Sabtu, 01 Mei 2021

Laporan Praktikum Kimia Organik Percobaan 10 : Pembuatan Sikloheksanon

 LAPORAN AKHIR PERCOBAAN 10

KIMIA ORGANIK I

 

 

 



  

 

 DISUSUN OLEH :

NURHAYATI

(A1C119077)

 

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

 

 


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


VIII. DATA PENGAMATAN

No

Perlakuan

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1

Masukkan 5 ml methanol kedalam tabung reaksi

-    Tabung reaksi berfungsi sebagai tempat untuk mereaksikan larutan

 

-    Methanol berfungsi sebagai sampel

 

-    Sikloheksanon berfungsi sebagai pereaksi

 

-    Natrium borohidrida berfungsi sebagai pereaksi

 

-    Spatula berfungsi untuk mengaduk campuran larutan

 

-    Gelas kimia berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan  es batu

 

-    Es batu berfungsi untuk menormalkan suhu larutan

 

-    NaOH berfungsi sebagai pengurai larutan

 

-    Air suling berfungsi sebagai pelarut

 

-    Pipet tetes berfungsi untuk mengambil lapisan atas yang terbentuk

 

-    Corong pemisah berfungsi untuk memisahkan larutan

 

-    Akrilometana berfungsi sebagai pengekstrak

 

-    Diklorometana berfungsi sebagai pereaksi

 

-    Gelas kimia berfungsi sebagai tempat menuangkan lapisan larutan berwarnabening

 

-    natrium sulfat anhidrat berfungsi sebagai bahan pengering

 

-    Corong pisah berfungsi untuk memisahkan larutan

 

-    Kertas saring berfungsi untuk menyaring larutan

 

-    Labu alas bulat yang kecil berfungsi untuk meletakkan larutan yang telah disaring

 

-    rotary evaporator berfungsi untuk menguapkan larutan

Untuk mempersiapkan sampel

Larutan  berwarna bening

2

Tambahkan 2 ml sikloheksanon

Untuk mereaksikan kedua larutan

3

Digoyangkan tabung reaksi

Untuk mempercepat jalannya reaksi

4

Didinginkan tabung reaksi didalam batu es

Untuk mencapai suhu normal

5

Setelah didinginkan lalu diangkat dan kemudian digoyangkan tabung reaksinya

Digoncang untuk mempercepat jalannya reaksi

Terbentuk larutan kuning bening

6

Tambahkan Natrium borohidrida 200 mg dengan hati-hati kedalam tabung reaksi

Untuk mereaksikan larutan

Terbentuk larutan kuning keruh

7

Diaduk tabung reaksi

Untuk mempercepat jalannya reaksi

8

Didinginkan kembali pada tumpukan es

Untuk mencapai suhu normal

 

9

Setelah rekasi terhenti angkat tabung reaksi, kemudian didiamkan pada suhu kamar selama 10 menit sampai reaksi selesai

Untuk melihat hasil dari reaksi

Terbentuk larutan kuning

10

Diaduk lalu ditambahkan NaOH 3 M 5 ml

Untuk menguraikan ester tubuh dalam larutan

Terbentuk larutan kuning pucat

11

Tambahkan 4 ml air suling

12

Digoyangkan tabung reaksi

Untuk mempercepat jalannya reaksi

Terbentuk 2 lapisan. Lapisan atas berwarna keruh dan lapisan bawah berwarna bening

13

Diambil lapisan atas dan dimasukkan kedalam gelas ukur

Untuk menyiapkan sampel pada tahap berikutnya

Larutan berwarna bening

14

Dimasukkan larutan kedalam corong pemisah

Untuk mengekstrak sisa larutan dari campuran reaksi

Terbentuk 2 lapisan. Lapisan atas berwarna keruh dan lapisan bawah berwarna bening

15

Ditambahkan 5 ml akrilometana

16

Digoncang corong pemisah

Untuk mempercepat jalannya reaksi

17

Dipisahkan lapisan bawahnya

Untuk menyiapkan sampel pada tahap berikutnya

Larutan berwarna keruh

18

Ulangi langkah sebelumnya pada lapisan atas

 

 

19

Ditambahkan diklorometana dalam corong pemisah

Untuk mereaksikan larutan

Terbentuk dua lapisan. Lapisan atas berwarna keruh dan lapisan bawah berwarna bening

20

Digoncang corong pemisah

Untuk mempercepat jalanya reaksi

21

Pisahkan lapisan bawah kedalam gelas kimia

Untuk menyiapkan sampel pada tahap berikutnya

Larutan berwarna bening

22

Ditambahkan dengan natrium sulfat anhidrat

Untuk mengeringkan larutan

Terdapat endapan

23

Diaduk

Untuk mempercepat jalanya reaksi

24

Disaring larutan yang ada didalam gelas kimia tadi

Untuk memisahkan larutan dengan endapan

Terbentuk larutan berwarna bening

25

Pindahkan larutan kedalam labu alas bulat yang kecil bersih dan kering

26

Diuapkan menggunakan pelarut pada rotary evaporator

Untuk menguapkan larutan

 

IX.       PEMBAHASAN

Pada percobaan ini dilakukan untuk membuat sikloheksanon. Yaitu dengan cara memasukkan 5 ml methanol kedalam tabung reaksi kemudian ditambahkan 2 ml sikloheksanon yang selanjutnya digoyangkan degan tujuan untuk mempercepat jalannya reaksi. Selanjutnya didinginkan tabung reaksi didalam batu es, setelah didinginkan lalu diangkat dan kemudian digoyangkan tabung reaksinya, terbentuk larutan kuning bening

Langkah selanjutnya yaitu ditambahkan Natrium borohidrida 200 mg dengan hati-hati kedalam tabung reaksi, diaduk tabung reaksi hingga terbentuk larutan kuning keruh. Didinginkan kembali pada tumpukan es, setelah reaksi terhenti angkat tabung reaksi, kemudian didiamkan pada suhu kamar selama 10 menit sampai reaksi selesai, terbentuk larutan kuning.

Diaduk lalu ditambahkan NaOH 3M 5 ml guna untuk menguraikan ester tubuh dalam larutan kemudian ditambahkan 4 ml air suling. Digoyangkan tabung reaksi, terbentuk 2 lapisan, atas keruh bawah bening. Diambil lapisan atas dan dimasukkan kedalam gelas ukur kemudian dimasukkan larutan kedalam corong pemisah. Selanjutnya ditambahkan 5 ml diklorometana, setelahnya digoncang corong pemisah, setelah digoncangkan dipisahkan lapisan bawahnya. Ulangi langkah sebelumnya pada lapisan atas.

Langkah selanjutnya yaitu ditambahkan diklorometana dalam corong pemisah kemudian digoncang corong pemisah. Pisahkan lapisan bawah kedalam gelas kimia, ditambahkan dengan natrium sulfat anhidrat. Diaduk dengan tujuan untuk mempercepat jalanya reaksi. Disaring larutan yang ada didalam gelas kimia tadi kemudian pindahkan larutan kedalam labu alas bulat yang kecil bersih dan kering dan terakhir diuapkan menggunakan pelarut pada rotary evaporator, maka akan terbentuk larutan bening.

 

X.          PERTANYAAN

1.             Apa yang menandakan bahwa pada percobaan ini berhasil dilakukan?

2.             Pada video percobaan setelah reaksi terhenti angkat tabung reaksi, kemudian didiamkan pada suhu kamar selama 10 menit sampai reaksi selesai. Mengapa hal tersebut dilakukan?

3.              

XI.       KESIMPULAN

1.             Proses pembuatan heksanon dapat dilakukan dengan cara oksidasi sikloheksanol dengan zat oksidator berupa kalium kromat.

2.             Reaksi reduksi didefinisikan sebagai suatu reaksi yang berlangsung dengan penambahan hidrogen atau melepaskan oksigen, sedangkan reaksi oksidasi didefinisikan sebagai reaksi yang berlangsung dengan penambahan oksigen atau melepaskan hidrogen.

3.             Bagaimana reaksi yang terjadi pada larutan ketika ditambahkan dengan Natrium borohidrida 200 mg dengan hati-hati kedalam tabung reaksi?

 

XII.    DAFTAR PUSTAKA

Setiawan, I. P. S. 2015. Sintesis sikloheksanon dari Sikloheksanol dengan Prinsip Reaksi Oksidasi-Reduksi. Singaraja : Universitas Pnedidikan Ganesha.

Harsayanto., dkk. 2016. Amoksimasi Sikloheksanon dengan Katalis MoO3/TS-1 menggunakan hidrogen Peroksida sebagai Agen Pengoksidasi. Reaktor. Vol 16 (1).

3 komentar:

  1. Baiklah saya gadis septyo wulandari dengan nim a1c119026 akan menjawab pertanyaan nomor 2. Fungsi didiamkan nya untuk menormalkan suhu campuran yang telah direaksikan karena sebelumnya telah didinginkan pada tumpukan es dan juga melihat hasil dari campuran tersebut pada suhu normal

    BalasHapus
  2. Baiklah saya Sinta Marliya dengan NIM A1C119002 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1.
    Terbentuk larutan berwarna bening

    BalasHapus
  3. Saya Desri Indah Rahmadona A1C119041 akan menjawab pertanyaan no 3 yaitu terbentuk larutan kuning keruh.

    BalasHapus

Laporan Praktikum Kimia Organik Percobaan 13 : Metode Ekstraksi Senyawa-senyawa Organik

  LAPORAN AKHIR PERCOBAAN 13 KIMIA O RGANIK I           DISUSUN OLEH : NURHAYATI (A1C119077)     DOSEN PENGAMPU : ...