Sabtu, 01 Mei 2021

Jurnal Percobaan 11 : Teknik Pemisahan dengan Kromatografi Lapis Tipis

 JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 11

KIMIA ORGANIK I

 


 



 


DISUSUN OLEH :

NURHAYATI

(A1C119077)

 

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M. Si.

 

 


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


I.              JUDUL                          : Teknik Pemisahan dengan Kromatografi Lapis Tipis

 

II.           HARI/TANGGAL        : Senin / 03 Mei 2021

 

III.        TUJUAN                       : Adapun tujuan pada praktikum kali ini yaitu :

1.             Untuk mengetahui teknik pemisahan dengan kromatografi lapis tipis

2.             Untuk mengetahui fase diam dan fase gerak pada pemisahan kromatografi lapis tipis

 

IV.        LANDASAN TEORI

Kromatografi lapis tipis atau yang biasa dikenal dengan singkatan TLC (thin-layer chromatoghraphy) merupakan salah satu teknik pemisahan yang dapat kita lakukan dengan mudah dikarenakan kromatografi lapis tipis ini tidak membutuhkan modal yang besar dan teknik pemisahan ini merupakan teknik yang murah. Alasan lain teknik pemisahan lapis tipis ini dikatakan mudah dikarenakan pada pelaksanaannya tidak dilakukan dengan waktu yang lama atau berlarut-larut melainkan dilakukan hanya dengan waktu setengah jam maka percobaan ini dapat dengan berhasil dilakukan (Day, 2002).

Dalam melakukan pemisahan dengan teknik kromatografi lapis tipis tentu diperlukan peralatan dan bahan yang menunjang keberhasilan dari proses pemisahan, dimana alat dan bahan yang dipakai pada proses pemisahan ini merupakan alat dan bahan yang sering dijumapai dalam laboratorium dikarenakan menggunakan alat dan bahan yang sederhana yaitu dengan menggunakan berjana tertutup atau yang biasa kita kenal dengan nama chumber dan selain itu juga menggunakan alat yaitu sebuah lempeng KLT (Wulandari, 2011).

Pada proses pemisahan dengan teknik kromatografi tentu terdapat yang namanya fase diam dan fase gerak didalamnya dan pada dasarnya yang menjadi atau dikatakan fase diam itu yang berupa padatan ataupun juga bisa dari kombinasi dari cairan dan padatan, selain itu pada pemisahan dengan kromatografi ada juga yang namanya fase gerak dimana pada pemisahan ini fase gerak itu adalah cairan atau gas dan pada proses pemisahannya fase gerak mengalir melewati fase diam (Haqiqi, 2008).

 

V.           ALAT DAN BAHAN

5.1         Alat

a)      Chamber

b)      Gelas ukur

c)      Erlenmeyer

d)     Pipa kapiler

e)      Gelas beker

f)       Pipet tetes

g)      Plat KLT

h)      Corong pisah

i)        Klem dan statif

 

5.2         Bahan

a)      Ekstrak andong merah

b)      Standar kuersetin

c)      Fase gerak (Butanol-etil asetat-air)

      

VI.        PROSEDUR KERJA

1.             Disiapkan fasa gerak menggunakan butanol-asam asetat-air dengan perbandingan 4:1:5 yang dibuat sehari sebelum percobaan dilakukan

2.             Diambil lapisan bawah dari fasa gerak yang telah dibuat

3.             Dimasukkan sebanyak 10 ml larutan yang telah dipisahkan ke dalam chamber

4.             Di jenuh kan fasa gerak dengan memasukkan kertas saring whatman lalu ditutup chamber

5.             Disiapkan lempeng KLT dan sampel (ekstrak andong merah dan kuersetin)

6.             Dihitung panjang dan lebar KLT

7.             Diberi batas pada bagian bawah dan atas masing masing 1 cm

8.             Diberi jarak untuk penotolan masing masing 1 cm

9.             Digunakan pipa kapiler untuk menotolkan sampel

10.         Dititipkan sampel sebanyak 3 pada lempeng KLT

11.         Apabila fase gerak telah jenuh, diambil kertas saring lalu dimasukkan lempeng KLT yang telah ditotolkan sampel ke dalam chamber

12.         Ditunggu hingga elusi terjadi sempurna

13.         Setelah mencapai tanda batas, diambil lempeng KLT lalu dikeringkan

14.         Diamati hasilnya

 

Link video : https://youtu.be/R84_kFXDk9w

 

VII.     PERMASALAHAN

1.             Pada percobaan dilakukan proses penjenuhan, mengapa proses penjenuhan tersebut perlu dilakukan?

2.             Pada percobaan dilakukan hingga terjadi elusi secara sempurna, apak yang dimaksud dengan elusi itu?

3.             Pada percobaan mengapa bisa terbentuk dua fasa, jelaskan?

3 komentar:

  1. Baiklah saya gadis septyo wulandari dengan nim a1c119026 akan menjawab permasalahan nomor 3. Sebenarnya pada percobaan ini tidak terbentuk 2 fase melainkan pada percobaan ini membutuhkan 2 fase yakni fase diam yang berupa plat KLT dan fase gerak berupa eluen dan sampel

    BalasHapus
  2. Baiklah saya Sinta Marliya dengan NIM A1C119002 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2
    Elusi adalah proses menyingkirkan analit dari adsorben dengan mengalirkan suatu pelarut, disebut dengan "eluen", melewati kompleks penjerap-analit

    BalasHapus
  3. Baiklah saya Desri Indah Rahmadona A1C119041 penjenuhan dilakukan untuk menyamaratakan tekanan uap dari fase gerak yang digunakan sehingga pemisahan dapat berjalan dengan baik

    BalasHapus

Laporan Praktikum Kimia Organik Percobaan 13 : Metode Ekstraksi Senyawa-senyawa Organik

  LAPORAN AKHIR PERCOBAAN 13 KIMIA O RGANIK I           DISUSUN OLEH : NURHAYATI (A1C119077)     DOSEN PENGAMPU : ...