Sabtu, 08 Mei 2021

Laporan Praktikum Kimia Organik Percobaan 11 : Teknik Pemisahan dengan Kromatografi Lapis Tipis

LAPORAN AKHIR PERCOBAAN 11

KIMIA ORGANIK I

 

 

 

 

  

 

DISUSUN OLEH :

NURHAYATI

(A1C119077)

 

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


VIII. DATA PENGAMATAN

No

Perlakuan

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1

Disiapkan fasa gerak menggunakan butanol-asam asetat-air dengan perbandingan 4:1:5 yang dibuat sehari sebelum percobaan dilakukan

Corong pisah berfungsi untuk mengekstraksi zat cair dengan zat cair

 

Klem dan statif berfungsi sebagai penyanggah corong pisah

 

Fase gerak (Butanol-etil asetat-air) berfungsi sebagai sampel

Dibuat sehari sebelum percobaan dilakukan dengan tujuan agar terbentuk dua fase secara sempurna

Terbentuk dua fase campuran

2

Diambil lapisan bawah dari fasa gerak yang telah dibuat

Untuk menyiapkan sampel pada tahap berikutnya

Lapisan bawah berupa campuran butanol, asam asetat dan air

3

Dimasukkan sebanyak 10 ml larutan yang telah dipisahkan ke dalam chamber

Beaker glass berfungsi sebagai tempat sampel

 

Chamber berfungsi sebagai tempat untuk merendam kertas saring

 

Kertas saring whatman berfungsi sebagai media proses penjenuhan

Untuk menjenuhkan fase gerak

Elusi mencapai atas dari kertas saring

4

Memasukkan kertas saring whatman lalu ditutup chamber

5

Disiapkan lempeng KLT dan sampel (ekstrak andong merah dan kuersetin)

Lempeng KLT sebagai media untuk penotolan

 

Ekstrak andong merah dan kuersetin berfungsi sebagai bahan totolan

Menyiapkan untuk tahap berikutnya

Lempeng KLT siap diberi totolan

6

Dihitung panjang dan lebar KLT

7

Diberi batas pada bagian bawah dan atas masing masing 1 cm

8

Diberi jarak untuk penotolan masing masing 1 cm

Pipa kapiler berfungsi sebagai bantuan untuk menotolkan sampel

Untuk mempersiapkan sampel pada tahap berikutnya

Lempeng KLT siap di analisis

9

Dititipkan sampel sebanyak 3 pada lempeng KLT

10

Apabila fase gerak telah jenuh, diambil kertas saring lalu dimasukkan lempeng KLT yang telah ditotolkan sampel ke dalam chamber

Dimasukkan lempeng KLT yang telah ditotolkan sampel ke dalam chamber dengan tujuan agar terjadi elusi yang sempurna

Fase gerak telah jeuh ditandai dengan kertas saring basah

11

Ditunggu hingga elusi terjadi  sempurna

12

Setelah mencapai tanda batas, diambil lempeng KLT lalu diangin-anginkan

Diangin-anginkan dengan tujuan agar lempeng KLT kering

Elusi telah mencapai batas atas

13

Diamati hasilnya

 

Untuk mengetahui apakah elusi telah terjadi dengan sempurna

 

IX.       PEMBAHASAN

Pada percobaan ini dilakukan untuk memisahkan dengan metode pemisahan lapis kertas dengan cara yaitu, disiapkan fasa gerak menggunakan butanol-asam asetat-air dengan perbandingan 4:1:5 yang dibuat sehari sebelum percobaan dilakukan kemudian diambil lapisan bawah dari fasa gerak yang telah dibuat. Lapisan yang diambil tersebut dimasukkan sebanyak 10 ml larutan yang telah dipisahkan ke dalam chamber. Selanjutnya yaitu memasukkan kertas saring whatman lalu ditutup chamber dengan tujuan untuk menjenuhkan fase gerak.

Selanjutnya yaitu disiapkan lempeng KLT dan sampel (ekstrak andong merah dan kuersetin) kemudian dihitung panjang dan lebar dari KLT. Diberi batas pada bagian bawah dan atas masing masing 1 cm dan diberi jarak untuk penotolan masing masing 1 cm. Kemudian dititipkan sampel sebanyak 3 pada lempeng KLT.

Apabila fase gerak telah jenuh, diambil kertas saring lalu dimasukkan lempeng KLT yang telah ditotolkan sampel ke dalam chamber kemudian ditunggu hingga terjadi elusi yang sempurna. Kemudian setelah mencapai tanda batas, diambil lempeng KLT lalu diangin-anginkan. Dan diamati hasilnya.

 

X.          PERTANYAAN

1.             Apa yang menandakan bahwa telah terjadi elusi secara sempurna?

2.             Pada percobaan hasil dari pemisahan dengan kromatografi lapis tipis telah berhasil ditandai dengan?

3.             Apa yang mempengaruhi  terjadinya fase diam dan fase gerak pada pemisahan kromatografi lapis tipis?

 

XI.       KESIMPULAN

Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa teknik pemisahan dengan kromatografi lapis tipis dapat dilakukan dengan mentotolkan sampel pada lempeng KLT dan hasilnya dapat dilihat dari eluen yang telah mencapai batas atas.

 

XII.    DAFTAR PUSTAKA

Day, R. A. 2002. Analisis Kimia Kuantitatif. Jakarta : Erlangga.

Haqiqi, S. H. (2008). Kromatografi Lapis Tipis. Tersedia http://nadjeeb. files. wordpress. com/2009/10/kromatografi. pdf.[10 April 2016].

Wulandari, L. (2011). Kromatografi Lapis Tipis.


3 komentar:

  1. Saya Desri Indah Rahmadona A1C119041 menjawab soal no 2 yaitu dengan ditandai hasilnya dapat dilihat dari eluen yang telah mencapai batas atas.

    BalasHapus
  2. Baiklah saya Sinta Marliya dengan NIM A1C119002 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1
    Pelarut yang mampu menjalankan elusi terlalu cepat tidak akan mampu mengadakan pemisahan yang sempurna, maka dari itu jika pelarut mampu menjalankan elusi secara lambat maka bisa dikatakan jika elusi terjadi secara sempurna

    BalasHapus
  3. Baiklah saya gadis septyo wulandari dengan nim a1c119026 akan menjawab permasalahan nomor 3. Yang mempengaruhinya yaitu sifat kepolarannya

    BalasHapus

Laporan Praktikum Kimia Organik Percobaan 13 : Metode Ekstraksi Senyawa-senyawa Organik

  LAPORAN AKHIR PERCOBAAN 13 KIMIA O RGANIK I           DISUSUN OLEH : NURHAYATI (A1C119077)     DOSEN PENGAMPU : ...