JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 11
KIMIA
ORGANIK I
DISUSUN
OLEH :
NURHAYATI
(A1C119077)
DOSEN
PENGAMPU :
Dr.
Drs. SYAMSURIZAL, M. Si.
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2021
I.
JUDUL
: Teknik
Pemisahan dengan Kromatografi Lapis Tipis
II.
HARI/TANGGAL
: Senin / 03 Mei 2021
III.
TUJUAN
: Adapun tujuan pada
praktikum kali ini yaitu :
1.
Untuk
mengetahui teknik pemisahan dengan kromatografi lapis tipis
2.
Untuk
mengetahui fase diam dan fase gerak pada pemisahan kromatografi lapis tipis
IV.
LANDASAN
TEORI
Kromatografi lapis tipis atau yang biasa dikenal dengan
singkatan TLC (thin-layer chromatoghraphy) merupakan salah satu teknik
pemisahan yang dapat kita lakukan dengan mudah dikarenakan kromatografi lapis
tipis ini tidak membutuhkan modal yang besar dan teknik pemisahan ini merupakan
teknik yang murah. Alasan lain teknik pemisahan lapis tipis ini dikatakan mudah
dikarenakan pada pelaksanaannya tidak dilakukan dengan waktu yang lama atau
berlarut-larut melainkan dilakukan hanya dengan waktu setengah jam maka
percobaan ini dapat dengan berhasil dilakukan (Day, 2002).
Dalam melakukan pemisahan dengan teknik kromatografi
lapis tipis tentu diperlukan peralatan dan bahan yang menunjang keberhasilan
dari proses pemisahan, dimana alat dan bahan yang dipakai pada proses pemisahan
ini merupakan alat dan bahan yang sering dijumapai dalam laboratorium
dikarenakan menggunakan alat dan bahan yang sederhana yaitu dengan menggunakan
berjana tertutup atau yang biasa kita kenal dengan nama chumber dan selain itu
juga menggunakan alat yaitu sebuah lempeng KLT (Wulandari, 2011).
Pada proses pemisahan dengan teknik kromatografi tentu
terdapat yang namanya fase diam dan fase gerak didalamnya dan pada dasarnya
yang menjadi atau dikatakan fase diam itu yang berupa padatan ataupun juga bisa
dari kombinasi dari cairan dan padatan, selain itu pada pemisahan dengan
kromatografi ada juga yang namanya fase gerak dimana pada pemisahan ini fase
gerak itu adalah cairan atau gas dan pada proses pemisahannya fase gerak
mengalir melewati fase diam (Haqiqi, 2008).
V.
ALAT
DAN BAHAN
5.1
Alat
a) Chamber
b) Gelas ukur
c) Erlenmeyer
d) Pipa kapiler
e) Gelas beker
f) Pipet
tetes
g) Plat KLT
h) Corong pisah
i)
Klem
dan statif
5.2
Bahan
a) Ekstrak andong merah
b) Standar kuersetin
c) Fase gerak (Butanol-etil asetat-air)
VI.
PROSEDUR
KERJA
1.
Disiapkan fasa gerak menggunakan
butanol-asam asetat-air dengan perbandingan 4:1:5 yang dibuat sehari sebelum
percobaan dilakukan
2.
Diambil lapisan bawah dari fasa gerak
yang telah dibuat
3.
Dimasukkan sebanyak 10 ml larutan yang
telah dipisahkan ke dalam chamber
4.
Di jenuh kan fasa gerak dengan
memasukkan kertas saring whatman lalu ditutup chamber
5.
Disiapkan lempeng KLT dan sampel
(ekstrak andong merah dan kuersetin)
6.
Dihitung panjang dan lebar KLT
7.
Diberi batas pada bagian bawah dan atas
masing masing 1 cm
8.
Diberi jarak untuk penotolan masing
masing 1 cm
9.
Digunakan pipa kapiler untuk menotolkan
sampel
10.
Dititipkan sampel sebanyak 3 pada
lempeng KLT
11.
Apabila fase gerak telah jenuh, diambil
kertas saring lalu dimasukkan lempeng KLT yang telah ditotolkan sampel ke dalam
chamber
12.
Ditunggu hingga elusi terjadi sempurna
13.
Setelah mencapai tanda batas, diambil
lempeng KLT lalu dikeringkan
14.
Diamati hasilnya
Link video : https://youtu.be/R84_kFXDk9w
VII.
PERMASALAHAN
1.
Pada
percobaan dilakukan proses penjenuhan, mengapa proses penjenuhan tersebut perlu
dilakukan?
2.
Pada
percobaan dilakukan hingga terjadi elusi secara sempurna, apak yang dimaksud
dengan elusi itu?
3.
Pada
percobaan mengapa bisa terbentuk dua fasa, jelaskan?

Baiklah saya gadis septyo wulandari dengan nim a1c119026 akan menjawab permasalahan nomor 3. Sebenarnya pada percobaan ini tidak terbentuk 2 fase melainkan pada percobaan ini membutuhkan 2 fase yakni fase diam yang berupa plat KLT dan fase gerak berupa eluen dan sampel
BalasHapusBaiklah saya Sinta Marliya dengan NIM A1C119002 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2
BalasHapusElusi adalah proses menyingkirkan analit dari adsorben dengan mengalirkan suatu pelarut, disebut dengan "eluen", melewati kompleks penjerap-analit
Baiklah saya Desri Indah Rahmadona A1C119041 penjenuhan dilakukan untuk menyamaratakan tekanan uap dari fase gerak yang digunakan sehingga pemisahan dapat berjalan dengan baik
BalasHapus