
Sikloheksanon
berfungsi sebagai pereaksi
-
Natrium borohidrida berfungsi sebagai pereaksi
-
Spatula berfungsi
untuk mengaduk campuran larutan
-
Gelas kimia
berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan
es batu
-
Es batu berfungsi
untuk menormalkan suhu larutan
-
NaOH berfungsi
sebagai pengurai larutan
-
Air suling
berfungsi sebagai pelarut
-
Pipet tetes
berfungsi untuk mengambil lapisan atas yang terbentuk
-
Corong pemisah
berfungsi untuk memisahkan larutan
-
Akrilometana berfungsi
sebagai pengekstrak
-
Diklorometana berfungsi sebagai pereaksi
-
Gelas kimia
berfungsi sebagai tempat menuangkan lapisan larutan berwarnabening
-
natrium sulfat anhidrat berfungsi sebagai bahan pengering
-
Corong pisah
berfungsi untuk memisahkan larutan
-
Kertas saring berfungsi
untuk menyaring larutan
-
Labu alas bulat yang kecil berfungsi untuk meletakkan larutan yang telah disaring
-
rotary evaporator berfungsi untuk menguapkan larutan |
Untuk mempersiapkan sampel |
Larutan berwarna
bening |
|
2 |
Tambahkan
2 ml sikloheksanon |
Untuk mereaksikan kedua larutan |
||
|
3 |
Digoyangkan
tabung reaksi |
Untuk mempercepat jalannya reaksi |
||
|
4 |
Didinginkan
tabung reaksi didalam batu es |
Untuk mencapai suhu normal |
||
|
5 |
Setelah
didinginkan lalu diangkat dan kemudian digoyangkan tabung reaksinya |
Digoncang untuk mempercepat jalannya reaksi |
Terbentuk
larutan kuning bening |
|
|
6 |
Tambahkan
Natrium borohidrida 200 mg dengan hati-hati kedalam tabung reaksi |
Untuk mereaksikan larutan |
Terbentuk
larutan kuning keruh |
|
|
7 |
Diaduk
tabung reaksi |
Untuk mempercepat jalannya reaksi |
||
|
8 |
Didinginkan
kembali pada tumpukan es |
Untuk mencapai suhu normal |
|
|
|
9 |
Setelah
rekasi terhenti angkat tabung reaksi, kemudian didiamkan pada suhu kamar
selama 10 menit sampai reaksi selesai |
Untuk melihat hasil dari reaksi |
Terbentuk
larutan kuning |
|
|
10 |
Diaduk
lalu ditambahkan NaOH 3 M 5 ml |
Untuk
menguraikan ester tubuh dalam larutan |
Terbentuk larutan kuning pucat |
|
|
11 |
Tambahkan
4 ml air suling |
|||
|
12 |
Digoyangkan
tabung reaksi |
Untuk mempercepat jalannya reaksi |
Terbentuk
2 lapisan. Lapisan atas berwarna keruh
dan lapisan bawah berwarna bening |
|
|
13 |
Diambil
lapisan atas dan dimasukkan kedalam gelas ukur |
Untuk menyiapkan sampel pada tahap berikutnya |
Larutan berwarna bening |
|
|
14 |
Dimasukkan
larutan kedalam corong pemisah |
Untuk mengekstrak sisa larutan dari campuran reaksi |
Terbentuk
2 lapisan. Lapisan atas berwarna keruh
dan lapisan bawah berwarna bening |
|
|
15 |
Ditambahkan
5 ml akrilometana |
|||
|
16 |
Digoncang
corong pemisah |
Untuk mempercepat jalannya reaksi |
||
|
17 |
Dipisahkan
lapisan bawahnya |
Untuk menyiapkan sampel pada tahap berikutnya |
Larutan berwarna keruh |
|
|
18 |
Ulangi
langkah sebelumnya pada lapisan atas |
|
|
|
|
19 |
Ditambahkan
diklorometana dalam corong pemisah |
Untuk mereaksikan larutan |
Terbentuk dua lapisan. Lapisan atas berwarna keruh dan lapisan bawah berwarna bening |
|
|
20 |
Digoncang
corong pemisah |
Untuk mempercepat jalanya reaksi |
||
|
21 |
Pisahkan
lapisan bawah kedalam gelas kimia |
Untuk menyiapkan sampel pada tahap berikutnya |
Larutan berwarna bening |
|
|
22 |
Ditambahkan
dengan natrium sulfat anhidrat |
Untuk mengeringkan larutan |
Terdapat endapan |
|
|
23 |
Diaduk |
Untuk mempercepat jalanya reaksi |
||
|
24 |
Disaring
larutan yang ada didalam gelas kimia tadi |
Untuk memisahkan larutan dengan endapan |
Terbentuk larutan berwarna bening |
|
|
25 |
Pindahkan
larutan kedalam labu alas bulat yang kecil bersih dan kering |
|||
|
26 |
Diuapkan
menggunakan pelarut pada rotary evaporator |
Untuk menguapkan larutan |
IX.
PEMBAHASAN
Pada percobaan ini
dilakukan untuk membuat sikloheksanon. Yaitu dengan cara memasukkan
5 ml methanol kedalam tabung reaksi
kemudian ditambahkan 2 ml sikloheksanon yang selanjutnya digoyangkan degan tujuan
untuk mempercepat jalannya reaksi. Selanjutnya didinginkan
tabung reaksi didalam batu es, setelah
didinginkan lalu diangkat dan kemudian digoyangkan tabung reaksinya, terbentuk
larutan kuning bening
Langkah selanjutnya
yaitu ditambahkan Natrium borohidrida 200 mg dengan hati-hati
kedalam tabung reaksi, diaduk
tabung reaksi hingga
terbentuk larutan kuning keruh. Didinginkan
kembali pada tumpukan es, setelah
reaksi terhenti
angkat tabung reaksi, kemudian didiamkan pada suhu kamar selama 10 menit sampai
reaksi selesai, terbentuk larutan kuning.
Diaduk lalu ditambahkan NaOH 3M 5 ml
guna untuk menguraikan ester tubuh dalam
larutan kemudian ditambahkan
4 ml air suling. Digoyangkan
tabung reaksi, terbentuk 2 lapisan, atas keruh bawah bening. Diambil lapisan atas dan dimasukkan
kedalam gelas ukur kemudian dimasukkan
larutan kedalam corong pemisah. Selanjutnya
ditambahkan
5 ml diklorometana, setelahnya digoncang
corong pemisah, setelah
digoncangkan dipisahkan lapisan bawahnya. Ulangi langkah sebelumnya pada lapisan atas.
Langkah selanjutnya
yaitu ditambahkan
diklorometana dalam corong pemisah
kemudian digoncang corong pemisah. Pisahkan lapisan bawah kedalam gelas
kimia, ditambahkan
dengan natrium sulfat anhidrat. Diaduk
dengan tujuan untuk mempercepat jalanya reaksi. Disaring
larutan yang ada didalam gelas kimia tadi kemudian pindahkan larutan kedalam labu alas bulat
yang kecil bersih dan kering
dan terakhir diuapkan menggunakan pelarut pada rotary evaporator, maka akan terbentuk larutan
bening.
X.
PERTANYAAN
1.
Apa
yang menandakan bahwa pada percobaan ini berhasil dilakukan?
2.
Pada
video percobaan setelah reaksi terhenti angkat tabung reaksi,
kemudian didiamkan pada suhu kamar selama 10 menit sampai reaksi selesai. Mengapa hal tersebut dilakukan?
3.
XI.
KESIMPULAN
1.
Proses
pembuatan heksanon dapat dilakukan dengan cara oksidasi sikloheksanol dengan
zat oksidator berupa kalium kromat.
2.
Reaksi
reduksi didefinisikan sebagai suatu reaksi yang berlangsung dengan penambahan
hidrogen atau melepaskan oksigen, sedangkan reaksi oksidasi didefinisikan
sebagai reaksi yang berlangsung dengan penambahan oksigen atau melepaskan
hidrogen.
3.
Bagaimana
reaksi yang terjadi pada larutan ketika ditambahkan dengan Natrium
borohidrida 200 mg dengan hati-hati kedalam tabung reaksi?
XII.
DAFTAR
PUSTAKA
Setiawan, I. P. S. 2015. Sintesis sikloheksanon dari Sikloheksanol
dengan Prinsip Reaksi Oksidasi-Reduksi. Singaraja : Universitas Pnedidikan
Ganesha.
Harsayanto., dkk. 2016. Amoksimasi Sikloheksanon dengan Katalis MoO3/TS-1
menggunakan hidrogen Peroksida sebagai Agen Pengoksidasi. Reaktor. Vol 16 (1).

Baiklah saya gadis septyo wulandari dengan nim a1c119026 akan menjawab pertanyaan nomor 2. Fungsi didiamkan nya untuk menormalkan suhu campuran yang telah direaksikan karena sebelumnya telah didinginkan pada tumpukan es dan juga melihat hasil dari campuran tersebut pada suhu normal
BalasHapusBaiklah saya Sinta Marliya dengan NIM A1C119002 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1.
BalasHapusTerbentuk larutan berwarna bening
Saya Desri Indah Rahmadona A1C119041 akan menjawab pertanyaan no 3 yaitu terbentuk larutan kuning keruh.
BalasHapus