LAPORAN AKHIR PERCOBAAN 12
KIMIA
ORGANIK
I
NURHAYATI
(A1C119077)
DOSEN
PENGAMPU :
Dr.
Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2021
VIII. DATA PENGAMATAN
|
No |
Perlakuan |
Fungsi Alat dan Bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
1 |
Kromotografi
Kolom Bagian 1 1).
Siapkan 4 bejana KLT yang diisi dengan 4 fase gerak yang berbeda 2).
Siapkan 4 plat KLT dengan ukuran 3 x 10 cm, beri tanda batas bawah 1,5 cm dan
batas atas 0,5 cm 3).
Siapkan larutan
baku EPMS dan larutan sampel ekstrak rimpang kencur 4).
Totolkan larutan baku EPMS sebanyak 2 miu L dan ekstrak rimpang kencur sebanyak 4 miu L pada masing-masing plat
KLT 5).
Buat jarak
antar noda 1,5 cm. usahakan diameter noda yang terbentuk tidak lebih dari 0,3
cm 6).
Masukkan plat KLT pada bejana yang
sudah dijenuhkan 7).
Eluasi hingga batas atas plat KLT 8).
Visualisasi plat KLT dibawah UV 254 nm 9).
Beri tanda noda yang terlihat dan hitung derajat keterpisahan alpha dari EPMS
terhadap noda terdekat. |
Bejana
KLT, fungsi : wadah tempat fase gerak Plat
KLT, fungsi : tempat fase diam Larutan
baku EPMS, fungsi:
sebagai sampel Larutan
ekstrak rimpang kencur : sebagai sampel |
Disiapkan KLT bejana dengan
tujuan untuk dijenuhkan Dimasukkan agar terjadi elusi |
Berdasarkan
hasil KLT fase gerak yang dipilih adalah : 1. Derajat keterpisahan antara senyawa target (EPMS) dengan noda
terdekat adalah alpha lebih besar sama dengan 1,5 2. Tidak tailing 3. Nilai RF senyawa target (EPMS) 0,4-0,5 |
|
2 |
Kromotografi
Kolom Bagian 2 1).
Timbang silica gel sebanyak 50 gram 2).
Masukkan silica gel kedalam
labu Erlenmeyer 3).
Tambahkan fase gerak terpilih hingga semua silica gel terbasahi 4).
Aduk dengan batang pengaduk 5).
Tutup dengan aluminium foil 6).
Goyangkan labu Erlenmeyer untuk membantu supaya silica gel terbasahi secara
merata dengan eluen 7).
Tuangkan campuran silica gel dan eluen kedalam kolom dengan bantuan corong
gelas 8).
Buka stopper dibagian bawah kolom untuk mengeluarkan eluen 9).
Jika masih ada sisa silica gel didalam labu Erlenmeyer, ditambahkan lagi
eluen dan masukkan kedalam kolom 10).
Tutup stopper dibagian bawah kolom 11).
Pastikan eluen dalam kolom terisi penuh, kemudian tutup dengan aluminium foil
dan rekatkan dengan karet gelang 12). Diamkan selama 1-2 jam sebelum
digunakan (pada praktikum kali ini kolom dibiarkan selama 7 hari sebelum
digunakan) 13). Siapkan 0,5 gram ekstrak rimpang
kencur dan 0,5 gram silica gel 14). Tambahkan silica gel sedikit demi
sedikit kedalam ekstrak 15). Aduk dengan spatula hingga homogen
dan ekstrak menjadi kering (menjadi serbuk) 16). Buka penutup aluminium foil dari
kolom 17). Keluarkan eluen dari kolom dengan
cara membuka stopper dari bagian bawah kolom 18). Keluarkan eluen hingga batas 0,5 cm
dari permukaan atas fase diam 19).
Tutup stopper 20).
Masukkan sampel kering kedalam kolom dan pastikan sampel terdistribusi merata
diatas kolom 21). Siapkan silica gel sebanyak 0,5
gram dan masukkan kedalam kolom 22). Tambahkan eluen melalui dinding
kolom dengan bantuan pipet Pasteur 23).
Alirkan eluan dan tampung dalam baker 24). Beberapa ml eluan yang keluar
pertama kali dari kolom belum mengandung senyawa kimia dari ekstrak, oleh
karena itu tampungan ini bisa dibuang 25). Umumnya sekitar 50% dari volume
kolom 26). Selanjutnya tampung fraksi dalam fial yang sudah ditara
sebanyak 10 ml dan sudah ditandai dengan nomor 27). Atur kecepat alir 1 tetes per detik
30).
Jika sudah penuh 10 ml ganti dengan vial berikutnya 31).
Tutup vial dengan aluminium foil dan lubangi atasnya dengan bantuan jarum 32). Biarkan hingga Sebagian besar eluen menguap. |
Silica
gel, fungsi : sebagai fase diam Labu
erlenmeyer, fungsi : tempat campuran silica gel dan fase gerak Batang
pengaduk, fungsi : mempercepat campuran silica gel dan fase gerak Alumunium
foil , fungsi : menutup labu erlenmeyer Kolom,
fungsi : tempat terjadinya pemisahan Corong
gelas, fungsi : alat bantu memindahkan silica
gel dan eluen Karet
gelang, fungsi : merekatkan aluminium foil sebagai penutup Eluen,
fungsi : sebagai fase gerak Pipet
Pasteur, fungsi : alat membantu memindahkan eluen Beker,
fungsi : tempat menampung eluen Jarum,
fungsi : melubangi aluminium foil |
Ditambahi fase gerak dengan
tujuan agar silica gel basah Ditutup dengan tujuan agar
larutan tidak terkontaminasi Digoyangkan dengan tujuan
agar silica gel homogen dengan uluen Untuk mempersiapkan langkah
selanjutnya Dibuka dengan tujuan untuk
mengeluarkan eluen Untuk memberhentikan
keluarnya eluen Hal
ini untuk memastikan agar kolom tidak kering selama penyimpanan Untuk mempersiapkan sampel
percobaan Ditambahkan untuk
mencampurkan kedua sampel Diaduk dengan tujuan agar
homogen dan terbentuk serbuk Untuk melakukan pemisahan
kromatografi kolom Mengeluarkan eluen hingga
batas 0,5 cm dari atas fase diam Menghentikan kalurnya eluen Untuk mencampurkan sampel Hal
ini untuk melindungi ekstrak supaya tetap rata pada saat ditambahkan eluen Untuk mencampurkan sampel Dialirkan agar eluen keluar Hasil eluen yang ditampung
dibuang karena mengandung senyawa kimia dari ekstrak Untuk memisahkan fraksi ke dalam
fial-fial yang sudah dipersiapkan Ditutup dengan aluminium dan
dilubangi dengan bantuan jarum dengan tujuan agar eluen menguap |
Berdasarkan hasil KLT dari 4 fase gerak (video
kromotografi kolom bagian 1) diperoleh fase gerak terpilih adalah n-heksana :
etil asetat (4 : 1) Kombinasi
ini terpilih karena : 1. Derajat keterpisahan antara senyawa
target EPMS dengan noda terdekat adalah alpha lebih besar sama dengan 1,5 2. Tidak tailing 3. nilai Rf senyawa target (EPMS) 0,4-0,5. Setelah
beberapa hari tampungan akan menguap , jika hasil tampungan mengering maka
perlu ditambahkan eluen beberapa tetes |
IX. PEMBAHASAN
Pada
percobaan ini dilakukan untuk memisahkan menggunakan kromatografi kolom. Dimana
pada percobaan ini dilakukan dua tahap, yaitu pada tahap pertama menyiapkan
4 bejana KLT yang diisi dengan 4 fase gerak yang berbeda. Selain itu juga menyiapkan 4 plat KLT
dengan ukuran 3 x 10 cm, beri tanda batas bawah 1,5 cm dan batas atas 0,5 cm. Dan yang
terkahir juga menyiapkan larutan baku EPMS dan larutan sampel ekstrak
rimpang kencur. Setelah semua
sudah disiapkan maka diotolkan larutan baku EPMS sebanyak 2 miu
L dan ekstrak rimpang kencur sebanyak
4 miu L pada masing-masing plat KLT
dan dengan dibuat jarak antar noda 1,5 cm usahakan diameter
noda yang terbentuk tidak lebih dari 0,3 cm. Setelahnya dimasukkan plat KLT pada
bejana yang sudah dijenuhkan dan terjadi eluasi hingga batas atas
plat KLT. Setelah selesai
maka visualisasi
plat KLT dibawah UV 254 nm
dan dieri
tanda noda yang terlihat dan hitung derajat keterpisahan alpha dari EPMS
terhadap noda terdekat.
Dari
percobaan yang dilakukan pada tahap pertama ini maka didapatkan hasil yaitu
berdasarkan KLT fase gerak yang dipilih dan didapatkan derajat
keterpisahan antara
senyawa target (EPMS) dengan noda terdekat adalah alpha lebih besar sama dengan
1,5. Selanjutnya tidak
tailing dan juga memiliki
nilai
RF senyawa target (EPMS) 0,4-0,5.
Setelah
pada tahap pertama telah selesai maka dilanjutkan dengan tahap yang kedua. Pada
tahap kedua ini didapatkan hasil KLT dari 4 fase gerak (video
kromotografi kolom bagian 1)
diperoleh fase gerak terpilih adalah n-heksana : etil asetat (4 : 1). Kombinasi ini terpilih karena derajat keterpisahan antara senyawa
target EPMS dengan noda terdekat adalah alpha lebih besar sama dengan 1,5. Selain itu juga tidak tailing dan memiliki nilai Rf senyawa target
(EPMS) 0,4-0,5. Setelah beberapa hari tampungan akan
menguap , jika hasil tampungan mengering maka perlu ditambahkan eluen beberapa
tetes
X. PERTANYAAN
1.
Pada
hasil percobaan tidak tailing. Bagaimana yang dimaksud dengan tidak tailing
tersebut?
2.
Mengapa
dipilih penggunaan silica gel pada percobaan kromatografi kolom?
3.
Bagaimana
yang menandakan bahwa percobaan kromatografi kolom ini berhasil dilakukan?
XI. KESIMPULAN
Adapun
kesimpulan dari percobaan ini yaitu :
1.
Berdasarkan hasil KLT fase gerak yang
dipilih pada bagian 1 adalah
derajat keterpisahan antara senyawa target (EPMS) dengan noda
terdekat adalah alpha lebih besar sama dengan 1,5
2.
Berdasarkan hasil KLT dari 4 fase gerak (video
kromotografi kolom bagian 1) diperoleh fase gerak terpilih adalah n-heksana :
etil asetat (4 : 1). Kombinasi
ini terpilih karena derajat
keterpisahan antara senyawa target EPMS dengan noda terdekat adalah alpha lebih
besar sama dengan 1,5
XII.
DAFTAR
PUSTAKA
Fabiani, V. A., Wahyuni, N., Brilliantoro, R., & Safitri, M. N. (2018). SINTESIS DAN KARAKTERISASI SILIKA GEL DARI LIMBAH KACA SERTA APLIKASINYA PADA KROMATOGRAFI KOLOM. Indonesian Journal of Pure and Applied Chemistry, 1(1), 10-16.
Oxtoby, D. W. 2001. Prinsip-prinsip Kimia Modern. Jakarta : Erlangga.

Baiklah saya gadis septyo wulandari dengan nim a1c119026 akan menjawab pertanyaan nomor 2. Dipilihnya silica gel dikarenakan ia dapat mampu menghasilkan dalam proses pemisahkan yang lebih bauk atau optimal
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAssalamualaikum. Saya Teguh Arizki (A1C119008) akan menjawab permasalah no 3. Setelah diberi tanda noda maka terlihat keterpisahan alpha dari EPMS terhadap noda terdekat.
BalasHapusBaiklah perkenalkan saya Ike Sonia (A1C119032) akan menjawab pertanyaan nomor 1. Gugus OH yang dapat menyerap molekul-molekul zat terlarut, sehingga pembebasan zat terlarut dari lapisan cairan ke carrier gas/gas pembawa menjadi lambat. Akibatnya terjadi tailing pada peak.
BalasHapus