Sabtu, 13 Maret 2021

Laporan Praktikum Kimia Organik Percobaan 4 : Pemurnian Zat Padat

 

LAPORAN AKHIR PERCOBAAN 4

KIMIA ORGANIK I

 

 


 


 

DISUSUN OLEH :

NURHAYATI

(A1C119077)

 

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.


  

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


VIII. DATA PENGAMATAN

8.1 Rekritstalisasi

No

Prosedur

Fungsi alat dan bahan

Tujuan

Hasil

1.

Dipanaskan 50 ml air suling sampai adanya gelembung

1.      Air suling berfungsi sebagai pelarut

2.      Asam benzoat, glukosa dan karbon aktif sebagai bahan yang digunakan untuk dapat membentuk kristalisasi

3.      Sudip sebagai alat untuk mengambil bahan

4.      Corong buncher berfungsi sebagai alat penyaring

5.      Air panas berfungsi untuk pencuci endapan tersebut

Untuk dapat melarutkan zat yang nantinya  akan digunakan

Pada air suling terdapat gelembung

2.

Ditempat lain, dibuat campuran asam benzoate, glukosa dan karbon aktif dengan asam benzoate  2 sudip, glukosa 1 sudip dan karbon 1 sudip

Untuk mendapatkan campuran zat yang nantinya akan dilarutkan dengan air suling

Didapatkan campuran asam benzoat, glukosa dan karbon aktif dengan perandingan 2:1:1

3.

Setelah air suling tersebut mendidih, dimasukkan air panas kedalam campuran yang telah kita buat sebelumnya ( asam benzoate, glukosa dan karbon) dengan sedikit-sedikit dan diaduk

Untuk didapatkan larutan yang nantinya akan terbentuk kristal

Terdapat larutan  yang terbentuk dari campuran asam benzoat, glukosa dan karbon dengan pelarut air suling

4.

Disaring larutan yang telah dipanaskan tersebut dengan menggunakan corong buncher selagi dalam keadaan panas

Untuk didapatkan  endapan  yang bebas dari pengotor

Masih terdapat kotoran

5.

Disiapkan lagi air panas kedua kali dan Didinginkan larutan tersebut

Untuk didapatkan  endapan yang bebas pengotor

Didapatkan larutan yang bersih dari pengotor

6.

Setelah  didinginan, disaring kembali larutan tersebut menggunakan kertas saring whatman

6.      Kertas saring whatman berfungsi sebagai penyaring larutan

7.      Air es berfungs untuk membantu membentuk pengkristalan

8.      Wadah  sebagai tempat untuk menampung kristal yang didapatkan

9.      Pipa kapiler  sebagai tempat menyimpan kristl yang ingin diketahui titik didihnya

10.  MPA berfungsi sebagai alat pemanas untuk mendapatkan titik leleh

Untuk didapatkan hasil yang lebih bersih dari pengotor

Didapatkan larutan yang lebih bersih dari sebelumnya

7.

Ditempat lain, sambil menuggu larutan tersaring disiapkan air dingin atau air es

Mendapatkan larutan yang dingin untuk pengujian rekristalisasi

Didapatkan larutan yang dingin

8.

Didinginkan air yang ditampung dari penyaringan tadi dengan menggunakan es yang telah  disiapkan dan Didapatkan Kristal, dan kita pindahkan ke wadah

Untuk mendapatkan kristal

Didapatkan kristal dari larutan tersebut

9.

Dimasukkan Kristal yang telah terbentuk kedalam pipa kapiler

Dan Dimasukkan pipa kapiler tersebut kedalam alat MPA agar dapat diukur titik lelehnya

Didapatkan titik leleh dari kristal tersebut

Didapatkan titik leleh kristalisasi sebesar 115 °C

 

8.2 Sublimasi

No

Prosedur

Fungsi alat dan bahan

Tujuan

Hasil

1.

Disiapkan campuran naftalen dan juga pasir

1.      Naftalen dan pasir sebagai campuran yang diuji coba pada sublimasi

2.      Kertas saring whatman untuk menutup cawan porselen

3.      Cawan porselen berfungsi sebagai tempat untuk mencampur naftalen dan pasir

4.      Corong dan gelas wool untuk tempat sublimasi nya berlangsung

5.      Bunsen dan kaki tiga sebagai alat untuk pemanasan

Untuk didapatkan campuran sebagai sampel yang diuji coba

Didapatkan campuran yang berfungsi sebagai sampel pada percobaan ini

2.

Dilubangi kertas saring whatman

Agar pada saat  pemanasan uap yang terbentuk dapat diteruskan ke corong dan gelas wool

Didapatkan kertas saring whatman yang dilubangi agar sublimasi dapat berlangsung

3.

Ditutup cawan porselen tersebut menggunkan kertas saring yang telah dilubangi sebelumnya

Agar uap yang disaring tidak langsung naik ke corong dan gelas wool

Didapatkan kertas saring sebagai pembatas cawan dan juga corong dan gelas wool

4.

Disumbat corong menggunakan gelas wool

Agar uap yang terbentuk nanti tidak keluar

Didapatkan corong yang disumbat dengan menggunakan  gelas wool agar uap tidak keluar

5.

Disiapkan penangasnya yaitu Bunsen dan juga kaki tiga

Agar dapat dilakukan pemanasan terhadap campuran pasir dan naftalen yang diletakkan didalam cawan porselen

Didapatkan penangas yang dapat digunakan untuk pemanasan naftalen dan pasir

6.

Dipanaskan cawan yang telah ditutup dengan kertas saring selama 5 menit. Adanya uap air pada kertas saring berarti terjadinya sulimasi pada proses tersebut

6.      Pipa kapiler sebagai tempat kristal saat pemanasan berlagsung

7.      Gelas wool sebagai penyumbat pada saat pemanasan sehingga kristl tidak keluar dari pipa kapiler

8.      Minyak sebagai bahan yang digunakan untuk mengecek titik leleh dari kristal

Untuk didapatkan kristal dari hasil sublimasi pada saat pemanasan

Didapatkan kristal pada saat pemanasan

7.

Didapatkan kristal pada corong tersebut dimasukkan Kristal yang telah didapatkan tersebut kedalam pipa kapiler

Tujuan dimasukkan kedalam pipa kapiler adalah sebagai tempat kristal saat dipanaskan dalam minyak

Didapatkan bahwa kristal tersebut dapat dimasukkan kedalam pipa kapiler

8.

Disumbat pipa kapiler tersebut menggunakan gelas wool

Untuk pada saat dipanaskan, kristal tersebut tidak keluar

Didapatkan bahwa kristal tidak keluar dari pipa kapiler

9.

Diukur titik lelehnya menggunakan minyak. Dikarenakan minyak mempunyai titik didih yag tinggi

Untuk didapatkannya titik leleh

Didapatkan titik lelehnya sebesar 110°C

 

IX. PEMBAHASAN

         Pada percobaan ini dilakukan percobaan pemurnian zat padat, dan percobaan ini dilakukan dengan dua metode percobaan yaitu metode rekristalisasi dan sublimasi. Pada percobaan rekristalisasi hal pertama yang dilakukan adalah memanaskan air suling sebanyak 50 ml hingga air suling yang dipanaskan tersebut timbul gelembung. Selagi menunggu air suling mendidih, disiapkan campuran dari 2 sudip asam benzoat, 1 sudip glukosa dan 1 sudip karbon aktif, semua campuran bahan ini diaduk hingga tercampur rata. Setelah air suling yang dipanaskan tersebut mendidih, dimasukkan air panas ke dalam campuran dari asam benzoat, glukosa dan karbon aktif secara sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga semua bahan larut.

Setelahnya larutan disaring dengan menggunakan corong bunchner dalam keadaan masih panas, namun masih tertinggal endapan di atas corong buchner yang kemudian disiram endapan yang tertinggal tersebut dengan menggunakan air panas. Larutan yang sudah di saring tersebut didinginkan. Kemudian setelah dingin disaring lagi dengan menggunakan kertas saring whatman. Selagi menunggu proses penyaringan selesai, disipkan air es yang akan digunakan untuk proses pengkristalan. Air hasil dari proses penyaringan kemudian didinginkan dengan menggunakan es yang sudah disiapkan, setelah beberapa saat maka akan terjadi proses pengkristalan dan timbul kristal. Kristal-kristal yang dihasilkan kemudian dimasukkan ke dalam pipa kapiler yang selanjutnya dimasukkan ke dalam alat MPA untuk dilakukan pengukuran titik lelehnya.

Selanjutnya yaitu dilakukan proses sublimasi. Hal pertama yang dilakukan adalah menyiapkan campuran naftalen dan pasir yang diaduk rata. Kemudian disipkan kertas saring whatman yang dilubangi. Selanjutnya ditutup cawan porselen dengan menggunakan kertas saring yang sudah dilubangi tersebut, di tempat lain dilakukan juga yaitu menyumbat corong dengan menggunakan gelas wool. Selanjutnya dipanaskan cawan yang berisi campuran naftalen dan pasir tersebut selama 5 menit, yang kemudian akan timbul uap pada kertas saring yang menandakan bahwa proses sublimasi sedang berlangsung. Setelah selesai pemanasan maka terdapat kristal pada corong, kristal yang dihasilkan kemudian dimasukkan kedalam pipa kapiler yang kemudian akan diukur titik lelehnya.

 

X. PERTANYAAN

1.             Pada proses rekritalisasi mengapa penyiraman air panas dilakukan dengan sedikit demi sedikit?

2.      Pada proses rekritalisasi mengapa penyaringan dilakukan dua kali yaitu penyaringan dengan menggunakan corong buchner dan dengan menggunakan kertas saring whatman?

3.             Mengapa kertas saring whatman yang digunakan pada proses sublimasi perlu dilubangi?

 

XI. KESIMPULAN

Rekristalisasi adalah suatu teknik pemisahan zat padat dari pencemarannya yang dilakukan dengan cara mengkristalkan kembali zat tersebut setelah dilarutkan dalam pelarut yang sesuai. Prinsip dasar dari rekristalisasi adalah pelarut hanya dapat melarutkan zat yang akan dimurnikan dan tidak melarutkan zat pencemarnya.

Sublimasi ialah istilah dalam kimia yang berhubungan dengan perubahan zat. Sublimasi merupakan suatu proses pembentukan fase padat tanpa melalui fase cair terlebih dahulu.

 

XII. DAFTAR PUSTAKA

Oxtoby, David W. 2001. Prinsip-prinsip Kimia Modern. Jakarta : Erlangga.

Kristanti, Alfinda N. 2008. Buku Ajar Fitokimia. Surabaya : Airlangga University Press.

Pinalla, Anita. 2011. Penentuan Metode Rekristalisasi Yang Tepat Untuk Memingkatkan Kemurnian Kristal Amonium Perklorat (AP). Majalah Sains dan Teknologi Dirgantara. 6 (2), 65.

Syafurjaya, Roby., dan Hasanah, Sari. 2009. Kualitas Fisik Kertas Setelah Pengeringan dengan Metode Kering Angin Dan Vacuum Freeze Drying. Baca. 30 (1), 39.

Faputri, Achmad Faisal. 2016. Desain Evaporator dan Pengujian Kondisi Optimal Pada Desain Pelaratan. Jurnal Teknik Patra Akademika. 7 (2).

4 komentar:

  1. Perkenalkan saya Desri Indah Rahmadona Nim A1C119041 akan menjawab permasalahan no 2 bahwa saat proses sublimasi itu dilakukan penyaringan 2 kali , dilakukan penyaringan 2 kali agar zat atau sampel yang digunakan itu bersih dari zat pengotornya jadi hasil yang dihasilkan benar benar murni pada sampel yang digunakan dan tidak terkontaminasi dengan zat pengotornya.

    BalasHapus
  2. perkenalkan saya yiyin novela (A1C119062) ingin menjawab pertanyaan no 3. kertas saring whatman yang digunakan pada proses sublimasi perlu dilubangi karena Agar uap yang disaring tidak langsung naik ke corong dan gelas wool.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Saya Ahmad Rivaldi (047) akan enjawab soal no 1. Supaya endapan dan airnya tidak keluar dari area kertas saring, Jika langsung memberikan air yang banyak tentu akan tumpah karena melebihi volume saat proses penyaringan.

    BalasHapus

Laporan Praktikum Kimia Organik Percobaan 13 : Metode Ekstraksi Senyawa-senyawa Organik

  LAPORAN AKHIR PERCOBAAN 13 KIMIA O RGANIK I           DISUSUN OLEH : NURHAYATI (A1C119077)     DOSEN PENGAMPU : ...