LAPORAN AKHIR
PERCOBAAN 11
KIMIA
ORGANIK
I
DISUSUN
OLEH :
NURHAYATI
(A1C119077)
DOSEN
PENGAMPU :
Dr.
Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2021
VIII. DATA PENGAMATAN
|
No |
Perlakuan |
Fungsi Alat dan Bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
1 |
Disiapkan fasa gerak menggunakan butanol-asam
asetat-air dengan perbandingan 4:1:5 yang dibuat sehari sebelum percobaan
dilakukan |
Corong pisah berfungsi untuk mengekstraksi zat cair dengan zat cair Klem dan statif
berfungsi sebagai penyanggah corong pisah Fase gerak (Butanol-etil asetat-air) berfungsi sebagai sampel |
Dibuat sehari sebelum percobaan dilakukan dengan tujuan agar terbentuk dua fase secara sempurna |
Terbentuk dua fase campuran |
|
2 |
Diambil lapisan bawah dari fasa gerak yang telah
dibuat |
Untuk menyiapkan sampel pada tahap berikutnya |
Lapisan bawah berupa campuran butanol, asam asetat dan
air |
|
|
3 |
Dimasukkan sebanyak 10 ml larutan yang telah
dipisahkan ke dalam chamber |
Beaker glass berfungsi sebagai tempat sampel
Chamber berfungsi sebagai tempat untuk merendam kertas saring Kertas saring whatman berfungsi sebagai media proses penjenuhan |
Untuk menjenuhkan fase gerak |
Elusi mencapai atas dari kertas saring |
|
4 |
Memasukkan kertas saring whatman lalu ditutup
chamber |
|||
|
5 |
Disiapkan lempeng KLT dan sampel (ekstrak andong
merah dan kuersetin) |
Lempeng KLT sebagai media untuk penotolan Ekstrak andong merah dan kuersetin berfungsi sebagai bahan totolan |
Menyiapkan untuk tahap berikutnya |
Lempeng KLT siap diberi totolan |
|
6 |
Dihitung panjang dan lebar KLT |
|||
|
7 |
Diberi batas pada bagian bawah dan atas masing
masing 1 cm |
|||
|
8 |
Diberi jarak untuk penotolan masing masing 1 cm |
Pipa kapiler berfungsi sebagai bantuan untuk menotolkan
sampel |
Untuk mempersiapkan sampel pada tahap berikutnya |
Lempeng KLT siap di analisis |
|
9 |
Dititipkan sampel sebanyak 3 pada lempeng KLT |
|||
|
10 |
Apabila fase gerak telah jenuh, diambil kertas
saring lalu dimasukkan lempeng KLT yang telah ditotolkan sampel ke dalam
chamber |
Dimasukkan lempeng KLT yang telah ditotolkan
sampel ke dalam chamber dengan tujuan agar terjadi elusi yang sempurna |
Fase gerak telah jeuh ditandai dengan kertas saring
basah |
|
|
11 |
Ditunggu hingga elusi terjadi sempurna |
|||
|
12 |
Setelah mencapai tanda batas, diambil lempeng KLT
lalu diangin-anginkan |
Diangin-anginkan dengan tujuan agar lempeng KLT kering |
Elusi telah mencapai batas atas |
|
|
13 |
Diamati hasilnya |
Untuk mengetahui apakah elusi telah terjadi dengan
sempurna |
IX.
PEMBAHASAN
Pada
percobaan ini dilakukan untuk memisahkan dengan metode pemisahan lapis kertas
dengan cara yaitu, disiapkan fasa gerak menggunakan
butanol-asam asetat-air dengan perbandingan 4:1:5 yang dibuat sehari sebelum
percobaan dilakukan kemudian diambil lapisan bawah
dari fasa gerak yang telah dibuat. Lapisan yang diambil tersebut dimasukkan sebanyak 10 ml larutan yang telah dipisahkan ke dalam chamber. Selanjutnya yaitu
memasukkan kertas saring whatman
lalu ditutup chamber dengan tujuan untuk menjenuhkan fase gerak.
Selanjutnya yaitu disiapkan
lempeng KLT dan sampel (ekstrak andong merah dan kuersetin) kemudian dihitung
panjang dan lebar dari KLT. Diberi batas
pada bagian bawah dan atas masing masing 1 cm dan diberi jarak untuk penotolan masing masing 1 cm. Kemudian dititipkan sampel sebanyak 3 pada lempeng KLT.
Apabila fase
gerak telah jenuh, diambil kertas saring lalu dimasukkan lempeng KLT yang telah
ditotolkan sampel ke dalam chamber kemudian ditunggu hingga terjadi elusi yang sempurna. Kemudian
setelah mencapai tanda batas,
diambil lempeng KLT lalu diangin-anginkan. Dan diamati hasilnya.
X.
PERTANYAAN
1.
Apa
yang menandakan bahwa telah terjadi elusi secara sempurna?
2.
Pada
percobaan hasil dari pemisahan dengan kromatografi lapis tipis telah berhasil
ditandai dengan?
3.
Apa
yang mempengaruhi terjadinya fase diam
dan fase gerak pada pemisahan kromatografi lapis tipis?
XI.
KESIMPULAN
Dari percobaan yang
telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa teknik pemisahan dengan kromatografi
lapis tipis dapat dilakukan dengan mentotolkan sampel pada lempeng KLT dan
hasilnya dapat dilihat dari eluen yang telah mencapai batas atas.
XII.
DAFTAR
PUSTAKA
Day, R. A. 2002. Analisis Kimia Kuantitatif. Jakarta
: Erlangga.
Haqiqi, S. H. (2008). Kromatografi Lapis
Tipis. Tersedia http://nadjeeb. files. wordpress.
com/2009/10/kromatografi. pdf.[10 April 2016].
Wulandari, L. (2011). Kromatografi Lapis Tipis.

Saya Desri Indah Rahmadona A1C119041 menjawab soal no 2 yaitu dengan ditandai hasilnya dapat dilihat dari eluen yang telah mencapai batas atas.
BalasHapusBaiklah saya Sinta Marliya dengan NIM A1C119002 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1
BalasHapusPelarut yang mampu menjalankan elusi terlalu cepat tidak akan mampu mengadakan pemisahan yang sempurna, maka dari itu jika pelarut mampu menjalankan elusi secara lambat maka bisa dikatakan jika elusi terjadi secara sempurna
Baiklah saya gadis septyo wulandari dengan nim a1c119026 akan menjawab permasalahan nomor 3. Yang mempengaruhinya yaitu sifat kepolarannya
BalasHapus